Riddles Of Life Gadis Mafia

Riddles Of Life Gadis Mafia
GABUT KU


__ADS_3


"Oh ya jangan lupa kau harus menyadarkan ini pacarmu!, kayak dia halu nya melebihi batas. Dan aku akan laporkan kau pada ko Calvin !" ucap ku padanya


Lalu aku duduk dengan tersenyum menghadap kakakku sendiri yang penuh dengan kegugupan dan kekhawatiran karena aku mengambil ATM dan semua fasilitas yang dia miliki


"Ayolah kha jangan seperti itu Aku nih butuh semuanya dan jangan juga bilang padaku Calvin kau tau sendiri kan Calvin tuh bagaimana ?" ucapnya padaku dengan nada yang sedikit memohon lah


"I don't care Lagian kau sendiri sih suka ngambur-ngaburin duit" ujarku kepada kakakku sendiri


"Ih Janganlah seperti itu apa kau tidak kasihan denganku? Aku nih tidak punya bawah di depan mereka semua" ucapnya padaku sambil menunjuk beberapa teman pria nya dengan mengandalkan ekspresi wajah yang sedikit menyebalkan itu


"Udahlah udah ah tau ah mau pulang juga males dengan kau!" ucapku pada kakakku sendiri setelah aku mengatakan itu tiba-tiba aku keluar dari Vira hujan yang sangat deras mengakibatkan ku tidak bisa kembali untuk pulang


aku kembali masuk ke dalam villa itu dengan ekspresi yang sangat-sangat tidak karuan Pasalnya aku sangat kesal dengan kakakku sendiri namun di luar hujan bagaimana aku keluar sedangkan parkiran jauh dan aku harus pulang sendiri ke kota dan aku tidak tahu jalannya di mana karena ini sedang berada di Villa yang jauh dari perkotaan perkampungan dan ini sedang ada di Puncak membuat aku sedikit kebingungan dengan tempat ini


"Lah ngapain balik? Katanya mau pulang!" tanya orang yang mirip dengan Rehan itu


"Apa kau tidak bisa melihat di luar sedang hujan?" Tanyaku kepadanya dengan ekspresi yang kesal

__ADS_1


"Ya aku tahu sih sebenarnya di luar hujan, tapi aku kira aku akan pergi begitu saja" tanyanya padaku sambil tersenyum-senyum manis dan membuatku teringat kepada Rehan


"Udah suka-suka kalian kalian mau ngapain terserah!" ucapku kepada mereka semua


"Bilang aja kau Gabut di sini, sok-sokan mau ngambil ATM uangku kau Gabut ya ?" Tanya kukuku itu yang sangat menyebalkan sekali


"Ya aku Gabut Emang kenapa masalah dengan kau emang aku ngabisin duit kau memang aku ngabisin waktu kau emang aku ngapain nggak sama-sama kau juga kan terserah aku hidup-hidup aku kok jadi situ !" Ucapku dengan ngegas nya kepada Kakak ku itu hingga Kakak ku itu sedikit menggeleng-gelengkan kepalanya bersama teman-temannya seperti sedang tahlilan tapi versi berdiri


"Kau kenapa sih marah-marah dari tadi PMS ya? kalau ada masalah ngomong jangan marah-marah sendiri kayak orang gila aja, Kenapa?" tanya kakakku dengan baik kepada ku


"Tau ah males" ujarku dengan sangat cuek sambil memejam kan mata duduk di kursi sambil menyilangkan kaki


"Ko leon enak banget sih bisa main sama temen bisa ini in itu nggak mikirin apapun sedangkan aku kerja terus kerja Terus kerja terus" ucapku mengeluh kepada Kakakku itu


"Yah namanya bekerja juga ya terbilang lelah lah kah ya Mana ada kerja enak aneh kau tuh" jawabnya kepadaku


"Kalau udah tahu kerja itu capek melelahkan menguras tenaga dan segala macam Kenapa kau cuma kuliahnya ngambur-ngemburin duit doang ? Tanya ku kepada Kaka ku itu.


"Apa kau nggak kasihan dengan aku yang kerja penting tulang pulang pagi pulang malam gak pulang malam pulang pagi nggak pulang begitu aja terus bolak-balik ke luar negeri Emang Kau pikir aku nggak capek apa kau ?" Tanyaku kepada kakakku sendiri lalu dia hanya tersenyum manis ke arahku

__ADS_1


"Dek Dek aku tahu kau capek tapi kau harus ingat kata kakek semua itu milik kau jadi kau yang harus mengelolanya bukan aku ayah mama ataupun ke Calvin itu kau uang-uang kau perusahaan kau semuanya kau sedangkan aku Mama Koko dan ayah tidak mendapatkan sepeserpun dari harta warisan itu ya Otomatis kalau yang kerja masak kami kan nggak adil terus kau kerjanya apa rebahan kayak aku habis-habisin duit kan nggak mungkin lah kah ?! " Ucap Koko ku ini dengan sangat bijaknya kepada diriku membuat aku agak sedikit ya terbilang Tenanglah dengan ucapannya


"Kau tahu mengapa aku ke sini mengajak mereka semua agar kau bisa ke sini aku juga sudah ngasih tahu kepada mereka agar tidak sakit hati dengan ucapan kau yang sungguh mendalami peranmu itu sebagai wanita karir yang kejam ?!" Ucap koko ku dengan tersenyum-senyum sambil melirik teman-temannya


"Woi ? Apa sih Orang aku nggak ngapa-ngapain pun aku juga nggak kenal mereka dan juga aku nggak tahu kamu ngapain ngajak mereka ke sini awas aja kau macam-macam apalagi nge hamilin anak orang!" ucapku kepada Kakakku itu ! Namun dia hanya tersenyum manis ke arahku Ya seperti tidak ada masalah begitulah


"Hei Dek kau jangan seperti itu jangan menyangka buruk tentang aku, Aku tidak seperti yang kau ucap kan aku mengajak mereka ke sini agar kau bisa liburan ke sini kau bisa nyusul ke sini aku tahu kau sedang lelah Gabut dan lain sebagainya lah pekerjaan kantor juga banyak jadi aku mengajak mereka ke sini karena aku tahu kau suka di sini , suka kebun kan suka Puncak suka suasana Hening jadi aku mengajak mereka semua ke sini agar kau juga nanti bisa ke sini !" Ucapnya kepadaku dengan nada yang lemah lembut sambil mengusap-usap kepalaku


"Thank you tapi aku tidak tersentuh dengan semua itu" ucapku dengan sangat kurang ajarnya sebagai adik kepada kakakku sendiri


"Hah udahlah terserah ko aja pusing kepalaku " ucap ko leon kepadaku


"Awas aja ya kalian macam-macam di sini!" ucapku kepada mereka semua lalu meninggal kan ruang tamu itu.


Aku meninggalkan mereka semua dan memilih untuk memasuki kamar yang belum tertempati istilahnya kamar kosong lah yang ada di atas aku mulai melangkahkan kakiku ke arah atas kamarku untuk merebahkan tubuhku yang terbilang sedikit Pusing dan lelah dengan semua pekerjaan kantor yang sedang kualami


Aku mulai memegang kepalaku sambil membuka kamar tersebut Lalu aku memasuki kamarku lalu aku merebahkan badanku untuk menghilangkan penat sekejap saja dari tubuhku aku memejamkan mataku dan mulai mengingat-ingat masa lalu bersama Rehan


Entah semenjak aku bertemu dengan pria itu aku selalu memikirkan Rehan Entahlah hal itu yang membuat aku tidak bisa melupakan Rehan padahal aku sudah berusaha sangat kuat untuk melupakan Rehan namun semuanya sia-sia semenjak cowok itu datang

__ADS_1


__ADS_2