
" kha ada apa ?" tanya kepala sekolah dengan gugup pada ku .
" apa kau bilang ?!! Apa kau sedang bertanya pada ku ? Apa yang telah kau lakukan dengan sekolah ini?! Apa kau bersekongkol dengan si Fahmi??" ucap ku pada nya dengan tegas dan nyaring mungkin sampai kedengaran sampai ke luar ruangan .
" apa? Ada apa aku tidak tahu apa apa ? Aku tidak pernah mengurus anak anak aku hanya mengurus mereka saat ujian semua ini di lakukan Fahmi. Bukan kah ini semua permintaan mu?!" tanya kepala sekolah pada seketika membuat ku kaget
" apa ? Sejak kapan aku mengatakan itu? Aku tidak pernah mengatakan bahwa aku memberi Fahmi kekuasaan !!" ucap ku tegas dan menolak ucapan kepala sekolah secara terang terangan an
" lah mana ku tahu!! Selama kau gak ada di sini Fahmi yang mengatur anak anak aku tidak ikut campur karena sudah ada perjanjian dengan mu !!" ucap kepala sekolah tenang sambil duduk di kursinya
" aku akan merubah seperti semula lagi. Besok hubungin black bilang kalau ujian di selenggarakan besok !!!" ucap ku tegas pada kepala sekolah lalu keluar dari ruang an nya
" kha . Kha . Kha. apa kamu serius? Akan memajukan ujian perang? Tapi anak anak masih belum ada persiapan apapun ?!" ucap kepala sekolah berlari mengejar ku hingga sampai di luar ruangan
Semua mata siswa siswi disini tertuju pada ku dan kepala sekolah, hingga membuat mereka bingung atas apa yang telah ku lakukan.
" anggap saja ini adalah hukuman untuk mu " ucap ku pada kepala sekolah.
" tapi kha, siswa ini masih menunggu bimbingan mu untuk perang tapi kenapa kau memajukan sampai besok ?" ucap kepala sekolah merayuku sedang kan aku masih dengan pendirian ku
" i don't care, ini adalah peringatan para siswa siswi disini. siapa pun yang kalah akan masuk di kelas paling kecil sedang kan yang peringkat atas akan masuk di kelas A. Pertandingan kali ini akan tau bahwa kekayaan tidak menjamin apa pun .. " ucap ku sangat tegas dan kuat dan tidak bisa di robohkan oleh siapa saja
" ada apa ka?" ucap sakila pada ku dari belakang
" rea bantu aku sayang. " ucap nya pada rea sambil memeluk .
" dih, aku gak ikut ikutan " ucap rea sambil melepas pelukan kepala sekolah
__ADS_1
" kau umumkan ke setiap penjuru sekolah jika besok ujian perang dimulai " ucap ku pada salah satu murid yang sedang duduk itu
Lalu murid itu bangun dan lari ke arah pengeras suara dan mengumumkan apa yang telah ku ucap kan
Setelah menyuruh siswa itu aku langsung pergi meninggal kan kepala sekolah yang sedang memohon kepada ku,
kemudian rea dan sakila berjalan mengikuti ku
" kha apa ini tidak keterlaluan?" tanya rea padaku, seperti nya karena permohonan kepala sekolah dia melakukan nya
" apa yang sudah di keluarkan tidak bisa masuk lagi !!" ucap ku tegas pada mereka
" kha, aku mendukungmu " ucap sakila merangkul bahu ku sambil tersenyum manis
" kalian berdua umum kan pada anggota, aku akan menelepon Mr black " ucap ku pada sakila dan rea memberikan perintah untuk mereka
" baik lah " ucap sakila dan rea mulai berjalan mendahuluiku
Apa Fahmi ingin mengganti kan aku karena ini? Apa yang harus ku lakukan ? apa kamu akan marah ? Aku sudah berjanji padamu namun aku melakukan kesalahan apa kah kamu akan kecewa?
Pikiran ku melayang seketika sambil berjalan di lorong sekolah, hingga sampai di ruangan ku, aku mulai memasukkan pin ku lalu masuk kedalam sana.
Aku mulai melangkah kan kaki ku kedalam ruangan itu seketika aku mulai teringat kenangan di tempat ini terasa sangat hangat dan selalu terbayangkan dalam ingatanku
Tempat ini yang sendari dulu aku tempati kini telah usang dan sangat berdebu aku mulai menutup pintu dan berjalan ke arah depan lalu aku melihat banyak sekali debu di tempat ini dan aku mulai membersihkannya
Lalu di sela-sela aku membersihkannya teleponku mulai bergetar dan entah siapa yang menelpon
__ADS_1
Drrr drr drrr
bunyi telepon yang ada di handphoneku lalu aku mulai mengangkat telepon tersebut dari genggaman tangan udah aku mulai mengangkat telepon tersebut dari tunggangan tanganku ku
Aku kebingungan dengan nomor tersebut karena masih belum tersimpan di kontak handphoneku namun aku tetap mengangkatnya mungkin ini sangat penting untukku ya entah siapapun itu tapi aku harus mengangkatnya
"Halo ?" ucap ku pada nya namun tidak ada suara apapun. Lalu aku sangat kebingungan dan aku mulai berkata lagi
" Ini siapa sih?, gak jelas banget?!" ucap ku pada penelpon tersebut yang sedang kebingungan
"Ini aku!" katanya
"iya siapa?" kata aku yang sedang kebingungan
" black " ucap nya pada ku yang seketika membuat ku tersentak kaget
" kenapa ?? Ada apa ?" ucap ku kebingungan kenapa dia tiba tiba menelpon
" tidak, aku hanya mendengar kabar bahwa Sanya kamu akan melakukan ujian besok!! Kenapa secepat itu??" ucap nya pada ku
" sebenarnya ada kejadian yang membuat aku harus melakukan nya, anggap saja hukuman untuk menentukan status disini dan aku gak bisa di suap " ujar ku pada nya secara terang terangan an
"Aku tidak tahu sebenarnya apa yang telah terjadi!! namun yang kutahu, kau tidak akan pernah membuat kesalahan!" katanya Padaku dari telepon itu
"Aku tidak tahu ini salah ataupun benar, yang kutahu aku sedang menghukum mereka karena mereka telah membuat kesalahan yang sangat parah!, mereka tidak tahu sebenarnya apa yang telah mereka lakukan itu, yah,!! Yang Kutahu hukuman ini cukup setimpal dengan apa yang telah mereka lakukan di depanku" kataku dengan tegas pada penelpon itu
"Meskipun kau telah menghukum mereka dengan seperti itu, namun Apa kamu tidak punya pikiran atau perasaan begitu??, ya. mungkin karena kamu tidak punya perasaan jadi kamu menganggap semua perkataanmu itu benar. hingga membuat sekolah lain juga harus mengikuti perkataanmu kamu harus tau sikap mu itu benar atau salah " kata nya padaku
__ADS_1
"Aku minta maaf padamu. ya, mungkin kau tidak menyukai apa yang telah ku sampaikan dan mungkin kau juga sangat marah tentang hal itu. namun yang kutahu, ini juga sangat mempengaruhi sekolah sekolah lainnya. Jadi aku harap kau memakluminya!!, Aku tidak ingin apa yang telah terjadi di sini terulang lagi di situ!!, Jadi mungkin sikapku tidak sopan namun yang kutahu aku merasa benar!! . Kataku dengan sopan pada nya
" Baiklah aku akan memikirkan ucapanmu, namun kau harus mendapatkan sanksi dari apa yang telah kau lakukan di sini!!" katanya padaku sambil emosi dengan ucapan ku yang tadi