
" kha " panggil seseorang ke pada yang sedang berjalan ke luar lif, seketika aku menoleh mencari ke kanan dan kekiri.
" oh iya ?" ucap ku pada nya sambil tersenyum
" ada waktu gak ? Makan yuk ?" tanya nya pada ku, ni orang orang kenapa pada ngajak aku makan? Di pikir aku kelaparan apa ?
" em sibuk, ya udah ya bayyy !! " ucap ku melangkah ke ruangan ku di ikuti kak qiza
" kau sibuk Ra?" tanya kak qiza dengan santai.
" kenapa tanya aku sibuk? Mau apa? mau ngikut kek mereka ngajak aku makan juga?!!, kalian pikir aku kelaparan apa gitu?, kurang gizi?!! Hah?!!. Gak ada kata lain selain makan apa ?. udah lah males !!" ucap ku yang sendari tadi berjalan hingga sampai ke ruangan ku lalu saking kesalnya aku dengan kak qiza aku menutup pintu saat berbicara dengan nya . Ya karena kesal lah istilah nya.
Aku masuk kedalam ruangan dan meninggal kan qiza di depan pintu ruangan ku, aku mulai ngedumel pada mereka semua.
"Apa sih mereka itu? Sok iya banget deh. Ngajak aku makan mulu lagi!! Dipikir aku kurang gizi? Terlalu kurus? Gak ada yang lain apa " seru ku pada mereka
karena saking kesal nya aku duduk di kursi ku; sambil berputar putar, hingga ada email masuk di laptop ku
^^^KEPADA; Varkha aran ervano. Ketua detektif gerakan nuansa^^^
^^^PENGIRIM: Senior high school of management California USA^^^
Misi ke 50 akan segera di adakan mohon untuk alumni segera terbang ke school untuk berpartisipasi dalam rangka gerakan terbaru.
^^^Yang bertanda tangan^^^
^^^Kepala sekolah ...^^^
setelah aku membuka email tersebut aku mulai ingat bahwa setiap tahun ada perekrutan anak baru untuk melanjutkan misi tang telah lama berlangsung.
Aku mulai mengirim data sekolah ke hand phone ku, lalu aku langsung menghubungi my circle,
Pesan grup
^^^Varkha; guys kepala sekolah mengirimkan aku email^^^
__ADS_1
Veyrea : juga
Sakila: ya kan kalian berdua istirnya kepala sekolah
^^^Varkha: kau kan simpanan nya, kalau ada apa apa pasti kau di hubungi duluan bukan kita^^^
Veyrea: kalian ni becanda terus, kapan berangkat
sakila : besok berangkat sekarang aku ada kerjaan
^^^Varka: aku juga sibuk sekarang, ya udah aku mau beresin urusan kantor^^^
Setelah membalas pesan my circle aku langsung mematikan my hand phone, dan keluar menemui qiza
Aku berjalan ke luar ruangan ku menuju uangan qiza, namun tidak ada orang di sana, lalu aku mencarinya di seluruh kantor hingga aku berpapasan dengan para karyawan
" pagi bu " sapa beberapa karyawan pada ku
" apa kalian lihat qiza gak " tanyaku pada mereka.
" oh dia sedang bersama petinggi di ruang rapat untuk negosiasi masalah " ucap karyawan itu pada ku
" saham perusaan anjlok buk sampai di bawah rata rata hingga beberapa petinggi berkomentar dan marah " ucap nya pada ku
Lalu aku yang mendengar itu langsung ke ruang meeting, pantas saja si lian memajukan meeting sepagi itu terus dia mengajak ku keluar,
Astaga apa karena masalah wanita itu aku sampai berfikiran buruk pada lian, aku harus buru buru kesana.
Aku melihat banyak karyawan kantor berada di depan ruangan. Apa yang mereka lakukan disana ? Apa mereka sedang menguping pembicaraan para pemegang saham.
" apa yang kalian lakukan disitu ??! " ucap ku bertanya pada mereka dengan kesal dan sedikit meledak ledak
Lalu para karyawan mengira aku ada didalam dan mereka mendengar kan. Lalu aku membuka pintu dan masuk ke rungan meeting, seketika semua orang yang ada mulai berhenti berbicara
" kenapa diam ? Lanjutkan aku akan mendengar nya !!! Oh ya panggil semua karyawan yang menguping tadi ke sini" ucap ku pada mereka
__ADS_1
setelah semuanya berkumpul aku mulai duduk, dan ingin mendengar percakapan mereka.
" apa apa an kau ini, kenapa kamu mengundang semua orang ke sini ?" ucap arya pada ku
" ya mereka tadi menguping di luar apa salah nya aku mengundang mereka agar mereka tidak kepo lagi!!. Kata ku dengan santai duduk menyilang di kursi depan
" kenapa kau disini kha ?" tanya kak qiza pada ku
" ya aku ingin mengetahuinya, apa yang sedang kalian bicarakan di belakang ku. Kenapa kalian diam ? Yook lanjutkan saja !!?" kata ku pada mereka lala mereka mulai berbicara
" saham anjlok saat anda mulai memberhentikan pa hendra dan putrinya " ucap [ 1 ] nya
" nona anda harus tahu pengeluaran kita bulan ini sampai 50 triliun, mohon ada memberikan kita ide untuk bisa membuat pendapatan menigkat drastis " ucap [ 2 ] nya secara rinci pada ku
" ra aku tahu perusahaan menurun tapi ku harap kamu tidak gegabah. " ucap lian pada ku sambil memberikan nasehat.
" dari pada kalian membahas pak hendra lebih baik kalian menambah saham kalian di perusaan ini " ucap ku sambil membaca beberapa dokumen
" bagai mana kita bisa menambah saham kalau pendapatan terus menurun. Aku takut perusaan ini bangkrut " ucap nya pada ku membuat aku geleng geleng kepala.
" ini perusaan ervano, sudah bertahun tahun ada dan bekerja sama dengan kalian. Kami mempunyai banyak cabang yang ada di dalam negri maupun luar negri, jika satu perusaan utama kehilangan uang apa kah mungkin perusaan yang lain juga ikut bangkrut ?!!" tanya ku pada mereka
mereka hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan
" apa kalian ingin keluar jika kalian ingin keluar silah kan, banyak di luar sana yang mau masuk, apa kalian mau bernasib seperti bapak hendra." ucap ku memperingati semua yang ada disini .
Mereka hanya diam tidak menjawab dengan waktu yang cukup terbilang lama, ya mungkin memikirkan ucapan ku yang masuk akal.
" tapi bagaimana kita harus mengembalikan pengeluaran yang sebanyak ini ?" ucap mereka pada ku .
aku hanya menatap Lian, Lian mulai menyadari kalau dia ditatap oleh ku. Tapi dia gak ada respon apa pun ya terpaksa lah,
" aku dan Lian akan bertunangan" ucap ku sambil melihat ke arah nya
Lalu mereka yang tengah mendengar kini mulai menatap ku dengan sangat terkejut, ya memang terlalu mendadak tapi aku harus melakukan nya demi perusahaan.
__ADS_1
" nona ervano kini menjadi pemegang saham nomer 3 di perusahaan liberal jadi kalian semua tidak perlu khawatir tentang pengeluaran ini perusahaan kami akan membantunya " ucap Lian sambil tersenyum lalu melihat ke arah ku.
" meeting Kali ini selesai semoga kalian semua bisa berfikir lebih positif lagi ke depan nya !!" ucap ku pada mereka tersenyum, lalu meninggal kan ruangan itu dengan ke adaan kecewa.