Riddles Of Life Gadis Mafia

Riddles Of Life Gadis Mafia
melamar


__ADS_3

" apa sih ?" ucap ku kesal dan nyaring


" bisa gak sih ko Leo gak gedor gedor pintu kamar ku, aku capek Pengan tidur kau ni kek ko Calvin aja banyak kali cerita " ucap ku kesal


" stttt diam jangan nyaring nyaring. ada yang mau ngelamar kamu ?" ucap Koko pelan


" dih gak usah sok oke, kek baru pertama kali aja ucap ku, bilang pada rava ogak banget mau tunangan sama dia " ucap ku sangat nyaring hingga terdengar ke sofa


"bukan rava dudul kau ni " ucap ko Leo


" lalu siapa ?" tanya ku pada ko leo sambil melihat ke arah sofa


dan terkejutnya aku melihat .......


saat aku melihat ke bawah aku sangat terkejut karena ada Daddy,


" Daddy " ucap ku terkejut


lalu Daddy hanya tersenyum melihat ku dan seketika aku langsung turun buru buru kebawah


" Ra ucap salam " ucap papa dan mama ku


" hai Dad" ucap ku sambil tersenyum dan sedikit melambaikan tangan sedang Lian aku hanya melirik nya kesal sambil agak mencibir


" kau kenal dia ?" tanya Koko pada ku


" iya " ucap ku tersenyum


" duduk " ucap ayah melirik ku yang kegirangan lalu aku duduk perlahan di kursi


" silahkan" ucap papa pada daddy dan aku hanya bingung dengan perkataan mereka


" Lian " ucap Daddy pada Lian yang membuat ku makin tidak mengerti


" saya kesini ingin melamar viara " kata Lian pada semua orang sedang kan aku yang sedang meminum teh tersedak karena perketaan Lian

__ADS_1


" uhhhuk uhuuuk uhuk uhuk uhuk uhuk uhuk " batuk ku yang sangat berat karena tersedak mendengar ucapan Lian yang ingin melamar ku


" gak papa?" ucap Lian berjongkok di bawah ku dan mengelus punggung ku pelan karena tersedak


" emmmm iya " ucap ku padanya lian sambil tersenyum kaku


" syukur lah " ucap Lian langsung duduk lagi ke tempat nya yang tadi


" aku harap kalian menyetujui nya " ucap Daddy sedikit memaksa pada kedua orang tua ku


" tapi viara sudah punya calon tunangan dan tunangan nya juga mulai menyukainya" ucap papa pada dad


" kau tau kan apa konsekuensib nya jika menolak " ucap Daddy agak menyeram kan


" bukan saya menolak, tapi saya hanya menjelas kan anda tau kan jika viara sudah punya calon dari kecil dan saya juga bingung harus berbicara bagaimana " kata papa sambil menjelaskan semuanya pada Daddy


" ya aku tahu tapi itu kan hanya ucapan masa kecil viara dan sekarang viara sudah besar bisa dan lebih tepat nya mampu untuk mencari yang iya sukai, dia bukan anak kecil yang harus mendengar kan ucap kalian semua " ucap dad pada ku


" iya saya tau tapi...." ucap papa terpotong


" bukan seperti itu, " ucap papa mulai gugup pada semua nya


" apa perlu saya ingat kan atau ulang kembali ?" ucap Lian pada papa dan Mama ku


" ohh menantu kenapa berbicara seperti itu... bukan seperti itu yang di maksud suamiku dia hanya berfikir takut menyakiti semua nya, aku tau kalian sudah baik pada kita semua, jadi aku sebagai mama nya sekalian keluarga nya menyetujuinya tapi kita harus tau bagai mana jawaban viara ?" ucap mama bertanya apada ku


" bagaimana " ucap Lian tersenyum sambil melihat ku.


" iya " ucap ku sambil tersenyum pada Lian


seketika Lian mendengar ucapan ku dan sangat senang hingga memegang tangan ku sambil tersenyum.


" baik lahir saya akan mengurus semua acara nya dengan ganti saya akan memberikan satu perusaan atas nama kalian berdua " ucap Daddy pada papa dan mama yang sendari tadi takut sekarang mulai ke girangan dengan pemberian Daddy


" oh iya terima kasih banyak " ucap papa pada Daddy

__ADS_1


" saya pamit permisi dulu " ucap Daddy pada semua orang lalu Dady melihat ku dan Lian dan mulai memanggil Lian " Lian " ucap Daddy mengajak Liana untuk pulang


" iya dad " ucap Lian langsung beranjak berdiri dan berpamitan " saya permisi dulu" ucap Lian sambil tersenyum dan beranjak pergi.


sedangkan aku hanya duduk melihat nya berjalan ke arah luar meninggal kan rumah ku, lalu aku berfikir bahwa tadi padi dia tidak menjawab sekarang Lian setuju??? hal yang sangat membingungkan di saat pikiran ku melayang aku di kagetkam dengan semua nya


" Ra apa kau serius " ucap ko Calvin memegang bahuku memastikan nya


" em " ucap ku malas kepadanya


" really ?" tanya kok Leo


" kau pikir aku gak punya otak ? " ucap ku kesal pada semua orang


" enggak sih. tapi sejak kapan kau suka dia ?" tanya ko Leo mulai penasaran pada hal itu


" dih kepo banget jadi orang males banget udah lah bay " ucap ku meninggalkan mereka semua munuku ke kamar


lalu aku berjalan melangkah ke arah kamar sambil berfikir untuk apa Daddy melakukan ini tapi yang ku tau Dady ku tidak akan pernah mengecewakan ku dalam hidup ini.


sesampainya di kamar aku terduduk dan berfikir apa Lian benar mencintai ku atau dia hanya ingin membantu ku untuk menakut nakuti keluarga ku


sangat bingung pikiran ini dan sangat gelisah hati ini jika trus memikirkan nya . lelah rasa hati ini dan juga tubuh ini, mataku perlahan mulai memejamkan mata perlahan dan membuat ku tenang perlahan tapi pasti


hingga aku bisa mendengar suara jantung ku yang berdegup kencang inilah ketenangan yang ku ingin kan. Tuhan kenapa kau membuat semua ini sakit hati ini jika di pikiran dan pikiran pun mulai tak tenang


Tuhan ku bukan nya aku marah dan bukan pula aku kesal aku bisa terima semua ini namun sakit rasanya ingin menyerah namun sudah di tengah jalan


orang yang ku cintai semua sudah pergi meninggalkan ku sendiri aku tidak tau apa aku bisa berjalan dengan tenang di kehidupan ini atau tidak ?


terkadang aku ingin menyerah dan mengakhiri semua itu namun hati ku tidak bisa karena mereka merelakan hidup nya untuk ku


dan aku tidak akan pernah mau melakukan nya karena mereka semua selalu mendukung ku namun setelah mereka tidak ada semua seperti dunia terbalik


yang di awal aku ratu yang di puja sekarang aku yang harus memuja ratu. kakek kenapa kamu ninggalin aku ?? aku sendiri, apa kau tega meninggal kan aku aku disini sangat membutuhkan mu aku ingin di dekat mu Inging terus bersama mu namun hidup ini memisahkan kita

__ADS_1


ku harap ini hanya mimpi masa kecil ku dan aku ingin kembali kecil lagi aku ingin kecil aku ingin seperti anak anak bukan orang dewasa yang terlalu Ribet dan rumit


__ADS_2