Riddles Of Life Gadis Mafia

Riddles Of Life Gadis Mafia
my circle


__ADS_3

Rea sakila and varkha



Sedangkan kan aku langsung pergi ke asrama ku dengan ke adaan kesal hingga sesampainya di kamar asrama aku mager banget


Aku mulai masuk ke dalam tanpa mengatakan apapun


" KA kau kenapa?!" tanya nya pada ku karena ekspresi wajah ku sangat buram


" gak " ucap ku pada nya dan langsung berjalan ke arah tempat tidur dan merebah kan badan


" what !? what???? " tanya nya pada ku sedang kan aku pusing dengan hal yang telah terjadi, tidak di sini tidak di rumah sama saja sama sama memusing kan


Aku tidak menjawab pertanyaan nya yang membingungkan dan mulai memejam kan mata ku di atas kasur


Selang beberapa waktu aku tertidur dan kini saat nya untuk bangun, mata ku mulai berat untuk membuka mata namun dering telepon seluler di handphone ku terus menerus berbunyi


Hingga membuat ku terbangun dan meraba raba keberadaan handphone ku sampai aku menemukan nya lalu mengangkat nya


" halo " ucap seseorang dalam telpon


" em" guman ku kas bangun tidur


" kau dimana ?!!" ucap nya kesal seketika aku langsung bangun dan terduduk karena terkejut dengan suaranya


" Lian?!" tanya ku pada nya langsung to the poin


" jawab kamu Dimana? perusahaan sedang butuh kamu kamu dimana aku jemput qiza dari pagi kewalahan " katanya sambil marah dan agak kesal pada ku soalnya sudah dari kemaren aku mematikan handphone ku


" aku sedang libur an mungkin 3 bulan aku di sini " ucap ku santai pada Lian sedang kan dia emosi pada ku


" apa kau gila ? Mereka semua mau keluar dari perusahaan, sedang kan kamu malah asik liburan dimana otak mu sebenarnya?!!" ucap Lian yang sangat emosi dan mementingkan perusahaan hingga sangat posesif


" apa sih ?! Kau ni slow. udah kalau mereka mau keluar suruh mereka keluar aja gak usah di tahan tahan oh ya plus kalian harus senang !" ucap ku sambil agak sedikit senang


" KA you are okay? You crazy? This is a company not a playground! So don't act like a child?!" ucap nya pada ku sambil emosi

__ADS_1


" ya ya .. yes I am a child satisfied you? " ucap ku emosi hingga mematikan telpon nya


" Why?" ucap rea penasaran kenapa aku emosi


" biasa masalah perusahaan" ucap ku slow sambil berjalan ke arah kursi yang menghadap di depan jendela


" mungkin kau terlalu besar kha " ucap sakila yang tiba tiba ada di belakang ku


" em, mereka tidak suka dengan peraturan ku dan ingin keluar dan berhenti menjadi pemegang saham" ucap ku sambil memijat kepala ku pelan


" slow bagai mana jika aku menelpon papa untuk bekerja sama dengan mu?


ya kan rea ??!" ucap sakila sambil memegang bahu ku


" aku tidak mau merepotkan kalian! " ujar ku pada teman ku ini


" kau ni seperti baru kenal kami " ucap rea pada ku


" ya udah nanti aku kasik tau papa pasti papa sangat suka bekerja sama dengan mu " ujar sakila pada ku


" hhhh aku juga suka " ucap ku sambil tersenyum pada mereka berdua


Kita memang kadang sering beda argumen namun sebenarnya kita adalah pasangan yang serasi, aku sudah tau dengan keluarga mereka dan mereka hanya tau tentang kakek ku


" thank you my best friend " ucap ku pada mereka sambil berpelukan


" udah lah carik makan yuk " ucap rea menghentikan aktivitas kita lalu mengajak keluar ke kantin


Lalu aku dan sakila meng iya kan permintaan rea, ya karena kita juga sangat lapar. Aku rea dan sakila berjalan ke luar asrama bertiga hingga banyak pasang mata menatap ku semulai turun dari asrama


Mungkin mereka tidak mengenal ku, namun mengenal rea karena rea sangat sering kesini di panggil kepala sekolah hingga aku menjuluki kepala sekolah adalah sugar Daddy nya si rea


" yuk kantin kan seperti biasa ?" ucap nya pada ku


" ya lah re, kau terakhir" ucap sakila lalu aku hanya mengangguk ngangguk kan kepala setuju dengan ucapan sakila


" em duduk di sana yuk " ucap ku pada mereka di depan kantin sambil menunjuk tempat yang berada di depan jendela

__ADS_1


" kau ni suka banget depan jendela ? Kenapa sih ? " ucap rea sambil melangkah masuk


" em entah lan tenang aja rasanya " ucap ku sambil tersenyum pelan


" ya udah kalian duduk sana dulu? Aku mau pesan nin oke !!" ucap sakila pada ku dan rea


" oke " ucap ku dan rea secara bersama an sambil berjalan ke arah kursi di depan jendela


" KA seperti nya mereka kepo kepada mu " ucap rea pada ku hingga membuat ku males dengan hal itu, ya karena sudah terbiasa dari dulu


" udah lah males banget " ucap ku pada nya lalu mulai duduk


Selang beberapa menit sakila datang dengan beberapa pesanan nya


" huh lama banget ya " ucap sakila mengeluh pada ku dan rea


" hhh kau di rumah jadi tuan putri ya ?" ucap rea pada sakila hingga sakila melotot ke arah rea


" udah ah" ucap ku malas pada kedua bocah ini


aku dan teman ku mulai memakan makan nan ku dengan lahap, hingga beberapa saat saat ku makan aku melihat melihat di luar ada yang berkelahi hingga aku mulai memberhentikan makan ku dan beranjak


Aku beranjak dari tempat duduk ku ke arah tempat yang bertengkar tadi, apa ini yang terjadi semenjak aku pergi aku mulai melangkah kan kaki ke arah mereka


Hingga aku sampai di depan pintu kantin ada pria yang menegur beberapa pria yang berkelahi tersebut


Aku mulai mendekat ingin tahu apa yang terjadi


" apa yang kalian lakukan ? Apa kalian tidak tau ini sekolah ?" ucap nya pada beberapa murid yang bertengkar itu


" tidak usah ikut campur kamu ! Emang nya kamu siapa ? Kak Fahmi aja gak masalah jika kita berantem kok kamu sewot " ucap nya ngelunjak pada pria yang menegur


" oh ya ?" ucap ku berdiri di belakang mereka hingga mereka membalik kan badan untuk melihat ku. Mungkin mereka tidak tau siapa aku


" ya perempuan cantik tidak boleh ikut campur masalah pria jika Kamu mau jadi pacar ku gak masalah !!" ucap nya pada seketika aku agak sedikit terkejut


" kalian salah mengenali orang!!, anak anak zaman sekarang sudah mulai tidak tau malu !! Hhh " ucap ku tersenyum mengejek dan kesal pada mereka

__ADS_1


" ya jaga sikap mu pada kita kamu tidak tau siapa kita ??" ucap nya pada ku


__ADS_2