
Teriakan histeris seorang gadis remaja memecah keheningan malam. Sahutan binatang malam, seakan turut merasa pilu dengan peristiwa yang lagi-lagi dialami oleh Rihanna. Lolongan anjing hutan terbawa angin menambah kelam peristiwa saat itu.
air mata sudah sejak tadi membanjiri pipinya yang putih mulus. Suaranya yang parau, meminta tolong entah kepada siapa.
Yang jelas, semakin ia berteriak semakin garang penyiksaan yang ia terima
"Dasar gadis bodoh, Mengapa hatimu sangat keras. Jika engkau mengikuti ajakanku, pasti engkau akan selamat. Bahkan engkau akan menikmati setiap sentuhanku."
Seorang laki-laki paruh baya tegak berdiri dengan tatapannya yang semakin tajam, seolah ingin menerkam tubuh Rihanna yang terbaring lemas di hadapannya.
"Jangan ayah, jangan pernah engkau lakukan...! aku adalah anakmu..."
Rihanna semakin terisak, mengharap belas kasih ayahnya, yang kini seperti kerasukan syetan, menatapnya penuh nafsu.
Namun seperti angin lalu, tangisan Rihanna bagaikan debu yang beterbangan berlalu begitu saja. Tangan garam Herdi semakin berani mengoyak seluruh pakaian Rihanna, hingga tak tersisa sehelai pun
Tak bisa digambarkan, Rihanna semakin Terpukul dengan perbuatan keji Ayah tirinya
__ADS_1
Hembusan nafas Ferdi tersengal-sengal, terlebih saat melihat tubuh molek Rihanna dengan kulit putih mulusnya, membangkitkan nafsu syahwatnya..
Demi harga diri dan kesuciannya, Rihanna mencoba melawan dengan sekuat tenaga. Hentakan kakinya menerjang bagian bawah Herdi, sehingga membuatnya terhuyung.
*aaarg! dasar wanita tak tahu diri. Seharusnya kamu berterimakasih kepadaku. Karena selama ini akulah yang mengurusmu. Dasar wanita gila!"
"plak, plak, plak..."
Tangan kekar Herdi menampar keras berulang kali pipi Rihanna hingga lebam dan memerah
Kepalanya terasa berkunang-kunang, penglihatannya mulai beriak tak jelas, dan ingatannya pun semakin tak karuan. Bisa jadi akibat penyiksaan yang sejak tadi ia terima dari Herdi ayah tirinya
Di rumah itu hanya Herdi dan Rihanna yang tinggal di sana. Cynthia ibu kandung Rihanna, sudah meninggal tiga tahun lalu. Sedangkan ayah aslinya gugur saat bertugas di luar pulau, sewaktu melerai konflik antar suku di daerah itu
Sayup-sayup diantara sadar dan tidak, Rihanna mendengar suara Ibunya
"Ibu sangat bersedih nak melihat penderitaanmu selama ini. Apalagi sekarang engkau sedang dianiaya oleh suami ibumu sendiri... hiks hiks hiks..."
__ADS_1
Tangisan ibunya di alam sana, mengantarkan Rihanna tak sadarkan diri
"huh! gadis ini pingsan. Dasar perempuan lemah. Jika aku lakukan sekarang, pasti lain rasanya. Iya, seperti menjamah sebatang pohon kayu saja.ck... kalau begitu terpaksa aku harus menundanya. Dan mencari cara lain agar dia tak berontak lagi."
Herdi mengusap wajahnya kasar , sambil menelan silfanya menahan gejolak nafsu jantannya yang sudah bergemuruh dalam dadanya.
Ia menyelimuti Rihana dengan kain sarungnya, dan berlalu mencari sesuatu di dalam kotak obat.
Herdi tertawa kecil
Ditangannya ia menggenggam sebuah pil. Ya, pil perangsang.
"Aku akan memberinya minuman yang sudah kucampuri dengan obat perangsang ini. hahaha... dijamin wanita itu akan bertekuk lutut bermohon kepadaku untuk bercinta. hahaha..."
Tawa iblisnya menyeringai membayangkan sebentar lagi ia akan menghisap manis sari pati keperawanan gadis yang baru mekar itu.
Gelas berisi air minum tampak sudah tersaji di atas meja di sebelah tempat tidur, di mana Rihana terkulai lemah.
__ADS_1