
“hahahaha, aku tak peduli. Yang ku mau mala mini Rihana harus ikut denganku. Bagaimana pun caranya!” Polisi Kunkun melirik Rihana dengan bola mata keranjangnya.
Rihana yang ditatap oleh Polisi Kunkun dengan tatapan kucing membau mangsa, langsung memalingkan mukanya.
“Kurang ajar kau! Kalau begitu langkahi dulu mayatku, sebelum engkau bisa menyentuh Rihana hah!” Hendrik semakin tersulut emosinya.
“hahahaha, siapa takut….. mala mini akan menjadi ajang pembuktian, siapa di antara kita yang lebih berhak untuk mendapatkan rihana…..” Polisi Kunkun menantang Hendrik.
“Baiklah……., aku terima tantanganmu! Jadi apa maumu sekarang?!”
Tiba-tiba terdengar, “suiiiiiiiiiiiit!” Polisi Kunkun mengeluarkan siulannya, dan langsung mendapat respon siaga para anak buahnya dari tim kepolisian.
“Hahahaha, itu dia yang kumau!” Teriak Polisi Kunkun sambil terbahak.
Serentak lebih dari 15 anggota kepolisian mengepung Hendrik dari berbagai penjuru. Di tangan mereka terlihat pentungan kayu sudah berada digenggaman masing-masing anggota kepolisian.
“Jangan banyak membuang waktu, lumpuhkan dia dan tangkap!” Polisi Kunkun kembali memberi teriakan intruksinya.
Anggota kepolisian itu saling mendahului, menyerang Hendrik dengan pentungan di tangannya.
Sebagian di antaranya, mengarahkan pukulan ke perut Hendrik, sebagian lainya mengarahkan terjangan kea rah kepala Hendrik.
Terasa gelombang angin menebak kuat terbawa hentakan pentungaan yang mengancam keselamatan Hendrik saat itu.
Hendrik hanya tersenyum kecut, “Dasar pengecut!” Gumam Hendrik sambal melompat dan menggeserkan kuda-kudanya menghindari setiap serangan musuh.
Hendrik yang sudah terlatih, tidak merasa kesulitan saat menghadapi serangan berjama’ah dari anggota kepolisian itu.
Terlebih, bagi Hendrik pertarungan semacam itu sudah menjadi hobinya sejak di bangku sekolah.
Di Tempat lain, hampir seluruh anggota geng motor XP maupun anggota geng motor Tiger sudah berhasil ditangkap, diborgol dan dibopong dibawa di truk yang tampak terparkir di tepi jalan.
Termasuk Bombom, orang kepercayaan Liyan, terlihat dikawal oleh seorang anggota kepoliisian.
Hanya, Liyan berhasil melarikan diri saat terjadi kejar-kejaran dengan geng motor XP tadi.
Ya, sifat pengecut dan egoisnya, sangat susah untuk dihilangkan dalam diri seorang Liyan.
Josep di sudut jalan, masih berjibaku melawan 5 orang anggota kepolisian yang mengepungnya.
Luka yang mengeluarkan darah seolah tak dirasa oleh Josep.
Polisi Kunkun yang hanya memerintahkan anak buahnya menyergap Hendrik, ia malah melangkah mendekati rihana.
“Mau apa kau ke mendekatiku hah!” Rihana menatap tajam Polisi Kunkun.
“hihihi, jangan takut cantik….. aku tidak akan menyakitimu sayang……” Polisi Kunkun semakin genit.
__ADS_1
Cuih!” Rihana membuang salifanya dan memalingkan mukanya.
“Jika kau marah, kau terlihat lebih cantik sayang…..” Gombal Polisi Kunkun.
“heh, dengar ya, aku lebih baik mati dari pada harus mengikuti nafsu bejatmu!” Rihana semakin geram.
“Baiklah sayang….., itu karena engkau belum tahu betapa dahsyatnya kejantanan kakang Kuncoro ini jika sudah menyentuh seorang gadis cantik sepertimu. Pasti engkau akan merasa ketagihan nantinya. Hahahaha…..” Polisi Kunkun semakin membual.
Rihana sudah tidak lagi sanggup menahan hawa amarahnya. Wajahnya tampak memerah, menahan marah yang kian meluap karena sikap Polisi Kunkun.
“hiaaaaaaat!” Rihana langsung melompat menerjang Polisi Kunkun.
Tendangan Rihana mengarah pada ulu hati Polisi Kunkun.
Melihat itu, Polisi Kunkun hanya menggeserkan badannya ke samping, membuat tendangan Rihana menyapu angin.
Tapi Rihana tak menghentikan serangannya. Rihana menyusulkan tinjuannya kea rah dada lawan.
Lebih baik mati. Itu tekad Rihana.
Perkelahian antara Polisi Kunkun melawan Rihana pun tidak terelakan lagi.
Saling menyerang dan berkelit menghindari terjangan lawan.
Awalnya, terlihat seimbang.
Ini adalah keuntungan bagi Polisi Kunkun.
“Rasakan ini gadis cantik!” Polisi Kunkun menjulurkan telunjuknya, mengarah pada urat leher Rihana.
Polisi Kunkun ingin melumpuhkan rihana saat itu.
Namun dengan sisa tenaganya, Rihana masih bisa merundukan badan dan terhindar dari ancaman itu.
Hanya Polisi Kunkun segera menyusulkan serangannya dengan hentakan kaki mengenai ulu hati Rihana.
“aaaaaart!” Rihana langsung terhuyung ke belakang menahan rasa sakit di ulu hatinya.
Hendrik yang mendengar suara jeritan Rihana, spontan menoleh kea rah sumber suara.
Terlihat olehnya, Polisi Kunkun sedang berusaha mendekati Rihana hendak menangkap dan mermangkul Rihana.
“Dasar bajingan!” Hendrik yang terbakar hawa cemburu, langsung melompat menghadang Polisi Kunkun.
“dug!” Bentrokan pun terjadi.
“aaaart!” Jerit Polisi Kunkun yang terpelanting ke belkang, tak sanggup menahan tenaga tangkisan Hendrik yang datang tiba-tiba.
__ADS_1
Namun, entah dari mana asalnya,
“dor dor!”
Suara tembakan yang melesat kea rah tubuh Hendrik.
Hendrik pun terkesiap. Hendrik tak menyangka akan mendapat serangan jarak jauh seperti itu. Apa lagi Hendrik sedang focus pada keselamatan rihana.
“aaaaaaat!” Hendrik mengaduh kesakitan dan tersungkur ke atas tanah.
Pangkal paha Hendrik yang terkena peluruh, langsung mengeluarkan darah segar, membasahi kaki dan celana yang dikenakannya.
“Tuaaaaaaan!” Rihana berlari menghampiri Hendrik yang tengah terkapar bersimbah darah.
“Kerja yang bagus, hahahaha!” Polisi Kunkun tertawa trbahak, ketika melihat seorang anak buahnya muncul dengan pistol di genggamannya.
“Hana, ayok segera tinggalkan tempat ini. Kau harus selamat. Berlarilah, jangan kau khawatirkan keadaanku. Aku pasti baik-baik saja…..” Hendrik dengan suara trputus-putus menatap sendu Rihana.
“Tapi Tu……”
“Jangan banyak membuang waktu, segeralah melarikan diri!” Ucap Hendrik lagi, tatapannya semakin sayu.
“hahahaha, sini cantik……” Polisi Kunkun mendekati rihana seperti mau merontok dengan tatapan jalangnya.
Cih, aku tak sudi!” Ketus Rihana.
Dan…..
“jleng!” Rihana melompat dan berlari dengan jurus langkah seribu. Ia berlari kea rah yang entah ke mana. Bagi Rihana, ia harus selamat dulu. Sehingga suatu saat Rihana bisa mengatur siasat demi menyelamatkan Hendrik.
“Jangan diam bodo! Kejar dia!” Polisi Kunkun murka melihat Rihana meloloskan diri.
Segera para anggota kepolisian pun mengejar Rihana.
Terjadilah kejar-kejaran para personil kepolisian menyusul lari Rihana di kegelapan malam menuju dini hari itu.
Untung saja, dulu ketika di bangku sekolah menengah, Rihana merupakan atlit pelari cepat. Berhasil menjuarai sejumlah iven kejuaraan olah raga cabang lari antar sekolah menengah atas tingkat provinsi.
Sehingga Rihana tak merasa kesulitan untuk berlari secepat mungkin, meski jalanan gelap.
Ih, bagaimana kelanjutannya yaa…..😱
Baca lagi efisod selanjutnya ya Guys!
Terimakasih tetap setia membaca kisah ini…..
Ditunggu silaturahminya ya di kolom kommentar…….😅
__ADS_1