Rihana Gadis Taruhan

Rihana Gadis Taruhan
RGT028


__ADS_3

“Hana, kenapa bisa di sini….?” Akhirnya Hendrik pun membuka suara.


Hendrik sangat tidak mengerti dengan kenyataan ini.


Sudah pasti Rihana berada di rumahnya, dititipkan pada ART Hendrik, untuk memperoleh keamanan, kenyamanan dan perlindungan.


Tapi, Rihana kini benar-benar menjelma di hadapan Hendrik, di bawah kendali kelompok Liyan.


“Ma ma maafkan aku Tuan….” Suara yang lirih dan teramat pelan, terlontar dari bibir mungil Rihana dengan derai air matanya menyusul berjatuhan bersimbah di atas pellupuk pipinya yang mulus bersih.


Rihana tertunduk, dalam batinnya rihana pun merasa bahwa Hendrik tidak sama dengan laki-laki lain.


Meski brutal dan kasar, Hendrik memiliki kepedulian kepada sesama, terutama kaum wanita.


Berbeda dengan Liyan, yang cara memandangnya saja sudah membuat bulu kuduk Rihana berdiri. Selama berjam-jam Rihana di rumah Hendrik, bos besar geng motor XP itu tidak menunjukan sikap atau tatapan melecehkan kepada Rihana.


Baru muncul perasaan menyesal bagi Rihana yang telah meninggalkan kediaman Hendrik, gara-gara kecurigaan yang tak sesuai kenyataan.


“Jadi betulkah penglihatanku ini tidak salah!” Hendrik memastikan.


Rihana menjawab dengan anggukan kepalanya perlahan.


Liyan yang menyaksikan perbincangan Rihana dan Hendrik, mengerenyitkan keningnya.


“Jadi, kalian saling mengenal hah!” Tanya Liyan penasaran.


“heh, kukatakan yang sebenarnya ya…., Gadis cantik bernama Rihana ini sudah lebih dari kukenal. Dia adalah calon istriku! Dengar baik-baik itu!” Hendrik menatap tajam Liyan sambil tersenyum kecut.


“Deg!”


“Deg!”


Hati Liyan terhenyak, penuturan yang tak masuk akal bagi Liyan. Bisa-bisanya Hendrik mengarang cerita sampai separah itu. Begitu sangkaan Liyan.


Di sisi lain, Rihana pun sangat terkejut mendengar pernyataan Hendrik yang menyebutkan bahwa dirinya calon istri Hendrik.


Ada perasaan bahagia di samping dag dig dug jantungnya tak percaya dengan pendengarannya sendiri.

__ADS_1


“Sungguh, aku tidak percaya dengan ocehan dan hayalanmu dungu! Hahaha, kau sudah mengarang cerita demi ambisimu yang juga tertarik kepada gadis ini bukan!?” Liyan menggilirkan bola matanya beralih antara Hendrik dan Rihana.


“Aku tidak peduli apa kau akan percaya atau sebaliknya. Saat ini aku akan membawa kembali Hana ke tempatku. Karena dia akan segera menikah denganku!”


“Hahaha, begini saja, siapa yang kalah dalam pertarungan satu lawan satu antara aku denganmu, itulah yang berhak mendapatkan bidadari ini!” Liyan menantang sambil melirik Rihana, sebagai isyarat bahwa Rihana menjadi bahan taruhan malam itu.


Hendrik malah tertawa terbahak, “hahaha, aku tidak takut sedikit pun untuk berhadapan dengan cecunguk sepertimu, hah!”


“prok prok,”


Hendrik menepukan sepasang telapak tangannya nyaring. Spontan, seluruh anggota geng motor XP yang tengah melingkar di sekitar Hendrik pun mundur beberapa langkah. Menepi di pinggiran jalanan Ibu Kota itu.


Jika sudah mengeluarkan komando seperti itu, pertanda Hendrik akan bertarung seorang diri, dan tidak boleh seorang pun dari anak buahnya membantu dirinya.


Berlainan dengan Liyan, dia mendekati Bombom dan berbisik di telinganya.


“Bom, aku akan maju bertarung dengan dia. Tapi, saat aku terlihat terancam atau terdesak, kau harus melemparkan golokmu bersamaan dengan personil kita yang lain. Hujani Hendrik dengan senjata tajam kalian! Mengerti!?”


Bombom hanya mengangguk mengiyakan.


“Kalau begitu kita buktikan sekarang, siapa di antara kita yang paling kuat, hebat, dan dialah yang berhak mendapatkan Rihana!” Liyan mempermainkan langkahnya dengan gaya meremehkan.


“Bulsit kau,nyalimu sudah menciut duluan. Aku tahu itu! Hahahaha” Ejek Hendrik.


Seketika wajah Liyan memerah, hawa amarahnya memuncak, terpancing oleh hinaan Hendrik.


“Rasakan ini!” Liyan yang sudah memasang kuda-kudanya, langsung menerjang Hendik dengan sebuah tendangan lurus mengarah pada ulu hati Hendrik.


Kecepatan gerak Liyan, sangat jauh di bawah Hendrik. Sehingga Hendrik hanya menunggu kaki Liyan sedikit lagi menyentuh kulitnya.


“Sreg!” Hendrik baru menggeserkan badanya ke samping ketika satu centi lagi kaki Liyan menghantam ulu hatinya.


“plos!” Terjangan kaki Liyan menyapu angin.


Hendrik tak membalas serangan Liyan. Hendrik hanya terdiam dan tersenyum tipis.


“Biadab! Kau menganggapku anak kecil hah! Ayok lawan aku jika kau benar-benar laki-laki!” Liyan mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


“Aku ingin bermain-main dulu denganmu kecoa!” Hendrik semakin memmanas-manasi Liyan agar lebih terbakar emosinya. Dengan begitu, Liyan akan hilang kendali dan fokusnya saat memberikan serangan.


“Dasar dungu! Hiaaaaat!”


Kali ini, kepalan bulat tangan Liyan hendak menghantam dada Hendrik.


Hendrik lalu sedikit merendahkan badahnya, menjadi sejajar antara mulutnya dengan kepalan tangan Liyan.


Dan, “Aammmm!” Hendrik membuka mulutnya lebar-lebar, kemudian melahap dan menggigit tangan bulat Liyan.


“aaaaaaart!” Liyan berteriak, merasakan sakit yang luar biasa.


Gigitan Hendrik pada tangan Liyan, tidak langsung dilepaskan. Membuat Liyan semakin merintih kesakitan.


“Lepaskan bodo!” Geram Liyan.


“Aku lapar, belum makan dari pagi. Duh enaknya daging ini….” Ucap Hendrik dengan aksen yang tidakjelas. Sebabmulutnya tertutup dengan tangan Liyan yang masih berada di antara gigi-giginya.


“Bom, jangan diam saja tolol!” Liyan melirik ke arah Bombom sambal terurai air mata menahan sakit yang luar biasa.


“suiiiiiiit!” Siulan Bombom seolah menjadi sirine bagi geng motor Tiger. Mereka semua langsung menghujani Hendrik dengan senjata-senjata tajam masing-masing.


Serentak hampir bersamaan, tampak sejumlah golok, pisau runcing, batu, tumbak, meluncur deras mengarah pada Hendrik.


Melihat hal itu dari sudut matanya, terpaksa Hendrik pun melepaskan gigitannya pada tangan Liyan.


Hendrik langsung melompat jauh ke atas. Sehingga senjata-senjata itu pun saling menyusul menghantam angin.


“Wiiiiiuuuuuuuu, wiiiiiuuuuuuu!” Terdengar dari kejauhan, sirine mobil Polisi yang sedang patroli.


Semakin lama, semakin jelas suara itu terdengar.


Wah, apa yang akan terjadi selanjutnya ya Guys?😱


Baca juga ya efisod berikutnya.😘


Salam hangatselalu, semoga tetap bahagia…..😺

__ADS_1


__ADS_2