Rihana Gadis Taruhan

Rihana Gadis Taruhan
RGT029


__ADS_3

Suara serine mobil kepolisian semakin terdengar nyaring, berbaur dengan suara bentrokan senjata tajam geng motor Tiger yang tengah mengepung Hendrik.


Hati Liyan maupun para anak buahnya menjadi ketar-ketir. Seperti terasa anggota kepolisian sudah menyergapnya.


Spontan serangan pun terhenti, mereka saling menatap satu dengan yang lainnya.


“Bom, bawa gadis ini bersama Koko ke markas rahasia kita!” Liyan memberi perintah.


Setelah itu, Liyan bersiul kencang memberi intruksi kepada anggota geng motor Tiger untuk segera menyelamatkan diri.


Semua anak buah Liyan tanpa berpikir panjang, langsung terbirit-birit meninnggalkan medan perang.


Rihana yang masih berada dalam pengaruh totokan, hanya bisa berpasrah terhadap nasib yang menimpanya.


“Oh Tuhan, tolonglah aku dari cengkraman manusia-manusia durjana ini.” Batin Rihana menjerit kepada Yang Maha Kuasa.


Air matanya kembali menetes di antara manik coklatnya yang bening.


Melihat geng motor Tiger berhamburan melarikan diri, terlebih Hendrik menyaksikan Rihana yang dibopong oleh Koko menjauh dari tempat itu, Hendrik langsung menentukn sikapnya.


“Tak kan kubiarkan Rihana menjadi milik siapa pun. Dan aku lebih baik mati, dari pada harus membiarkan Rihana diganggu dan diperlakukan tidak senono oleh manusia mana pun. Awas Liyan, kau akan menerima akibatnya. Berani-bermain denganku seperti ini.” Geram Hendrik.


“suiiiiiiit!” Hendrik pun mengeluarkansandi untuk memberi komando anggotanya, agar segeramengejar komplotan geng motor Tiger.


“Jangan biarkan mereka lolos dan membawa Hana!” TeriakHendrik yang langsung mendapat sikap siaga dari para abdi setianya.


Dengan gerakan cepat dan lincah, Hendrik berlari sangat kencang. Sepasang kakinya menyapu angin malam yang bergelombang, mengayun seolah tak menapak tanah.


Nafsu yang memburu, pikiran yang terus terpaut pada Rihana, membuat jantungnya tak mau tenang.


Suara serine pun menjelma menjadi 3 buah mobil berlebel kepolisian Metro politan. Jaraknya kian mendekat, dan langsung terlibat aksi kejar-kejaran bersama dua geng motor besar di kota itu.


Serine yang tak henti berbunyi, bersahutan dengan puluhan derap langkah manusia-manusia di alam kegelapan moral, berselang teriakan satu dan lainya, menambah hirup pikuk malam itu.


“Jangan tinggalkan tempat ini, bajingan!” Hendrik yang sudah berhasil menyusul dan menghadang Koko, berdiri tegak di hadapan Koko dan Bombom.


Koko yang membawa Rihana di pundaknya, juga Bombom yang tengah mengawal keamanan Rihana, spontan berhenti dari larinya.


“Kau…..!” Bombom dan Koko berseru bersaman.

__ADS_1


Sesaat kemudian, Josep pun tiba dan berdiri di samping Hendrik ketuanya.


“Cepat serahkan Hana calon istriku, jika tidak, aku tidak akan ragu untuk memberi kalian pelajaran berharga, dan membuat kalian menyesal seumur hidup!” Hendrik mengancam.


Seakan dikomando, Koko dan Bombom serentak menyerang Hendrik bersamaan.


Golok panjang yang sudah dalam genggaman, digunakan dengan membabi buta oleh Bombom maupun Koko.


Namun terlihat gerakan Koko sedikit terbebani oleh Rihana di pundakknya. Sehingga tak bisa bergerak lebih leluasa.


Hendrik dan Josep pun segera melayani serangan dua olrang penting di geng motor Tiger itu.


Ketika Koko terkena hantaman Hendrik, dan membuatnya terpelanting jauh ke belakang, tubuh Rihana pun terpental.


“Aaaart!” Jerit Rihana yang tersapu angin. Suaranya masih dalam folume yang kecil karena pengaruh totokan.


Hendrik yang menangkap dengan sudut matanya, langsung melompat menadah tubuh Rihana dalam pelukannya.


“Kau tidak apa-apa?” Tanya Hendrik khawatir.


Rihana yang memejamkan matanya karena menahan rasa takut ketika tubuhnya melayang di udara, menjadi salah tingkah saat membukakan maniknya, yang ia lihat adalah Hendrik.


“Tubuhmu demam, dan sepertinya kau sangat lemas. Maaf aku periksa urat lehermu.” Hendrik meraba leher Rihana dan memeriksa beberapa jaringan saraf yang menghubungkan dengan jalan darah.


“Ah benar saja,


“ Hendrik sedikit menekan urat saraf di leher sebelah kanan Rihana.


Dan…….


“Aahhhh! Tubuhku segar kembali!” Seru Rihana dan langsung berdiri.


“hahahaha, aku suka kau sudah pulih kembali.” Hendrik tertawa lebar.


Tatapan Hendrik beradu dengan manik coklat Rihana yang juga sedang menatapnya.


“deg,”


Ada perasaan hangat yang mengalir seiring aliran darah keduanya, merambah ke sekujur tubuh.

__ADS_1


Rihana menundukan kepalanya, ada rasa malu saat beradu pandang dengan Hendrik.


“Ah perasaan apa ini…..?” Gumam Rihana dalam hati.


Meski berada di tempat yang tidak aman saat itu, Rihana dan Hendrik sangat menikmati kehangatan tatapan keduanya.


“Jangan bergerak!” Sebuah teriakan membuyarkan suasana romantis Rihana dan Hendrik.


Sejumlah personil berseragam anggota kepolisian, sudah mengepung Hendrik dan Rihana.


Di bagian lain, banyak anggota geng motor XP dan geng motor Tiger yang sudah diborgol dan diringkus oleh anggota kepolisian lainnya.


Hendrik memegang kuat lengan Rihana, seolah tak mau lagi berpisah.


“Aku harus berusaha menyelamatkan Hana, walau apa pun yang terjadi. Meski aku harus mengorbankan nyawaku sendiri, aku tak peduli.” Begitulah tekad Hendrik dalam batinnya.


“hahahahaha, baru jelas kulihat, bahwa gadis ini adalah Rihana yang sempat bersamaku di ruang sel kepolisian! Hahaha” Muncul tiba-tiba di tengah barisan kepuungan anggota kepolisian, seorang laki-laki tegap berbaju kepolisian dengan tanda 1 bintang di muka seragamnya.


“Kurang ajar! Ini pasti ulahmu lagi, yang sengaja mencari kesempatan untuk nafsumu di balik tugasmu sebagaisebagai pimpinan kepolisian, hah!”


Hendrik yang sudah jelas melihat bahwa laki-laki itu ternyata Kuncoro atau Polisi Kunkun, semakin memuncak amarahnya.


“hahahahaha, terserah apa katamu. Yang penting, gadis ini harus ikut denganku mala mini juga!” Polisi Kunkun menyeringai, sesekali mencuri pandang kea rah Rihana.


“Hah, sudah bisa kuduga. Otak kotormu akan mencari cara demi memuaskan nafsu bejatmu! Dengar ya, aku tak akan pernah membiarkan calon istriku dalam keadaan bahaya! Jika kau menginginkannya, langkahi dulu mayatku, hah!”


“hahahahaha, apa aku tidak salah dengar? Aku tak mempercayai itu. Walau bagaimana, gadis ini tetap milikku.” Polisi Kunkun tersenyum genit, menatap wajah Rihana yang cantic ba’ bidadari.


“Aku tak sudi jika harus kembali bersamamu di tempat nista itu! Iya di penjara, tempat kau memperlakukan manusia-manusia yang lemah tak berdosa, mendekam akibat api hasud yang engkau nyalakan!” Rihana pun membuka suara, meluapkan emosinya pada Polisi Kunkun.


Rihana tahu betul ketika mendekam di balik jeruji penjara itu, banyak siasat kotor untuk memutar balikan fakta. Dan akhirnya, orang-orang yang lemahlah yang menjadi korban mendekam di sel yang pengap dan bau itu.


Sudah dulu yaa efisod kali ini………,😁


Nantikan efisod berikutnya yaa……..


Boleh kok jika ada saran dan komentar, jangan ragu-ragu yaa……🙏😁


Semoga bisa menghibur Guys………!😅

__ADS_1


__ADS_2