
“Itu Tuan orangnya….”
Telunjuk Deri tepat mengarah pada seorang gadis yang Nampak kebingungan
Di bawah pohon rindang, ia duduk selonjoran di atas tanah yang berserakkan beberapa daun yang gugur.
Wajahnya terlihat pucat dan letih.
Walau begitu, kecantikannya masih sangat jelas terpancar dari raut mukanya.
Seketika Liyan tertegun.
Langkahnya spontan terhenti.
Tatapannya bulat sempurna, memandangi gadis yang beberapa langkah jaraknya darinya
“Hmmm..
Tuan, apakah Tuan mendengar saya?”
Deri melirik sejenak kepada majikannya yang mendadak tidak bergeming
“Ohh I I iyaa,,, sungguh gadis yang sangat mempesona.”
Tak sadar, Lian bergumam
“Sekarang, apa yang harus kita lakukan Tuan?” Deri kembali bertanya
Sedangkan anak buah yang lain bersiap menunggu komando sang pimpinan besar Geng motor itu
“Baiklah, kita tidak boleh membuang-buang kesempatan. Sekarang kalian ringkus gadis itu, kalua ia melawan gunakan sapu tangan ini. Dalam sapu tangan ini sudah aku bubuhi aroma bius. Sehingga reaksinya nanti, ia akan terkulai tak sadarkan diri.:
Deri dan teman-teman satu gengnyaa pun bergegas melangkah perlahan
Semakin mendekati sang gadis
Hap!” Deri melompat setelah berjarak satu langkah dari gadis cantic itttu
Kini Deri sudah berada tepat di hadapan gadis bermata binar itu
Kecantikannya semakin tampak tersorot cahaya rembulan, membuat Deri sedikit gerogi
Melihat ada seseorang yang tidak dikenalinya, rihana langsung berdiri
Rupanya gadis itu adalah Rihana yang berhasil meloloskan diri dari rumah Hendrik
“Siapa kamu! Jangan coba-coba mmenyentuhku….! Atau kamu mau aku hajar hah!”
Karena pengalaman buruk yang terus ia alami, Rihana berubah menjadi beringas
Rihana tak peduli lagi jika akhirnya ia akan mengalami peristiwa buruk kembali
Yang penting baginya, saat ini ia harus berusaha membela diri
Untung saja, saat /Rihana masih berusia 12 tahun, ayah sempat mengajarkannya ilmu bela diri
__ADS_1
Jadi sedikitnya Rihana memiliki bekal ilmu bela diri
Cukup kiranya dipergunakan untuk membela diri
“Aku lebih baik mati, dari pada harus menyerah atau mengikuti kemauanmu, hah!” Rihana lagi-lagi berseru
Sepertinya, benar-benar urat takut Rihana telah putus
Sehingga tak tersisa rasa gentar dalam hatinya, menghadapi laki-laki berandal seperti deri
“Kenapa diam, hah!” Rihana menajamkan tatapannya
“I I iyaa Nona….”
Deri menjadi gugup
Kecantikan Rihana mengoyak naluri kelaki-lakiannya
Bukannya langsung menyergap rihana, Deri malah diam terkesima
Dari arah lain, personil lain pun bermunculan
Seorang yang dating dari arah belakang rihana, langsung mendekati dan hendak membungkam mulut Rihana
Namun, suara langkah kawanan geng motor itu terdengar oleh Rihana
Langsung saja Rihana memutarkan badannya, berbalik arah
Tangan kanannya sigap menangkis uluran tangan musuh
“aaart!”
Setelah menangkis, Rihana menendang perut Nono, yang tadi akan membungkam mulutnya
Nono terpelanting ke belakang, tangannya memegangi ulu hati yang terasa sakit akibat tendangan Rihana
Deri yang baru tersadar, malangkah maju, menerjang dengan tinjuannya mengarah pada leher Rihana
Rihana yang nmerasa ada hentakan angina dari belakangnya
Ia langsung menundukan kepala sedikit membungkuk
Dan pukulan itu memakan angina
Dengan tidak melihat ke belakang, telapak kaki Rihana menendang paha Deri, dengan gaya kuda menyapu tanah
“aaaaart!” Deri pun tersungkur, hamper tak bisa menjaga keseimbingan badannya
Selangkangannya merasa sakit yang lluar biasa
Bahkan sedikit lagi, mengenai burungnya
Tapi untung, itu tidak sampai terjadi
Perkelahian antara Rihana seorang diri, melawan 4 orang geng motor Tiger pun tidak dapat dihindarkan
__ADS_1
“Gunakan sapu tangan itu bodoh!”
Teriakan Liyan dari kejauhan menginngatkan Deri akan sapu tangan itu
“Iya ya, kenapa tidak sedari tadi aku menggunakan sapu tangan ini…..” Gerutunya pada dirinya sendiri
Deri merabba-raba sakunya mencari sapu tangan yang tadi diserahkan oleh Liyan kepadanya
“Di mana yaa….?” Deri tertegun
Tangan yang merogoh saku celananya, kembali ia tarik
Tak menemukan apa pun di saku celananya
Deri pun merogoh pada saku bajunya
“Ah, ini dia!” Deri menyeringai, tampak sapu tangan beracun sudah dalam genggamannya
“Hiaaaaat!”
Deri melompat, menyerang Rihana yang sedang berjibaku melawan 2 anak buah Liyan yang lainnya
“Aduh….!”
Rihana yang tak menyangka akan mendapat serangan mendadak, akhirnya terkulai lemas setelah sapu tangan itu berhasil menutup hidung dan mulutnya
Aroma dingin yang menyeruak dari sapu tangan, tak bisa terelakan
Rihana pun menghirup bau anyes zatpembius itu
Semakin lama,tubuhnya kian melemas
Pandangannya berkunang-kunang
Ingatannya pun timbul tenggelam
“Apa yang terjadi padaku….? Oh Tuhan, tolonglah aku…. Jangan biarkan aku kembali dalam keterpurukan…. Hiks hiks hiks….”
Kalimat terakhir itulah yang keluar dari lisannya, kemudian Rihana jatuh tak sadarkan diri
“Berhasiiiiil……!” Deri melompat-lompat kegiarangan
“Apa yang kau lakukan, bodoh!” Liyan menampar kepala Deri.
Liyan melihat kesal dengan tingkah konyol anak buahnya yang satu itu
“Iya Tuan, kalua sudah berhasil, aku tidak akanmendapat hukuman darimu bukan? Hihihi” Ucap Deri polos
Wah bagaimana kisah selanjutnya yaa?
Simak terus dan jangan lupa komennya ya Guis@
Maafkan bila banyak kata yang kurang tepat,
MMaklum masih belajar….
__ADS_1