Rihana Gadis Taruhan

Rihana Gadis Taruhan
RGT023


__ADS_3

“Itu Tuan orangnya….”


Telunjuk Deri tepat mengarah pada seorang gadis yang Nampak kebingungan


Di bawah pohon rindang, ia duduk selonjoran di atas tanah yang berserakkan beberapa daun yang gugur.


Wajahnya terlihat pucat dan letih.


Walau begitu, kecantikannya masih sangat jelas terpancar dari raut mukanya.


Seketika Liyan tertegun.


Langkahnya spontan terhenti.


Tatapannya bulat sempurna, memandangi gadis yang beberapa langkah jaraknya darinya


“Hmmm..


Tuan, apakah Tuan mendengar saya?”


Deri melirik sejenak kepada majikannya yang mendadak tidak bergeming


“Ohh I I iyaa,,, sungguh gadis yang sangat mempesona.”


Tak sadar, Lian bergumam


“Sekarang, apa yang harus kita lakukan Tuan?” Deri kembali bertanya


Sedangkan anak buah yang lain bersiap menunggu komando sang pimpinan besar Geng motor itu


“Baiklah, kita tidak boleh membuang-buang kesempatan. Sekarang kalian ringkus gadis itu, kalua ia melawan gunakan sapu tangan ini. Dalam sapu tangan ini sudah aku bubuhi aroma bius. Sehingga reaksinya nanti, ia akan terkulai tak sadarkan diri.:


Deri dan teman-teman satu gengnyaa pun bergegas melangkah perlahan


Semakin mendekati sang gadis


Hap!” Deri melompat setelah berjarak satu langkah dari gadis cantic itttu


Kini Deri sudah berada tepat di hadapan gadis bermata binar itu


Kecantikannya semakin tampak tersorot cahaya rembulan, membuat Deri sedikit gerogi


Melihat ada seseorang yang tidak dikenalinya, rihana langsung berdiri


Rupanya gadis itu adalah Rihana yang berhasil meloloskan diri dari rumah Hendrik


“Siapa kamu! Jangan coba-coba mmenyentuhku….! Atau kamu mau aku hajar hah!”


Karena pengalaman buruk yang terus ia alami, Rihana berubah menjadi beringas


Rihana tak peduli lagi jika akhirnya ia akan mengalami peristiwa buruk kembali


Yang penting baginya, saat ini ia harus berusaha membela diri


Untung saja, saat /Rihana masih berusia 12 tahun, ayah sempat mengajarkannya ilmu bela diri

__ADS_1


Jadi sedikitnya Rihana memiliki bekal ilmu bela diri


Cukup kiranya dipergunakan untuk membela diri


“Aku lebih baik mati, dari pada harus menyerah atau mengikuti kemauanmu, hah!” Rihana lagi-lagi berseru


Sepertinya, benar-benar urat takut Rihana telah putus


Sehingga tak tersisa rasa gentar dalam hatinya, menghadapi laki-laki berandal seperti deri


“Kenapa diam, hah!” Rihana menajamkan tatapannya


“I I iyaa Nona….”


Deri menjadi gugup


Kecantikan Rihana mengoyak naluri kelaki-lakiannya


Bukannya langsung menyergap rihana, Deri malah diam terkesima


Dari arah lain, personil lain pun bermunculan


Seorang yang dating dari arah belakang rihana, langsung mendekati dan hendak membungkam mulut Rihana


Namun, suara langkah kawanan geng motor itu terdengar oleh Rihana


Langsung saja Rihana memutarkan badannya, berbalik arah


Tangan kanannya sigap menangkis uluran tangan musuh


“aaart!”


Setelah menangkis, Rihana menendang perut Nono, yang tadi akan membungkam mulutnya


Nono terpelanting ke belakang, tangannya memegangi ulu hati yang terasa sakit akibat tendangan Rihana


Deri yang baru tersadar, malangkah maju, menerjang dengan tinjuannya mengarah pada leher Rihana


Rihana yang nmerasa ada hentakan angina dari belakangnya


Ia langsung menundukan kepala sedikit membungkuk


Dan pukulan itu memakan angina


Dengan tidak melihat ke belakang, telapak kaki Rihana menendang paha Deri, dengan gaya kuda menyapu tanah


“aaaaart!” Deri pun tersungkur, hamper tak bisa menjaga keseimbingan badannya


Selangkangannya merasa sakit yang lluar biasa


Bahkan sedikit lagi, mengenai burungnya


Tapi untung, itu tidak sampai terjadi


Perkelahian antara Rihana seorang diri, melawan 4 orang geng motor Tiger pun tidak dapat dihindarkan

__ADS_1


“Gunakan sapu tangan itu bodoh!”


Teriakan Liyan dari kejauhan menginngatkan Deri akan sapu tangan itu


“Iya ya, kenapa tidak sedari tadi aku menggunakan sapu tangan ini…..” Gerutunya pada dirinya sendiri


Deri merabba-raba sakunya mencari sapu tangan yang tadi diserahkan oleh Liyan kepadanya


“Di mana yaa….?” Deri tertegun


Tangan yang merogoh saku celananya, kembali ia tarik


Tak menemukan apa pun di saku celananya


Deri pun merogoh pada saku bajunya


“Ah, ini dia!” Deri menyeringai, tampak sapu tangan beracun sudah dalam genggamannya


“Hiaaaaat!”


Deri melompat, menyerang Rihana yang sedang berjibaku melawan 2 anak buah Liyan yang lainnya


“Aduh….!”


Rihana yang tak menyangka akan mendapat serangan mendadak, akhirnya terkulai lemas setelah sapu tangan itu berhasil menutup hidung dan mulutnya


Aroma dingin yang menyeruak dari sapu tangan, tak bisa terelakan


Rihana pun menghirup bau anyes zatpembius itu


Semakin lama,tubuhnya kian melemas


Pandangannya berkunang-kunang


Ingatannya pun timbul tenggelam


“Apa yang terjadi padaku….? Oh Tuhan, tolonglah aku…. Jangan biarkan aku kembali dalam keterpurukan…. Hiks hiks hiks….”


Kalimat terakhir itulah yang keluar dari lisannya, kemudian Rihana jatuh tak sadarkan diri


“Berhasiiiiil……!” Deri melompat-lompat kegiarangan


“Apa yang kau lakukan, bodoh!” Liyan menampar kepala Deri.


Liyan melihat kesal dengan tingkah konyol anak buahnya yang satu itu


“Iya Tuan, kalua sudah berhasil, aku tidak akanmendapat hukuman darimu bukan? Hihihi” Ucap Deri polos


Wah bagaimana kisah selanjutnya yaa?


Simak terus dan jangan lupa komennya ya Guis@


Maafkan bila banyak kata yang kurang tepat,


MMaklum masih belajar….

__ADS_1


__ADS_2