Rihana Gadis Taruhan

Rihana Gadis Taruhan
RGT024


__ADS_3

“Segera kau bawa dia! Ingat jangan pernah berbuat macam-macam kepadanya. Atau kau mau aku pindahkan kepalamu ke perutmu, hah!” Geram Liyan mengancam.


Tubuh Rihana yang terkulai tak sadarkan diri itu, akhirnya diboyong oleh Deri.


Dibaringkan di sebuah ruangan kecil tepat di sebrang arena adu balap liar.


Ruangan yang kecil dan pengap. Sepertinya tak ada pentilasi untuk keluar masuk udara. Bau lembab pun menyeruak, tak bersahabat dengan indera penciuman.


Liyan sengaja membawa Rihana ke tempat itu, agar tidak ada yang curiga dengan perbuatannya.


“Sekarang kita tunggu musuh bebuyutan kita. Apakah dia masih punya nyali!?”


Liyan dan geng motor Tiger kembali bergentayangan di jalanan Ibu Kota, sambil menunggu geng motor yang dianggapnya msuh bebuyutan.


“grung, grung, grung…..”


Dari kejauhan sudah terdengar sejumlah motor kian mendekat; Suara kenalpotnya yang nyaring, bisa terdengaar meski jaraknya masih sedikit jauh.


“Hah, itu mereka! Kita sambut…..!” Liyan bersiaga.


“Baik Tuan!” Sahut para anak buahnya hampir bersamaan.


Benar saja…..,


Banyak cahaya lampu motor yang menyorot dari kejjauhan.

__ADS_1


Semakin lama, kian jelas terlihat puluhan kendaraan roda dua porsi jumbo mendekat.


“hahahaha….., rupanya kalian datang juga yaa!? Liyan berteriak mengejek, ketika dilihatnya seorang laki-laki tegap dan tampan menepi dengan motor sportnya di pinggir jalan tak jauh dari tempat Liyan berdiri.


“Kau kira aku takut, hah! Tidak ada dalam kamus hidupku untuk menyerah dan mengakui geng motormu yang lebih hebat dari kami. Justru sebaliknya, kau tidak pernah mengakui jika sudah berkali-kali geng motormu kalah di beberapa tanding! Hahaha….” Hendrik yang baru saja turun dari motor mahalnya, menghampiri Liyan, dan menataapnya sinis.


“Kurang ajar kau, berani-beraninya berbicara seperti itu. Malam ini kita buktikan, siapa yang paling hebat di antara kita, akan mendapatkan piala yang cantik.” Liyan bergaya so’ jago. Tak memperlihatkan bahwa sebenarnya dia merasa hawatir. Sudah 7 kali dia menantang adu balap kepada Hendrik dan geng motor XP, namun tak pernah sekali pun ia dan anak buahnya memenangkan perseteruan itu.


“Apa maksudnya hah, kau mengatakan piala yang cantik…. Sudah kukatakanberkali-kali bukan, jika kita mau kembali beradu balap, pastikan tidak melibatkan perempuan untuk urusan ini. Terlebih jika seorang perempuan dijadikan hadiah dalam adu balap ini!”Raut wajah Hendrik seketika memerah.


Giginya gemeretak,menahan amarah yang sudah meluap. Tangannya mengepal,Dadanya naik turun, sorot matanya tajam menatap kea rah Liyan.


“Hahahaha, jadi kau takut? Ingat, aku yang menantangmu, dan aku yang menetapkan aturannya. Seorang gadis yang teramat cantic telah hadir. Gadis itu akan menjadi hadiah bagi sang juara. Hahahaha, dan perlu kau tahu, akulah yang akan menjadi pemenangnya. Hahahaha” Liyan terbahak, merasa sangat percaya diri, bahwa malam itu dialah yang akan menjadi sang juara adu balap.


Yang terpenting bagi Hendrik, siapa pun wanita yang akan dipertaruhkan dalam adu balap kali ini, tidak boleh menjadi korban.


Meski Hendrik seorang pemuda yang gemar berbuat brutal, bahkan ia sering melakukan tawuran dengan geng motor lain, tapi Hendrik memiliki hati yang baik.


Sebenarnya, ia sangat menghargai kaum perempuan. Seperti Hendrik yang sangat menyayangi Mominya. Walaupun Mominya tak menganggaap Hendrik ada. Buktinya, Hendrik sering kali ditinggal sendiri untuk urusan bisnis Mominya di luar negeri.


Hendrik pun tak rela jika terjadi pelecehan atau semisalnya pada sosok perempuan.


Bagi Hendrik, perempuan adalah makhluk yang harus dilindungi dan dijaga kehormatannya.


Haram bagi Hendrik sebagai seorang laki-laki, berbuat kasar kepada wanita mana pun.

__ADS_1


Malam itu pun, Hendrik harus berupaya sekuat tenaga menggagalkan rencana Liyan.


Hendrik paham betul karakter musuh bebuyutannya itu.


Selalu saja tergiur dengan wanita cantik.


Jika Liyan bertemu dengan perempuan yang cantik dan seksi, bisa dipastikan Liyan akan melahapnya, meski dengan apa pun caranya.


Singkatnya, Liyan adalah seorang laki-laki mata keranjang, atau juga bisa dibilang laki-laki hidung belang. Kurang lebih begitu…..


“Sudah, jangan banyak membuaal! Lebih baik sekarang kita buktikan pertarungan panas ini!” Hendrik sudah semakin memuncak amarahnya.


Adu balap itu dibagi ke dalam beberapa tahap.


Pertama


Lima personil dari geng motor masing-masing harus menunjukan keahlian mereka dalam mengendarai sang motor jumbo.


Tehnik dan kecepatan yang diukur melalui stopwatch, menjadi penilaiannya.


Hendrik menyiapkan 5 orang anak buahnya yang sangat dipercaya. Begitu pun Liyan, dengan gaya angkuhnya memberi intruksi kepada sejumlah anak buahnya untuk maju ke medan laga.


“Ingat, kalian tidak boleh mempermalukan aku di depan si Hendrik. Aku tidak mau lagi kejadiankejadian lalu terulang kembali. Aku ingin mala mini menjadi milikku! Kalian paham itu!?” Liyan menajamkan penglihatannya, seperti seekor Elang yang mengintip mangsanya.


“Ba ba baik Tuan…..” Dengan suara bergagap, para anak buahnya menjawab perlahan.

__ADS_1


__ADS_2