
Sesaat lagi, pertarungan adu balap antara dua geng motor besar di kota metro politan itu akan segera dimulai.
Lima orang personil geng motor XP maupun 5 orang geng motor Tiger, telah bersiap di atas tunggangan kuda besinya masing-masing.
Dari club motor XP, diwakili oleh Josep, sang asisten kepercayaan. Riko, Faisal dan dua orang lainnya.
Lima ponggawa geng motor XP terlihat santai, tenang penuh percaya diri.
Berbeda dengan lima orang anak buah Liyan yang tampak tegang, dan terlihat gelisah.
Mereka adalah, Bombom sang pengawal Tuannya. Lainnya, bersiap juga Deri, Nono dan dua orang berperawakan pendek namun berisi.
Malam akan menjadi saksi, perseturuan dua kelompok geng motor terbesar di kota itu, menentukan nasib mereka di dunia club motor brutal.
Di tempat lain…..
Rihana yang baru saja tersadar. Pandangannya menyapu seluruh ruangan yang gelap dan pengap itu.
Bau apek yang menyeruang, membuat Rihana menutup hidung mancungnya.
Keningnya mengerennyit, berusaha mengingat apa yang sudah terjadi sebelumnya.
“Ada di mana aku sekarang?” Gumam Rihana.
Tangannya yang lembut dan halus, mengusap rambut ikalnya yang tergerai tak karuan.
“Huh… mengapa harus begini nasibku. Hidup seorang diri, betul-betul menjadi perahu kecil yang terombang-ambing ombak samudra.” Rihana membuang nafasnya kasar. Meratapi dirinya yang terus mengalami peristiwa pahipahit dan sadis.
Rihana pun beranjak, “Aku sudah ingat,…., pasti iniruangan untuk menyekapku agar tidak bisa meloloskan diri dari penjahat-penjahat itu. Dasardurjana!”
Rihana menjadi geram, saat memorinya kembali mengingat kejadian iadikepung kawanan geng motor.
Rihana mencoba mendorong pinturuangan itu yangternyata terkunci dari lluar.
“Tapi aku tidak boleh pasraah, apa pun harus kulakukan untuk keluar dari neraka ini.”
Rihana berdiri kukuh, dan…
__ADS_1
“brook!”
Kaki Rihana menghentak dengan tenaga penuh, mendobrak daun pintu.
Sepertinya terbuat dari bahan jati. Pintu itu tak bergeming.
“Aku harus mencobanya lagi….”
Rihana mengulangi hentakannya. Tenaganya dikumpulkan pada sepasang kakinya. Kemudian Rihana mundur tiga langkah mengammbil ancang-ancang.
“Hiaaat!”
“bruk!” Akhirnya, pintu itu sedikit terbuka. Engsel dari salah satu bagian pintu sudah rapuh. Sehingga tidak mampu bertahan, ketika menerima terjangan kaki Rihana.
Cela yang terbuka, cukup menjadi jalan keluar bagi tubuh Rihana yang ramping.
Namun, baru saja melangkah,
“Hei, jangan mencoba melarikan diri, hah!” Sebuah teriakan ditujukan kepada Rihana.
Hati Rihana berdetak kencang. Wajahnya yang ayu menoleh ke sumber suara.
“Hahahaha….., kau mau ke mana cantik?”
Tersorot sinar rembulan, membuat Rihana bisa melihat dua orang yang datang menghampirinya.
“cih, mau apa lagi kau ke mari!?” Serru Rihana garang.
“Hahahaha, apa aku tidak salah dengar? Seharusnya aku yang bertanya, mau ke mana kau sekarang? Dengar ya, gadis secantikdirimu tidak akan pernah kubiarkan pergi. Malam ini adalah mmalam untuk kita bersenang-senang sayang…..”
Rupanya yang datang itu adalah Liyan bersama Koko anak buahnya yang lain.
Kurang ajar kau! Tentu aku akan berusaha menyelamatkan diriku dari kebiadaban nafsumu, hah!” Rihana semakin memuncak amarahnya.
“hihihihi, aku sangat suka kau saat marah. Terlihat lebih mempesona dan menggoda, hahaha.” Liyan dengan wajah genitnya, menatap Rihana penuh sahwat.
“Benar-benar ya, kau tidak bisa dibiarkan! Aku lebih baik mati dari pada harus melayani nafsu bejatmu!” Amarah Rihana sudah tidak bisa terbendung lagi.
__ADS_1
“Hiaaat!”
Setelah memmasang kuda-kuda yang kokoh, Rihana menghantapkan pukulannya mengarah pada dada Liyan.
Namun, Koko yang berada di samping Liyan sejak tadi, melompat ke depan Liyan dan menangkis pukulan rihana dengan tangan kanannya.
Art!” Teriak Rihana sedikit terpelanting ke belakang.
“hei, lawan aku dulu! Nona yang manis harus kuringkus untuk dijadikan teman bermalam Tuanku.” Koko menyeringai, memperlihatkan gigi kuningnya.
Rihana tak membalas ocehan Koko. Ia kembali memasang kuda-kudanya.
Tatapan Rihana tajam, membuka telapak tangannya lebar. Menekuk ujung buku jari-jarinya. Kemudian dengan gerakan cepat ia menerjang Koko.
Satu senti cakaran rihana akan mengenai wajah koko, ia memalingkan wajahnya ke samping. Cakaran Rihana pun mengenai tempat kosong.
Satu detik berselang, Koko menggerakan telunjuknya, memijat urat saraf di bagian leher Rihana. Dan….
“Bruk”
Rihana terjatuh lemas. Urat saraf di lehernya, berhasil di totok oleh Koko.
Tubuh Rihana terasa lemas dan tidak bisa sedikit pun digerakan. Hanya bola matanya saja yang bergilir, dan suaranya yang menjadi pelan tak bertenaga.
“Kurang ajar kalian, beraninya sama perempuan yang lemah…..” Suara Rihana yang nyaris tak terdengar, hanya di balas dengan gelak tawa Liyan yang terbahak.
“Ingin segera rasanya aku membawamu ke tempat peraduan, hahaha” Nafas Liyan semakin terengah.
Pikiran kotornya sudah trefeling ke dunia 17 tahun ke atas. Ia pun menelan salifanya, berusaha menahan gejolak sahwatnya yang kian memburu saat menatap wajah Rihana yang putih mulus.
Selanjutnya bagaimana yaa /Guis?
Ikuti terus kisahnya yaa…..!
Semoga bisa menghiburmu….😊
Boleh kok saran, kritik dan komennya di kolom komentar…..😁🙏
__ADS_1