Rihana Gadis Taruhan

Rihana Gadis Taruhan
RGT020


__ADS_3

"kriiing"


Handphone milik Hendrik bergetar. Ketika dilihat, rupanya panggilan dari Joseph asisten kepercayaannya di klub motor.


"hallo!" Hendrik mengangkat panggilan itu.


"Maafkan Bos, situasi tidak mendukung kami, untuk melindungi Bos. Ampuni kami Bos, untuk mengalihkan dan memecah konsentrasi dari barisan musuh, maka kami tadi berpencar agar perhatian prajurit polisi Kunkun menjadi terbagi. Namun sayang..., kami tidak bisa menjaga Bos tadi." Joseph tersedu menyampaikan penyesalannya, pada bos besar klub motor XV itu.


"hmm..." Hendrik hanya membuang nafasnya kasar.


"Betul-betul kami mengkhawatirkan nasibmu bos, yang berhasil ditangkap oleh pihak Polisi kunkun. Sekarang posisi ada di mana Bos, biar kami kembali mengatur strategi..."


"Sudahlah, aku sekarang ada di rumahku. Jika kalian mau, Datanglah ke sini." Jawab Hendrik Ketus.


"Baik bos, kami segera datang...",


"tut" Panggilan pun terputus.


""deg"


Hati Rihanna bergetar ketika tatapan Hendrik beradu dengan pandangannya.

__ADS_1


Rihanna menunduk malu, sejak tadi Rihanna mencuri pandang pada wajah tampan Hendrik, saat mengangkat telepon dari Joseph tadi.


"Kenapa...?" Tanya Hendrik melihat Rihanna yang sedikit gugup.


"Ti ti tidak Tuan..." Rihanna menjawab terbata-bata. Jemarinya saling berpautan menahan gejolak rasa yang aneh dalam hatinya, saat menatap Hendrik.


"Kalau begitu, minumlah dan nikmati kue ini. Percayalah, segalanya pasti aman untukmu. Aku jamin itu." Ucap Hendrik dengan raut wajah serius.


"Ma maaf Tuan, apakah yang tinggal di rumah ini hanya Tuan seorang diri?" Rihanna bertanya penasaran.


Hendrik menatap manik coklat mata Rihanna sambil tersenyum, "Kedua orang tuaku sampai sekarang masih berada di luar negeri. Iya, di Australia tepatnya. Mereka semua lebih memilih bisnisnya dibanding dengan keluarganya sendiri. Iya, seperti aku anak semata wayangnya, yang tega ditinggalkan mereka demi harta dunia. Aku tinggal bersama dengan Bi Siti seorang pelayan yang sudah ku anggap sebagai ibuku sendiri. Sebab, perhatiannya yang sangat besar. Bahkan semenjak aku kecil Bi Siti yang selalu menjaga dan merawatku sampai detik ini." Hendrik mengusap wajahnya kasar.


Rihanna dengan penuh perhatian, mendengarkan setiap penuturan Hendrik.


"tok tok tok" Gaun pintu diketuk dari luar.


Tak lama Joseph bersama dengan empat orang lainnya memasuki rumah besar Hendrik.


" Langsung saja ke sini Jo." Teriak Hendrik dari dalam kamar.


Suara langkah kaki beberapa orang pun terdengar mendekat.

__ADS_1


" Syukurlah Tuhan, tuan Bos sudah bisa selamat. Kami sangat mengkhawatirkan nasibmu Bos." Ucap Joseph mengangguk hormat.


Sekilas Joseph melihat ke arah Rihanna yang terduduk di tepi ranjang.


"Wah, Siapakah gadis itu, cantik benar....." Josep menelan ludahnya kasar.


"ck matamu itu lho..., kuharap dijaga!" Hendrik mendengus kasar. Sudah bisa menebak Arah pandangan jahil orang kepercayaannya itu.


"ah tidak Bos, hanyaaaa...." Joseph salah tingkah.


"Ini adalah Rihanna, seorang gadis yang kutemukan di rumah tahanan Kuncoro. Lalu aku bawa dia pergi. Sudahlah, nanti kita akan bahas lebih lanjut lagi. Aku pun belum berbicara banyak dengan nona cantik ini." Hendrik mencoba mengalihkan topik pembicaraan.


" Coba sekarang ceritakan bagaimana sehingga tadi kalian bisa berpencar, dan membiarkan aku berjuang sendirian menghadapi keganasan si Kuncoro hah."


Joseph dan keempat temannya saling menatap. Belum ada yang berani memulai untuk berbicara.


"Begini Bos..." Akhirnya Joseph mengalah, untuk memberikan keterangannya terkait kejadian tadi.


*************


Bagaimana selanjutnya guys...

__ADS_1


Tetap setia membaca kisah ini sampai tamat ya guys.....


Boleh kok silaturahminya di kolom komentar.....


__ADS_2