Rihana Gadis Taruhan

Rihana Gadis Taruhan
RGT007


__ADS_3

"Maaf Pak, aku menemukan jasad yang sudah hangus terbakar di sebagian tubuhnya. Diduga dia berjenis kelamin laki-laki, sepertinya salah seorang penghuni rumah ini. Kondisinya sangat mengenaskan, tidak mengenakan pakaian dan terdapat ceceran darah dari beberapa bagian tubuhnya." Ucap seorang berseragam petugas pemadam kebakaran seraya menunduk hormat kepada kepala tim kepolisian itu


"Baiklah, aku akan segera memerintahkan tim untuk melakukan olah TKP di tempat ini." Intonasi tegas Kefin kepala tim kepolisian itu sambil mwmbubuhkan tanda garis polisi pada pintu dan dinding rumah yang tidak terkena amukan sang jago merah..


Tiga minggu kemudian, divisi humas Kepolisian mengumumkan bahwa peristiwa kebakaran yang terjadi tempo lalu adalah kasus pidana. Kebakaran diduga berawal dari pemantik api yang tersulut karena adanya cairan bensin yang sengaja disiramkan pada jasad korban. Adapun jenazah yang ditemukan di salah satu kamar rumah itu, adalah laki-laki dengan sejumlah jejak luka akibat tusukan benda tajam, dari hasil pemeriksaan otopsi ahli forensik.


Setelah dikumpulkan sejumlah barang bukti, berikut keterangan beberapa saksi, termasuk Darto penjual bubur yang kebetulan melintas dan menyaksikan peristiwa kebakaran itu, maka tim penyelidik kepolisian menetapkan bahwa pelakunya tunggal berinisial RPH. Selanjutnya akan ditingkatkan statusnya menjadi tersangka.


Sungguh Rihana tak pernah bermimpi seburuk seperti kenyataan yang tengah dihadapinya saat ini. Kini Rihana menyandang gelar DPO (daftar pencarian orang), yang diburu dan dikejar Polisi dengan tuduhan kejam.

__ADS_1


Hari-hari Rihana dijalani dengan bulir air mata yang sudah menjadi sahabat baginya. Keringat bercampur debu yang menerpa wajahnya, sama sekali tak dihiraukannya. Terus berjalan tersorot terik matahari, atau tersimbah air hujan yang mengguyurnya dari kejauhan di atas sana.


Pakaian yang compang-camping, rambut kusam panjang tergerai tak beraturan, bau badan yang mencolok, karena Rihana tak lagi mau mengurusi badannya. Pikiran yang kalut, membuatnya melupakan mandi atau sekedar mencuci mukanya.


Rihana tampak berdiri di tepi sebuah tempat pembuangan sampah, dengan kantong plastik di tangannya, Rihana memilah dan memilih sisa makanan yang dibuang orang, untuk mengganjal perutnya pagi itu. Telapak tangannya yang mungil, berulang kali mengelus-elus permukaan kulit perutnya yang sejak tadi tak berhenti mengoceh.


"tak tok tak tok..." Suara beberapa pasang langkah sepatu Jungle, terdengar mendekati Rihana yang sedang ******* sisa makanan basi dengan gigi grahamnya. Rihana sedikit menoleh ke arah datangnya suara itu.


Benar saja, tiga orang berseragam coklat tua berlari menghampiri Rihana. Rihana tertegun dengan mata yang membulat sempurna.

__ADS_1


"Kami perintahkan Saudari tidak melawan...!" Ancam salah seorang di antaranya sambil menodongkan pucuk senjata apinya. Rupanya mereka adalah personil kepolisian yang sudah mengendus keberadaan Rihana Putri Hidayah.


"Kami ditugaskan untuk membawa saudari ke kantor polisi. Ini surat perintah penangkapannya...!"Lanjut anggota polisi yang lainya, yang bertubuh gempal, dengan kumis lebatnya sedikit menutup bibirnya, membuat ucapannya terhalang dan tidak jelas.


Rihana tak bergeming, hanya tatapannya tajam disusul bulir air mata berjatuhan menyapu pipi kusambya.


Pasukan tiga sekawan kepolisian, menjadi terdiam. Wntah mengapa, ketika melihat Rihana menangis, hati mereka pun ikut pilu. Merasakan juga perih dalam batinnya. Mereka sangat bisa membedakan orang baik atau sebaliknya, dari sorot matanya. Tentu karena mereka berbekal pengalaman yang cukup sewaktu berhadapan dengan aksi-aksi kriminal.


*******

__ADS_1


__ADS_2