Rihana Gadis Taruhan

Rihana Gadis Taruhan
RGT015


__ADS_3

Mbok Darmi yang mendengar kentukan di pintu, ia pun mmbukakannya dengan rasa yang semakin tak menentu.


Seorang pria dengan perawakan tinggi besar, berkulit coklat kehitaman, berdiri tersenyum genit pada Mbok Darmi


Entah mengapa, rasa yang berguruh dalam dada Mbok Darmi, telah memberi tenaga berlipat, seakan menuntun Mbok Darmi untuk membalas senyuman genit itu dengan wajah yang sangat berbinar. Hasrat Mbok Darmi pun seolah ingin mendapatkan rangkulan dan kecupan dari pria yang tak lain adalah nara pidana Jono.


Nafas Mbok Darmi pun terasa semakin berat. Tampak dari getar suaranya sewaktu menyapa Jono.


"Si si silakan masuk Tuan..." Mbok Darmi terlihat gugup.


Laki-laki yang baru kali pertama bertemu dengan Mbok Darmi itu, mengangguk dan melangkah masuk.


Tatapan Jono menyelisik ke seluruh sudut ruangan, namun ia tak menemukan orang lain kecuali wanita paruh baya itu.


"Mungkinkah yang sebenarnya dimaksud oleh Tuan Kunkun adalah dia..." Jono berpikir sejenak.


Di kamar mandi, Rihana memasang telinganya, menerka apa yang terjadi di luar. Rihana pun menahan diri untuk tidak menampakan keberadaannya di tempat itu, sebab suara pria itu bukan suara Polisi Kunkun. Perasaannya pun semakin tak enak. Bisa saja dirinya dijebak oleh Polisi Kunkun, dengan mendatangkan orang asing untuk mengganggunya.

__ADS_1


Bayangan kelamnya pun kembali muncul, ketika Herdi ayah tirinya memperdaya Rihana demi menyalurkan nafsu binatangnya..


*******


"tapi, siapa pun dia, aku harus tetap bisa menunaikan tugasku... Apa lagi sudah lama aku tak merasakan keindahan bersama wanita. Aku tidak mempedulikannya. Yang terpenting bagiku, aku segera terlepas dari neraka ini." Gumam Jono.


"Maaf Tuan, mengapa anda terdiam, seperti sedang melamun? Bukankah kedatangan Tuan ke mari untuk bertemu denganku..." Ucap Mbok Darmi lebih agresif.


Dilihat dari raut wajahnya, bisa ditebak bahwa Mbok Darmi adalah seorang wanita yang cantik juga. Sisa kecantikannya masih sedikit tampak.


Mbok Darmi menyodorkan segelas air jeruk kepada Jono, yang seharusnya minuman itu untuk Rihana. "Sudahlah Tuan, anda pasti haus bukan? Minumlah ini..."


Seperti terhipnotis, tangan Jono pun menyambut uluran tangan Mbok Darmi yang memberinya air jeruk itu.


Jika dipadankan, antara Jono dengan Mbok Darmi, sepertiinya usia keduanya tidak terpaut jauh. Bahkan sangat serasi jika disandingkan. Wajar kalau ada yang melihat, tentu akan menyangka Jono dan Mbok Darmi adalah sepasang suami istri.


Sepintas bayangan istrinya melintas dalam benak Jono. Mmemang ada kemiripan, Mbok Darmi dengan istri Jono yang telah meninggal satu tahun lalu. Terutama dari bentuk wajah dan warna kulit. Membuat Jono sangat merindukan sosok istrinya.

__ADS_1


Saking rindunya, menurut pendengaran dan penglihatan Jono, wanita paruh baya di hadapannya adalah Sumi istrinya.


Dengan suaranya yang bergeletar, dan senyumnya yang merekah, Jono berseru lirih, "Sumii..."


Mbok Darmi yang sudah tak sanggup mengendalikan diri, langsung melingkarkan tangan kirinya membelit mesra pinggang Jono. Sedangkan tangan kanan Mbok Darmi menegukan minuman jeruk ke mulut Jono. Tanpa pikir panjang, Jono pun meminumnya hingga tandas.


Suara keduanya pun semakin tak terdengar. Menyisakan udara yang keluar masuk dari hidung mereka, sehingga saling beradu. Sebab, jarak wajah Mbok Darmi dengan wajah Jono pun nyaris bersentuhan, tinggal satu senti antaranya. Apa lagi Jono pun menjadi penikmat kedua setelah Mbok Darmi, dari minuman jeruk yang dibubuhi gula pasir dengan campurran serbuk perangsang. Ya, sudah bisa dibayangkan, betapa membludak sahwatnya.


Karena semakin tak terdengar suara kehidupan di luar, Rihana yang masih berada di dalam kamar mandi, mencoba mengintip dari celah pintu kamar mandi itu, yang sengaja Rihana buka sedikit.


**********


Semoga bisa menghibur ya Guys.....


Maafkan ya jika bahasa atau penulisannya masih kurang baik...


Boleh kok silaturahminya di kolom komentar...

__ADS_1


__ADS_2