Rihana Gadis Taruhan

Rihana Gadis Taruhan
RGT021


__ADS_3

Joseph pun menceritakan kejadian saat polisi kunkun dan pasukan patrolinya mengejar geng motor XV, dengan persenjataan yang lengkap.


Kejar-kejaran kendaraan bermotor pun terhenti saat Joseph dan kawan-kawan menemukan jalan buntu di sebuah gang kecil.


Tidak terelakkan lagi, baku hantam pun terjadi antara pasukan geng motor XV dan pasukan polisi kunkun.


Karena jumlah yang tidak sebanding, juga pasukan geng motor XV yang tidak berbekal senjata apapun, akhirnya satu persatu anggota geng motor XV pun terluka dan tumbang. Diantaranya, ada yang tidak sadarkan diri setelah menerima pukulan dan hantaman dari musuh.


Untuk itu, Joseph mengalihkan perhatian dengan melemparkan rokoknya ke sebuah atap rumah.


Api pun mulai menjalar dari percikan batang rokok yang menyulut kabel-kabel membentang di atas atap itu.


Joseph memerintahkan dengan siulannya, yang hanya bisa dipahami oleh anak buahnya, untuk segera berpencar membagi dalam beberapa kelompok, dan berlarian ke arah yang berbeda. Sehingga membuyarkan konsentrasi polisi untuk bisa menyergap geng motor itu.


"Saat itulah Aku tidak melihatmu sama sekali Bos." Joseph menunduk merasa bersalah.


"Iya, ketika kalian dikejar oleh si Kuncoro dan balad-baladnya, salah seorang di antara mereka menodongkan pistolnya kepadaku. Beberapa lama kemudian, si Kuncoro pun muncul dan memerintahkan anak buahnya untuk menangkapku, selanjutnya menggiringku ke rumah tahanan, di mana ia bertugas. Namun, ada celah untuk aku berontak, ketika sudah berada di sana. Hingga akhirnya aku pun bisa meloloskan diri, dengan tidak sengaja bertemu dan membawa Rihana." Hendrik membuang nafasnya kasar, dan mampir sebentar untuk menatap Rihanna yang masih tertegun.

__ADS_1


"Baiklah Bos, sekarang aku mau melaporkan tentang hal lain." Joseph mengangkat kepalanya dan menunjukkan raut wajah serius.


"Apa...! ceritakan saja...!" Ucap Hendrik singkat.


"Kita menerima undangan tantangan Bos..."


"Maksudnya...! cepat ceritakan, jangan bertele-tele." Hendrik mendengus kesal.


"Kita di tantang untuk beradu balap Bos oleh geng motor Tiger, malam ini di tempat biasa."


Joseph yang menerima surat tantangan dari geng motor Tiger pun menjelaskan, bahwa peraturan adu balap nanti malam akan memperebutkan seorang gadis cantik, yang berhak memperolehnya adalah kelompok yang memenangkan pertandingan.


Sebenarnya hal itu sudah bukan lagi rahasia di antara geng motor yang gemar melakukan adu balap liar di jalanan umum.


Rihanna yang mendengar penuturan Joseph seketika menjadi pucat wajahnya mengingat masa kelamnya dulu.


Terlintas pula dalam benaknya, takut dirinya menjadi korban perlakuan tidak senonoh dari Hendrik dan kawan-kawannya.

__ADS_1


"Kalau begitu, aku harus berusaha untuk melarikan diri dari sini. Agar tidak menjadi korban pemuas nafsu mereka. Takuuuuut...." Celoteh Rihanna dalam hatinya.


"ck, kalau adu balapnya sih oke tapi aku tidak mau sampai mengorbankan wanita sebagai piala bagi yang juara. Baiklah tantangannya aku terima tapi aku harus berusaha keras untuk menjadi pemenang dan aku tidak akan memakai wanita itu." ungkap Hendrik tegas.


"Kami akan patuh terhadap apapun keputusanmu Bos." Joseph dan keempat kawannya saling bersahutan, menjawab pernyataan Hendrik Ketua Besar geng motor XV itu.


"Untuk mempersiapkan segala sesuatunya, aku percayakan kepadamu saja. Aturlah sekarang di markas kita." Hendrik memberikan komandonya.


'"Siap bos, laksanakan.!" Kelima anggota geng motor XV itu hampir bersamaan mengangkat tangannya, dan mengangguk tanda setia.


*************


Ikuti terus ya guys ceritanya.....


Boleh kok silaturahminya di kolom komentar.....


Baca juga ya episode berikutnya...

__ADS_1


__ADS_2