Rihana Gadis Taruhan

Rihana Gadis Taruhan
RGT026


__ADS_3

Jalanan kota Metro politan itu seketika disulap menjadi arena balap liar dari sejumlah warga negara perusak ketentraman masyarakat.


Lima orang geng motor XP Ddan geng motor Tiger berbaris di garis start yang telah dipersiapkan sebelumnya.


Seseorang yang telah disewa, bersiaga menjadi wasit di depan monitor CCTV.


“Satu……,


Dua…….,


Tigaaaa………!”


Laki-laki berrambut pelontos itu berteriak sambil mengacungkan bendera hitam pertanda pertarungan balap liar itu dimulai.


“grung, grung, grung…..!” Suara memekakan memecah synyinya malam itu.


Bombom dan kawan-kawannya segera tancap gas. Merinding di bagian bokongnya terasa menggelikan.


Perasaannya sudah terbang lebih dulu melampawi garis finish, dan keluar sebagai pemenang.


Namun sayang, itu hanya terjadi dalam angan-angannya saja.


Kenyataannya, beberapa meter motor sport Deri dipacu dengan kecepatan maha dahsyat, roda depan motornya tiba-tiba meledak.


“daaaar!” Motor gede yang dikendarai Deri pun oleng.


Tapi Deri tidak menghentikan laju kendaraan jumbonya itu. Ia tetap melaju kencang terbirit-birit meski keseimbangan mengendarai kendaraan roda dua itu sudah tak karuan.


30 centi di belakangnya, Riko dari geng motor XP MENYALIP DAN MELEWATI Deri .


Laju kendaraan jumbo Deri yang tengah sempoyongan, sengaja Deri pepetkan kea rah motor Riko yang berusaha melewatinya.


“breeeeet!”


Saat Riko mendekati Deri, baju kaosnya ditarik dari belakang oleh Deri.


“brak!”


Riko pun terjatuh dan menindih Deri yang tengah sempoyongan di atas motornya.


“Aaaart!” Teriak mereka hampir bersamaan.


“Kurang ajar kau!” Riko berusaha bangkit, dan tangannya disodorkan untuk menjambak rambut Deri.


“Aaaaart!” Rintih Deri kesakitan.

__ADS_1


“Kau sudah bermain licik, hah!” Geram Riko dengan gigi yang gemeretak menahan amarah.


“Hahaha, aku memang sengaja melakukannya. Dari pada kelompokmu yang harus menang!”


“Dasar geng motor biadab!”


Riko menghantamkan kepalan bulatnya menuju dahi Deri.


Deri tak tinggal diam, melihat wajahnya dihampiri bogem mentah, Deri menggilirkan kepalanya ke samping.


Tinjuan pun memakan angin.


Perkelahian Deri dan Riko terjadi di tengah arena balap liar itu.


Kondisinya seimbang, jika Deri berhasil memasukan hantamannya kea rah sasaran, satu detik kemudian Riko pun berhasil menghadiahkan tendangannya ke bagian anggota badan Deri.


Hingga…..


“Apa-apaan kalian, hah!” Suara teriakan Liyan yang berlari menghampiri tempat kejadian perkara.


Deri dan Riko bersamaan menoleh kea rah sumber suara.


“Perbuatan bodo apa yang sudah kau lakukan!” Liyan menatap tajam Deri anak buahnya.


“Ini Tuan, dia yang memulainya lebih dulu…..” Ucap Deri menunjuk Riko sebagai biang keladinya.


Liyan langsung menentukan sikapnya, sambil berteriak kepalan tangannya didorong ke depan dengan tenaga penuh.


“hiaaaaat! Raasakan ini! Aku tahu bahwa kau yang membuat gara-gara, hah!”


Merasakan angin perbawa hentakan tinjuan Liyan mengarah pada cuping hidungnya, Riko menggerakan sepasang tangannya menyilang membentuk tanda kali, menghalangi hidung besarnya.


“dug!” Suara bentrokan tulang lengan dan kepalan bulat Liyan yang beradu, menimbulkan suara ngilu.


Art!” Keduanya terpelanting tiga langkah ke belakang, pertanda tenaga mereka seimbang.


“Kau berani melawanku, hah!” Geram Liyan.


“Tentunya, kau tak ubahnya seperti kecoa yang bertahun-tahun tak mandi terlihat di mataku yang indah ini tahu!” Riko mengejek.


“Bedebah! kalau begitu, rasakan ini……!”


Liyan melompat ke udara, kakinya melayang menghentak ke depan dengan telapak kaki yang terbuka sempurna.


Arah yang dituju adalah perut Riko yang sedikit buncit. Mungkin terlalu banyak mmakan malam…..

__ADS_1


Riko dengan cekatan menggeserkan badannya ke samping.


Ketika datang kaki Liyan yang menghampiri pinggang Riko, Riko menangkap kaki Liyan itu kuat-kuat.


Dengan tenaga penuh, Riko menarik kaki Liyan, kemudian didorongkan dengan hentakan sepasang tangannya.


Liyan yang tak menyangka akan menerima perlakuan seperti itu dari Riko, tidak sanggup lagi menahan keseimbangan badannya saat terpelanting ke belakang.


“bruk!” Liyan jatuh terduduk. Bokongnya menimpa tanah aspal yang sedikit berbatu.


“aaaart!” Wajah Liyan meringis menahan sakit pada bokongnya.


“hahahaha, baru segitu saja, kau sudah roboh! Dasar makhluk taka da akhlak!” Riko semakin mengompori Liyan.


Bombom sang asisten Liyan, yang mendengar adanya keributan dari araah belakangnya, ia pun menoleh.


Padahal Bombom sudah berada di posisi memimpin, melaju di jalur terdepan dari pesaingnya.


Ketika indera pendengarannya menangkap suara rebut dari belakangnya, Bombom pun akhirnya memutuskan untuk menghentikan laju kuda besinya, dan mencoba menoleh kea rah sumber suaara gaduh itu.


Bombom pun terhenyak kaget, ketika melihat Tuannya terduduk meringis di atas aspal berbatu.


“Wah, ada yang tidak beres sepertinya!” Gerutu batin Bombom.


Bombom memutar balik kendaraan mewahnya, menuju lokasi Liyan yang tengah meratapi nasibnya.


Saat sudah semakin mendekat, Bombom melihat Liyan yang berusaha mengangkat bokongnya untuk berdiri kembali, tapi seperti sangat kesulitan. Bibirnya meringis dan menjulurkan lidahnya, seolah menahan nyeri.


Tangan Liyan mengusap bokong atletisnya, memeriksa kalau-kalau ada yang janggal dari posisi tulang ekornya. Mengingat, bokongnya yang keras menimpa jalanan berbatu itu.


“Hei, wadya balad Tiger, serang komplotan geng motor XP yang biadab ini!” Tidak dinyana, Bombom melengkingkan suaranya, menyeru seluruh personil prajurit geng motor Tiger untuk menyerbu geng motor XP.


Mendengar perintah mutlak dari sang wakil pimpinan, puluhan geng motor Tiger langsung melingkup mengelilingi Riko.


Tak tahu dari mana asalnya, seluruh geng motor Tiger itu menghunus golok panjang, digenggam di tangan kanan mereka masing-masing.


Melihat gelagat yang super tidak beres, Hendrik melangkah cepat kea rah kerumunan anak buah Liyan yang tengah mengepung Riko.


“Tidak begitu caranya woy!” Hendrik berseru.


Wah bagaimana kelanjutannya yaa….?


Penasaran nggak sih…..?😁


Semoga bisa menghibur yaa…..😘

__ADS_1


Mohon maaf jika banyak hal yang kurang berkenan…….😁🙏


__ADS_2