Rihana Gadis Taruhan

Rihana Gadis Taruhan
RGT019


__ADS_3

Tidak membuang waktu, Hendrik mempercepat langkahnya meninggalkan rumah tahanan yang sedang ricuh karena kejadian konyol Mbok Darmi dan Jono di sana.


Tubuh Rihanna yang masih terkulai, dibaringkan di atas tempat tidur, di sebuah kamar setelah Hendrik tiba di rumah besarnya.


"huh, Akhirnya aku bisa lolos dari neraka itu." Hendrik membuang nafasnya kasar.


Hendrik meninggalkan Rihanna dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang basah oleh keringat.


Di tempat lain, polisi kunkun sedang meluapkan emosinya...


" Kurang ajar kalian semua, tidak bisa diandalkan. Kalian semua memang brengsek, termasuk kamu Darmi, perempuan tua yang tidak berguna!" Polisi Kunkun semakin garang


"plak!"


Sebuah tamparan hinggap di pipi Mbok Darmi.


" Mbok Darmi seketika terbanting ke belakang, akibat tamparan itu, "Ampun Tuan, ampun... sungguh si Mbok tidak mengerti dengan apa yang terjadi... Ampun Tuan..." Wajah Mbok Darmi semakin pucat.

__ADS_1


Rihanna perlahan menggeliat, matanya yang lentik mulai terbuka dan melirik ke seluruh penjuru ruangan. Dahinya mengkerut, merasa bingung dengan tempat yang asing baginya itu.


"Di mana aku sekarang..." Gumam Rihana sambil berusaha mengingat kejadian terakhir yang dia alami.


Rihanna mencoba bangkit dan duduk di tepi ranjang, dengan kaki menggantung ke bawah. Pandangannya tak henti menyelisik ke seluruh penjuru di kamar itu.


Hendrik yang selesai berganti pakaian, menghampiri Rihanna yang sedang tertegun.


"Rupanya sudah siuman nona?" Hendrik tersenyum hangat sambil menyimpan minuman teh manis dan kue di atas meja kecil sebelah tempat tidur.


Bola mata Rihanna membulat sempurna, melihat pria tampan tersenyum kepadanya.


"Silakan diminum Nona, pasti haus bukan? Tak perlu takut, sungguh Aku orang baik. Percayalah....." Hendrik sangat paham dengan perasaan Rihanna saat itu..


Namun, Rihanna masih tak mau bersuara. Dalam hatinya, bercampur aduk antara takut dan was-was. Spontan bayangan kelam kejadian yang menimpanya, terlintas kembali.


" Tenanglah Nona, di rumah ini kamu pasti aman. Aku yang menjamin semuanya. Aku sangat mengerti Jika Engkau saat ini merasa takut dan Bimbang. Aku tidak memaksamu untuk segera bisa menerima Keberadaanmu di sini." Hendrik tersenyum simpul dan duduk agak menjauh dari Rihanna, demi menjaga perasaannya yang belum sepenuhnya bisa mempercayai orang lain. Terlebih Hendrik adalah orang asing baginya.

__ADS_1


Sesaat lamanya, Hendrik dan Rihanna masih saling terdiam. Hanya batin mereka yang ramai dengan sejumlah pertanyaan.


"Boleh Aku bercerita...?" Akhirnya Hendrik membuka suara, dan langsung mengundang anggukan kecil dari Rihanna.


Hendrik menarik nafasnya dalam dan membuangnya perlahan.


"Barangkali kamu masih ingat, kejadian tadi saat kamu keluar dari ruang khusus rumah tahanan itu, dan bertubrukan denganku, yang tengah berlari. Asal kau tahu, waktu itu aku berusaha meloloskan diri dari kejaran para petugas Lapas. Aku seorang ketua dari sebuah geng motor terbesar di kota ini." Hendrik menghentikan pembicaraannya, dan menatap Rihanna menerka reaksi apa yang ditampakkan dari raut wajah gadis itu.


Rihanna masih memperlihatkan wajah datarnya, dengan tatapan yang sulit dimengerti.


"Sebenarnya Antara Aku dan polisi kunkun, sudah lama saling mengintai. Terutama dia selalu mengejar dan menangkapku untuk dipenjarakan olehnya. Dia menilai bahwa aksi yang sering kulakukan bersama kawan-kawan di klub motorku, menjadi faktor keresahan masyarakat. Padahal aku tak seperti yang dia pikir. Geng motorku adalah kelompok yang santun, menghargai sesama tanpa melecehkan dan menganiaya siapapun..." Lanjut Hendrik dengan intonasi melemah.


*************


Mohon maaf ya guys baru sempat update hehehe


Semoga bisa menghibur dan sarat Hikmah....

__ADS_1


__ADS_2