Rihana Gadis Taruhan

Rihana Gadis Taruhan
RGT016


__ADS_3

Dua insan paru baya itu semakin tenggelam dalam lautan gelora nafsu birahinya. Apa lagi, reaksi serbuk perangsang sudah mengalir dalam darah di tubuh Jono bersamaan dengan air jeruk yang dia minum tadi.


Keduanya tidak lagi peduli dengan keadaan di sekelilingnya. Benar-benar digelapkan oleh nafsu sahwat yang menguasai jiwa raga mereka.


Rihana yang menyaksikan dari balik pintu kamar mandi, hampir belompat kaget, tak sanggup melihat adegan pergulatan dua insan berumur itu.


Jono mengangkat tubuh Mbok Darmi hanya dengan satu tangan saja. Kemudian perlahan dan sangat hati-hati, membaringkannya di atas tempat tidur Rihana di ruangan itu.


"Ah sayang..." Mbok Darmi mendesah manja.


Tangan kekar Jono mengusap pipi Mbok Darmi, dan membuat Mbok Darmi seakan melayang-layang di atas awan.


Senyum Jono semakin merekah, mengiringi detak jantungnya yang dag dig dug seperti bunyi tambur jika ditabuh di malam lebaran.


Jono mulai menyentuh kancing baju Mbok Darmi dan perlahan melepaskannya dari tubuh montok level lansia milik Mbok Darmi. "Malam ini hanya milik kita sayang..." Suara Jono membisik di telinga Mbok Darmi.


Karena perasaan yang tak menentu, Rihana memilih kembali masuk ke dalam kamar mandi, dan menutup lagi pintunya. Tak mau terkena imbas murka Tuhan jika bertahan menyaksikan adegan percintaan di antara dua sejoli itu.


Hingga akhirnya terjadilah penyatuan jasad yang sangat terlarang itu.


*************

__ADS_1


"Ooh iya ya ..., lebih baik aku kabur saja dari sini. Aku harus keluar dan meninggalkan ruangan ini. Mumpung mereka sedang sibuk dengan pergulatannya. Tapi..., Polisi Kunkun ke mana ya..." Rihana menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.


Setelah lama berpikir dan menimbang-nimbang , akhirnya Rihana mulai melangkahkan kakinya menyusuri dinding kamar mandi dengan suara langkah yang sangat pelan, sehingga tidak mengganggu manusia-manusia para korban siasat Polisi Kunkun itu.


"Semoga aku bisa meloloskan diri." Gumam Rihana yang berjalan melewati aktifitas Mbok Darmi dengan Jono. Tatapannya sesekali melirik penasaran pada pertarungan sengit satu lawan satu itu.


" untung saja mereka tak ada yang menoleh ke arahku." Rihana menjadi tegang.


*************


"dug"


"aaaarg!" Spontan Rihana berteriak.


"Dasar tak tahu diri, matamu di simpan di mana!" Seorang laki-laki berjalan cepat melintas di depan ruangan khusus, yang digunakan oleh Polisi Kunkun untuk mengurung Rihana.


Ketika Rihana satu langkah keluar dari pintu ruangan, dari arah selatan tiba-tiba muncul seorang pria tegap berjalan cepat, seperti ssedang dikejar seseorang.


Tak bisa dihindarkan, benturan kepala Rihana mengenai dada Hendrik, pemuda gagah dan tampan itu.


"Ma, ma, maaf..." Jawab Rihana sedikit gugup.

__ADS_1


Langkah Hendrik seketika terhenti. Manik matanya menatap tajam dengan wajah datarnnya ke arah Rihana.


"Siapa kamu...!" Dengan nada jutek Hendrik membuka suaranya.


"Aku Rihana." Jawab Rihana singkat.


"hmm..."


*******


Sesaat lamanya, tak ada yang bersuara. Hanya tarikan nafas keduanya yang tampak kembang kempis di dada mereka. Ikut meramaikan suasana hati keduanya dengan lamunan masing-masing. Hingga...,


"Itu dia...!" Teriakan seorang anggota Lapas menjulurkan telunjuknya, pada Hendrik yang sedang berhadapan dengan Rihana.


"Cepat tangkap, jangan biarkan dia meloloskan diri!" Teriak petugas Lapas yang lain.


Keadaan rumah tahanan yang semula sunyi sepi, mendadak menjadi gaduh. Suara hak sepatu yang berselang dengan teriakan beberapa personil petugas Lapas, seperti berlomba untuk mendapatkan mangsa, membuat hirup pikuk suasana di tempat itu.


*******


Ada apa kira-kira ya Guys.....

__ADS_1


Terus, Hendrik itu siapa yaa.......


Baca lagi yaa episode selanjutnya...


__ADS_2