Rihana Gadis Taruhan

Rihana Gadis Taruhan
RGT013


__ADS_3

Rihana hanya mengangguk lemah, meski ia pun tak mengerti dengan apa yang baru saja terlontar dari lisan wanita paruh baya itu.


"Maaf Mbok, kalau yang dimaksud Tuan itu siapa? Mengapa aku diperlakukan seperti ini. Padahal aku ini kan seorang nara pidana kasus pembunuhan, yang bukan main-main. Seharusnya aku berada di penjara bawah tanah yang pengap dan banyak binatang melatanya. Tapi, kok bisa ya Mbok, di rumah tahanan ini ada ruangan yang istimewa begini?"


Rihana memberanikan diri menghujani Mbok Darmi dengan sejumlah pertanyaan, yang sejak tadi mendesak untuk diutarakan.


"Ohh itu toh Cah Ayu..., yang dimaksud si Mbok Tuan ya ..., itu Tuan Kuncoro Diningrat, kepala Lapas di sini Nona. Hanya dilingkungan Lapas ini lebih dikenal dengan sebutan Polisi Kunkun."


Rihana sedikit terkejut mendengar keterangan tentang siapa sebenarnya yang dimaksu Tuan itu. Ternyata Polisi Kunkun bernama asli Kuncoro Diningrat.


"Lalu...?"Rihana kembali bertanya, sudah tidak sabar unytuk memperoleh jawaban yang detil mengenai perlakuan istimewa Tuan Kuncoro kepadanya.


"Sebenarnya si Mbok, adalah asisten rumah tangganya di apartemen milik Tuan Kuncoro. Tetapi tadi Tuan menyuruh si Mbok uuntuk datang ke mari. Amanat Tuan, si Mbok harus menjaga dan melayani segala keperluan Nona selama ada di sini. Mengenai tempat yang mewah ini, mohon maaf Cah Ayu, si Mbok juga tidak tahu. Ya sudah, sekarang Nona akan ditemani oleh si Mbok. Jadi jangan takut ya Endo."

__ADS_1


Rihana menelan silvanya kasar. Rasa heranbnya belum mendapatkan penawarnya, berupa informasi yang jelas terhadap apa yang di alaminya saat itu.


"Oh iya Nona, jika Cah Ayu lapar, ini ada cemilan dan minuman jeruk. Lumayan untuk mengisi perut. Tapi bila Nona menginginkan makanan berat, biar si Mbok memasak terlebih dahulu." Ucap Mbok Darmi menyodorkan piring kue dan segelas air jeruk kepada Rihana.


Rihana tidak menyambut uluran makanan dan minumab dari Mbok Darmi. Rihana malah terbayang kembali kejadian pahit yang menimpanya saat dinodai oleh ayah tirinya sendiri, di kamarnya. Sebelum Herdi merenggut mustika kewanitaannya, Rihana diberi dulu minum bukan


"Lho, kenapa toh Endo?" Tanya Mbok Darmi heran, karena Rihana terdiam dan seperti sedang melamun.?


"Ah tidak Mbok. Aku hanya heran saja kenapa Tuanmu itu sangat baik padaku." Jawab Rihana singkat.


"Tapi Mbok..."


"Apa lagi Cah Ayu..."

__ADS_1


"Aku berharap sesuatu dari Mbok. Mbok harus berjanji..."


"Oh walah..., pake janji-janjian segala toh Cah Ayu. Ada-ada saja gadis cantik ini. Memangnya ada apa Nak?" Tanya Mbok Darmi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Aku hanya takut Mbok..." Ucap hana menundukan kepalanya.


Akhirnya, Rihana menceritakan pengalaman tragisnya beberapa waktu lalu kepada Mbok Darmi. Semua diceritakan dengan rinci. Bagaimana Rihana diperdaya oleh ayah tirinya, hingga kesucian dirinya selaku seorang gadis, hancur akibat nafsu biadab Herdi. Sehingga Tuhan yang tak peduli dengan nasib Rihana, malah menjebloskannya ke dalam kubangan neraka itu.


Rihana mengungkapkan perasaan kecewanya, akan takdir Tuhan yang tak berpihak padanya. Begitu isi hati Rihana saat itu.


Mbok Darmi mendengarkan penuturan Rihana dengan penuh perhatian. Terkadang Mbok Darmi mwnganggukan kepalanya, atau keningnya yang mengerenyit, aatau grahamnya yang saling beradu sehngga terdengar bunyi gemeretak gigi beradu, atau terkadang raut wajahnya memerah seperti menahan marah, bahkan tampak bulir ar matanya menetes membasah pipinya yang sudah mulai keriput itu. Mbok Dari terus memandang Rihana penuh iba.


"Oh jadi begitu, kenapa Cah Ayu tidak mau meminum air jeruk ini. Baiklah, sekarang si Mbok yang akan membuktikan bahwa minuuman ini aman. Biar Nona tak bikinin yang baru." Ucap Mbok Darmi sambil meneguk air jeruk di tangannya.

__ADS_1


*******


__ADS_2