Rihana Gadis Taruhan

Rihana Gadis Taruhan
RGT017


__ADS_3

Teriakan para petugas Lapas, akhirnya menyadarkan Hendrik akan bahaya yang mengancam.


Hendrik langsung menarik lengan Rihana, membawanya ikut berlari. Tak peduli dengan ekspresi ketakutan Rihana yang tampak dari raut wajahnya.


Bahkan, tangan kekar Hendrik tak segan mengangkat tubuh Rihana dalam gendongannya dan terus berlari di antara buruan para petugas Lapas yang semakin bertambah saja jumlahnya.


"Yang penting kita bisa meloloskan diri dulu!" Di sela nafasnya yang terengah, Hendrik berusaha meyakinkan Rihana.


Hendrik bisa merasakan detak jantung Rihana semakin kencang, tubuhnya pun terasa dingin. Sepertinya Rihana begitu ketakutan dengan apa yang tengah dialaminya itu. Apa lagi yang kini membawanya berlari, adalah pria yang sama sekali tak dikenalnya.


"Memangnya aku mau dibawa ke mana?" Rihana bertanya lirih , namun tak mendapakan jawaban Hendrik.


Lari dan terus berlari. Sesekali Hendrik mendobrak pintu yang tertutup dengan tendanganya, agar ia bisa lebih cepat keluar dari Lapas itu.


Beberapa petugas Lapas yang menghadangnya, tak ayal langsung mendapat hadiah tinjuan ke bagian tubuh mereka, membuat mereka tersungkur.

__ADS_1


"Jangan bergerak!" Seorang pria paruh baya berseragam kepolisian, menodongkan pelatuk pistolnya ke arah Hendrik.


"Polisi Kunkun..." Rihana yang semakin ketakutan, akhirnya terkulai tak sadarkan diri di gendongan Hendrik.


"Benar-benar gembong geng motor yang biadab! Berani-beraninya lagi membawa gadis itu. Kamu sudah menculik salah seorang nara pidana untuk di bawa kabur! Tentu akan menambah berat hukumanmu bajingan...!" Polisi Kunkun menatap tajam Hendrik dengan ancaman pistolnya yang siap ditembakan jika dibutuhkan.


Hendrik pun langsung menghentikan laju larinya, dan memgalas tatapan garang Polisi Kunkun dengan senyum kecutnya.


Sementara itu, Hendrik sudah dikepung oleh sejumlah personil petugas Lapas dari berbagai sisi.


Tapi, Hendrik tetap tenang dan tidak menunjukan sikap takut sedikit pun.


"ha ha ha... Kalian pikir aku akan takut dengan gertakan kadal buntung seperti ini...! Heh, kamu Kepala Lapas yang tidak berguna, kamu marah karena tidak rela gadis ini akan kuselamatkan. Sejak SMA kamu adalah laki-laki durjana yang kerjaannya mempermainkan wanita dan menggaulinya tanpa bertanggungjawab bukan...!"


"Kurang ajar...! Kamu sudah tidak bisa dibiarkan...!" Polisi Kunkun sudah tidak bisa mengendalikan lagi emosinya. Telunjuknya terlihat beegeletar, dan siap untuk menghujamkan peluruh di lubang pistolnya.

__ADS_1


"Jangan sembarangan Bro, boleh jadi peluruhnya akan membunuh gadis ini." Hendrik menakut-nakuti.


"Sialan!" Polisi Kunkun mengusap wajahnya kasar. Ada benarnya perkataan teman semenjak di bangku SMA itu.


Ya, antara Polisi Kunkun dan Hendrik sebenarnya sudah berteman lama. Saat di SMA, Polisi Kunkun adalah siswa tertampan di sekolah. Sehingga tak sedikit teman-teman perempuannya menaruh perhatian padanya. Hanya sayang, Polisi Kunkun yang saat itu dipanggil dengan nama aslinya Kuncoro, memiliki karakter buruk. Sering ganti-ganti pacar, setelah sebelumnya dirusak dulu kesuciannya.


Sdangkan Hendrik adalah siswayang sangat jago ilmu bela diri. Meski terkesan siswa yang brutal, Hendrik memiliki kepedulian tinggi terhadap kaum hawa.


Jika sedang menyerang komplotan siswa dari sekolah lain dalam aksi tauran, Hendrik sebagai ketua geng, selalu melarang keras para anak buahnya untuk menganiaya siswa perempuan. Termasuk berbuat lancang kepada kaum yang sebangsa dengan ibunya. Jika terjadi, Hendrik akan bertindak dengan tangannya sendiri, menjatuhkan hukuman berat kepada anak buahnya yang tidak taat aturan.


*************


Selanjutnya bagaimana ya Guys.....


Tetap setia ya untuk membacanya sampai akhirnya selesai kisah Rihana Gadis Taruhan

__ADS_1


Boleh kok silaturahminya di kolom komentar...


__ADS_2