Ruang Rumpang

Ruang Rumpang
Cinta Yang Buram


__ADS_3

Pada rasa yang terus melaju dengan perasaan penuh takut dan cemas, diriku mencoba menenangkan batin untuk tumbuh membaru dengan segala luka, menyeka pelan segala yang lusuh. Meski pijakan kaki masih sangat keruh. Dunia yang di impikan amatlah patut di jadikan nyata dan menyerah bukanlah jalan menujunya. Kini aku di ambang getir penuh kehati hatian mendekati ketidak percayaan kepada siapa pun.Kewaspadaanku kian meningkat pesat penuh kekhawatiran. Dimana hati akan semakin tidak stabil dan diri kian tak menginginkan kehidupan. Meski Tuhan mengatakan bahwa di sini hanya sebentar. Hanya saja segalanya terasa sangat menyayat ngilu, lama, dan ingin segera terselesaikan penuh suka cita.


Duniaku Buram, tapi aku ingin memperbaikinya dan merubahnya indah sesuai yang ku tata rapi. Meski susunannya melibatkan air mata, di mana kadang aku jadi semakin bodoh di buatnya, dan terus berusaha di waktu yang kian terbatas menuju dewasa melepas masa remaja.


Ku kira mati lebih cepat adalah hal baik. Tapi alangkah itu akan benar jadi baik, saat aku menjadi sesuatu yang lebih. Tetap hidup pada nama meski pada akhirnya aku pergi lebih awal. Kali ini aku masih terus berusaha bertarung pada diriku yang lain, yang terkadang sulit di kendalikan, dan sekarang rasanya terasa benar-benar cepat waktu berjalan. Hari-hari lalu terlewati sudah, kini aku mengingatnya penuh seksama dan menyadari ingin perubahan. Meski saat ini hanya berbetuk harapan yang besar juga doa. Menjadi perempuan tangguh dan mapan sekaligus dalam pikiran gadis remaja yang akan menjadi dewasa sepenuhnya.


Malam tampak amat cerah, langit bernuansa surgawi memamerkan bintang penuh gemerlap. mataku hanya menatapnya dari jendela kamar yang terbuka, mencoba menawarkan pertemanan untuk saling menguatkan. Mereka banyak dan indah lantas juga jauh, hanya bisa di nikmati dari kejauhan bukan dari dekat. Bersanding serasi dengan warna malam yang gelap pekat. Kadang bosan terus menghabiskan sisa waktu seharian di kamar, hanya saja saat ini tempat ini adalah yang ternyaman. Tidak menuntut banyak kesempurnaan yang seharusnya, lantas malah menerima banyak kurang ku tuk jadi bahan acuan di perbaiki.


Aku Akan terus perbaiki, hanya saja akan ada begitu banyak hal yang terjadi, ketika pemberontakan itu di nyatakan oleh seorang gadis dalam keluarganya, akan ada banyak hal yang dapat di nyatakan dan tak terfikir kan di hari sebelumnya.Sebab banyak lontaran dan bualan manis juga cercaan yang meranggas sakit di akhir kata. Mengapa harus ada beribu tingkah yang di lakukan untuk mendapatkan satu perhatian? . Lara yang tidak di perlihatkan namun ini membuat diri mudah marah dan selalu ingin menyendiri. Aku menginginkan hal terbaik muncul di atap yang ku huni, bukan sebuah kesalahan pahaman juga keegoisan. Tuhan percayalah bukan hal seperti ini yang ku mau, tapi Kau tetap mempercayai ku dengan kisah penuh lara, haruskah?


Tuhan, Tolong atur bahagiaku sedemikian rupa.


Karena saat ini aku bahagia hanya dengan mengetahui segala janjimu.Lantas aku tahu Kau akan menepatinya. Aku mengetahui betapa Engkau sibuk menyiapkan waktu bahagiaku, setidaknya esok aku tetap memiliki alasan untuk tetap bergerak dan tidak pasif.


Aku tidak berharap seorang Ayah sepertinya, tapi aku tak memilki kuasa memilih. Lantas mengetahui cinta pertama untuk anak perempuan adalah Ayahnya, apa hal ini bisa di sebut demikian? Mungkin benar Ayah adalah sebuah cinta pertama untuk anak perempuannya, tapi hal ini tidak berlaku pada seorang Arum Nuray, hal ini adalah patah hati terberat pertama yang terjadi.

__ADS_1


Ah sudahlah, semua sudah berjalan sangat lama


Hey bu, jika saat ini aku bisa mendapati hadirmu. Ingin rasanya aku mengungkapkan. Harusnya semua ini tidak terjadi pada diriku. Aku sedikit dongkol dalam hati, bukan cerita macam ini yang ku mau, tapi Ibu menjadi salah satu awal mimpi buruk bagiku di mulai.


Aku hanya bergurau, Aku tetap mencintaimu.


Kau tau bu? Ayah saat ini hanya cerita kata mereka, tidak berlaku pada diriku, cukup hidup dalam sebutan Ayah tapi tidak di dalam diriku. Aku akan tetap membuatnya bahagia, tapi tidak untuk merasa bahwa ia adalah bagian dari hidup seorang Arum Nuray. Jangan menyalahkan tentang sifat ku yang penuh dingin, sebab ini adalah yang terlihat di depan mata lantas membuatku mahir meniru.


Percayalah bahwa aku kesulitan bernafas setiap detik, ini membuatku bak pesakitan yang tak tahu bagaimana menyembuhkannya. Hari makin habis terlewati lantas kadang aku mengalami kemunduran dan kembali mengulang, sebentar lagi aku akan lepas dari seragam putih abu-abu, hanya saja banyak yang belum terselesaikan lantas ini membuatku juga tak karuan.


Lantas Tuhan sudah banyak memberi cinta.


Kesadaran ini cukup mendamaikan cemas hatiku yang bergemuruh. bersyukur tentang beberapa hal dan mencoba menuju tujuan awal yang di buat. Lantas terus memperbaiki yang ada, tak masalah kembali mengulang memperbaiki hingga mahir. Harap ku sederhana, lantas semua jadi membaik dan aku makin mahir dalam memberi ruang rasa. Mampu mengontrol emosi dan selalu berfikir semua akan baik-baik saja.


Sadar bahwa semua hanya terjadi secara singkat dan sementara, yang perlu di lakukan hanyalah terus berjalan dan tidak berhenti. Kembali menjalani hari, tidur pada malam hari lantas penuh gairah menyambut pagi, bukan tentang segalanya untuk siapa, tapi ini untuk diri yang sudah menemani jatuh bangun berdiri. Tidak lelah menopang dan memberi jeda waktu tuk berfikir lantas kembali lagi pada tatanan.

__ADS_1


Waktu kadang membuat gemuruh keras.


Itulah yang kali ini kerap terjadi padaku, tapi setidaknya dengan menyadari aku bisa jauh lebih tertata untuk gemuruh yang lebih dahsyat nantinya.


Menjadi dewasa sebab di buru waktu. lantas terpaksa sempurna bicara dan pikiran sebelum waktunya.


sebab waktu kian menuntut. Tidak memberi pilihan, sebab jawabannya adalah terus lanjut atau menyerah. Terjadi secara tiba-tiba dan berulang. Tidak menunggu kesiapan, tidak perlu menunggu jawaban "Iya siap menerima" atau tidak?. Semua terjadi secara spontan dan sekali lagi, aku mempercayai akan baik-baik saja. Tanpa cemas berlebih. Meski tidak bisa di pungkiri rasa takut masih terpampang jelas. Hanya saja ini adalah jalannya, tidak bisa secara instan melompat atau terbang seakan memiliki sayap.


Esok akan jadi lebih baik.


Asal tidak berhenti memperbaiki


dan berusaha menuai hasil.


Malam semakin dingin dan membuat kantukku semakin berat. Pegal mulai merayap menghentikan pergulatan jiwa hati juga pikiran. pergi ke alam mimpi dan mulai berpergian bebas. sampai pagi datang dan kembali menjalani hari.

__ADS_1


selamat malam.


__ADS_2