Ruang Rumpang

Ruang Rumpang
Pagi Baru


__ADS_3

Hari yang kadang basah, kadang terik, kadang senang, kadang juga terasa sangat menyedihkan.


Hari-hari yang menjadi bisu, dan semua yang terlihat abu-abu dalam pandangan mata. Namun segalanya masih tetap berjalan tanpa jeda, tetap menjalani hari layaknya tak terjadi sesuatu yang pelik. Tepat di relung hati yang benar-benar kosong, di dalam ruangan kelas yang hening, Mereka datang dengan membawa banyak makanan dan memelukku. Aku diam hening, tapi mereka tetap memasang tawa juga memeluk.


"Terimakasih" ucapku mengawali pembicaraan


"Jangan menghindar dari kita Rum" jelas Nunu tiba-tiba


"Mayang ada salah sama kamu ya?" Tanya mayang menyusul cepat


"Apa Wintari yang ada salah Rum?" Lanjut Wintari tanya hal yang sama


"Stop tanya, sebelum Sabil ikut tanya hal yang sama" Jawabku dengan senyuman yang lebar


"Aku yang minta maaf sebab pergi dari malaikat terhangat yang Tuhan sudah kasih" Jelas ku dengan isak tangis yang datang tiba-tiba, sembari memeluk mereka penuh ikhlas.


"(Mereka memeluk balik tanpa bertanya apa pun lagi)"


Dahsyatnya genggaman tangan juga rasa mengerti ini meski tetap ada celah, namun jelas tidak ada yang bisa sempurna, dan ini adalah yang paling sempurna yang ada dalam hidup. Mendapatkan tawa, hangat, peluk, sedikit kesal, dan rasa tetap ada yang luar biasa.


"Maaf" Ucapku lirih di sela-sela pelukan mereka


Mereka hanya terus memelukku memberi cinta, hangat sekali. Kami kembali saling bertatapan dan saling memberi senyuman yang berarti, mengisyaratkan bahwa apa pun keadaanya kita perlu bicara, tidak boleh ada yang hilang, tidak ada kabar dan lain halnya.


lantas entah sebab ikatan batin yang kuat, kami mengangguk bersamaan tanpa komando sembari saling memegang tangan satu sama lain.


Waktu cepat berlalu, waktu pulang sekolah tiba.


Aku menuruni tangga dengan sigap, sembari mencari mayang dan lainnya, namun tak tertangkap oleh mata,


akhirnya ku putuskan melanjutkan jalan, menuju gerbang dan pulang kembali ke rumah, namun setibanya keluar pintu gerbang.


"Hayoooo" Kaget Nunu sembari memegangi bahuku


"(Aku hanya tersenyum kaget, tanpa mengeluarkan suara)"


"Ayo kaget dong" (gerutu Sabil)"


"(Aku hanya geleng-geleng sembari menatap mereka dengan senyuman aneh)"


"Tumben"? Tanyaku


" (Mereka semua senyum nyengir)"


"kalau mau pergi biasanya bilang dari awal, ini tumben tiba-tiba kumpul di depan gerbang?" Tanyaku sembari menahan tawa


"Iya, Ayo kita pulang sama-sama Rum" jelas Nunu


"Kita berempat bakal menginap di rumah kamu ya" Jelas Wintari lebih detail


"Boleh" Jawabku singkat sembari tertawa bahagia


Perjalanan pulang yang menyenangkan, kejutan hari yang tidak bisa di tebak, menyusuri jalan bersama orang-orang terbaik yang Tuhan beri. Angin surgawi terasa memiliki tempat saat ini, akan tetap menetap bagaimana pun badai yang nanti bisa saja datang. Ada jiwa yang kokoh, juga teman yang lebih dari sebutan teman, mereka sahabat yang luar biasa. Aku menyusuri jalan bersama langkah kaki mereka yang bersemangat, sembari bersenandung satu sama lain sampai akhirnya sampai gerbang depan rumah.


"Sebentar ku buka." Jelas ku pada mereka

__ADS_1


"(Mereka bereaksi tak sabar)"


Seketika pintu rumah sudahku buka


"Assalammualaikum Arum" ucap salam Nunu sembari tersenyum memandang semua mata kami


"Waalaikumsalam" jawab kami serentak sembari menaiki tangga menuju kamarku.


Untung saja kamar ini amat cukup untuk 5 orang sekaligus, berikut sudah tersedia kasur lipat yang amat luas dan empuk untuk di gelar di bawah lantai nanti malam, Mereka tak mengizinkanku membuka jendela seperti yang ku lakukan biasanya, mereka lebih memilih menyalakan pendingin ruangan, lantas aku kebawah untuk membuatkan es teh di teko. Suara mereka terdengar renyah dari bawah, terlihat amat senang seperti baru menemukan hal baru, aku pun ikut senyum-senyum sendiri merasa senang. Sebelum aku ingin membawa es teh manis ke atas lengkap dengan gelasnya, Tiba-tiba abang-abang batagor lewat depan rumah, rasanya pas untuk cemilan siang kali ini, ku putuskan untuk mengambil wadah dan membelinya cukup banyak dengan sambal terpisah, untuk di makan sama-sama.


"Nunu" Panggilku dari bawah


"Iyaa Rum" Jawabnya sembari tawa cekikikan


"Tolong bantu bawa makanan" Pintaku


"Iya" Ujarnya sembari langsung menuruni anak tangga dan membawa Batagor ke atas lantas aku membawa es teh manis lengkap dengan gelasnya.


"Kalian ngobrol apa, seru sekali terdengar dari bawah" tanyaku penasaran


"Tidak Rum, kami hanya menggelitik si Nunu" Jawab Sabil masih dengan tawa


"Jahil" jawabku singkat dengan senyum di pojok bibir


kami bercerita banyak hal, bernostalgia sembari memakan batagor di bawah lantai, ada yang mengambil bantal sambil rebahan di lantai, ada yang model duduknya macam makan di warteg, ada yang begitu sopan dan ada yang tipe meluruskan kaki ke depan.


Kami masih mengenakan seragam sekolah.Bedanya kami sudah cuci kaki dan tangan. di sela-sela cerita yang seru sabil mengomentari kamarku sebab ia baru pertama kali masuk ke kamar.


"Rum Rapih sekali kamarnya, resik." komen Sabil tiba-tiba


"Boleh tidak, Jika ada waktu bantu Sabil merapihkan kamar agar setidaknya bisa nyaman juga" Pintanya


"Iya, nanti kita atur waktunya, yang lain juga ikut ya" Pinta ku balik sembari menatap mata mereka semua


"Siap" Jawab mereka serentak penuh bahagia


Dari pulang sekolah, kami menghabiskan waktu untuk saling berbincang dan saling menanyakan kabar, sembari makan dan minum lantas mengisi tawa, kadang di sela cerita kami, salah satu di antara kami ada yang tersedak sebab makan sembari bicara dan tertawa geli. Biasanya Wintari yang kerap mengalaminya, ya tepat seperti hari ini, ia tersedak batuk-batuk sebab saking asiknya mengalir dalam suasana. Kami dengan sigap menepuk punggungnya dan memberi minum air putih agar lekas membaik. Dan mulai bersamaan menasehati Wintari untuk lebih berhati hati.


Tidak terasa waktu menunjukan pukul 5 Sore, dan kami mulai mandi bergantian. mengganti baju tidur dan kebawah secara bersamaan untuk memasak makan malam. mencuci piring dan menonton TV di bawah.


Kali ini tetap aku yang memasak, dan Mayang yang mencuci bekas piring minuman tadi siang. Aku memasak Nasi goreng tanpa kecap dengan penuh percaya diri akan menjadi santapan yang enak. lalu sembari menggoreng tempe mendoan secara bersamaan, dan membuat telur ceplok 5 butir. Aku sengaja tak mencampur telur ke dalam nasi, menurutku kurang enak saja.


Waktu makan malam tiba. aku sudah menghidangkan nasi goreng di meja, telur ceplok, tempe mendoan, timun, irisan kol dan kerupuk udang. Kami duduk di meja makan bersamaan, lantas mereka menatapku sembari tersenyum hangat.


"Terimakasih ya Rum" Ucap mereka bersamaan


"Sama-sama" Jawabku tulus


"Ih enak sekali Rum, padahal aku itu sukanya makan nasi goreng pakai kecap, tapi ini cocok dengan lidahku" Ungkap Nunu tiba-tiba


"Syukurlah" Jawabku singkat singkat dengan senyuman


"(Mereka berempat mengacungkan jempol ke arahku)"


"Sudah, ayo di habiskan" Jawabku sembari mengunyah dengan wajah berseri.

__ADS_1


"Tempenya jangan di habiskan ya, ambil satu-satu saja, nanti sisanya kita bawa ke kamar untuk di makan sambil bercerita." Celetuk Mayang tiba-tiba dengan memberi kami tempe satu-satu di atas piring


"(Aku hanya geleng-geleng sembari tertawa kecil)"


"Tempenya enak Rum, ini jadi cemilan kita nanti ya" Jelas Mayang melanjutkan


"Bahan-bahannya masih ada di kulkas Yang, kalau habis masih bisa buat lagi." Jelas ku lembut


"Biar saja kalau yang lain ambil lagi, tak apa" Lanjut ku


"(Yang lain tertawa meledek)"


"Kamu seperti baru kenal Mayang saja Rum." celetuk Nunu


"Tak apa kita satu saja tempenya, kalau mau di buat lagi besok pagi saat sarapan saja Rum." jelas Sabil nimbrung


"(suara sorakan terdengar riuh ke arah Mayang)"


"Tapi kami sayang Mayang" Lanjut kami sembari melanjutkan makan


Mayang tersenyum bahagia dan akhirnya makan malam usai, Kini yang membantu membereskan makan malam adalah Sabil, ia membantuku mencuci piring dan aku hanya menemaninya dari samping sembari berdiri dan mengobrol. Sedang yang lain sudah ke atas lebih dulu.


Setibanya semua sudah bersih, Pintu rumah sudah terkunci semua, kami mulai berbincang sebentar dan menghabiskan jatah tempe yang seharusnya tadi di makan, masih ada sekitar 10 potong, dan Mayang yang paling banyak makan. Mayang amat suka tempe mendoan buatan ku, sudah sejak lama, senang sekali melihatnya lahap. Kami saling pandang melihat Mayang yang sangat menikmati. lantas kami saling tatap dan senyum. setelah habis Mayang menaruh piring kebawah dan mencucinya. lantas kami bergiliran bersiap untuk tidur, sekilas sikat gigi cuci muka dan lain lain.


Usai itu kami bersamaan menggelar kasur lipat yang cukup empuk dan membuka selimut tebal.


Wintari, Sabil, Nunu tidur di bawah. lantas yang tidur dj ranjang adalah aku dan Mayang. Namun sebelum benar-benar terlelap kami berlima berkumpul di bawah saling rebahan, berbincang sebentar sembari menunggu kantuk, sampai tepat jam menunjukan pukul 9 malam, dan kami harus pergi tidur.


Wintari sudah tidur lebih awal, sebab ia biasanya jam 8 sudah pulas, tinggal Sabil dan Nunu yang masih asik mengobrol berdua, lantas aku dan Mayang kembali ke ranjang, kami juga saling mengobrol santai, hingga tiba di pembahasan yang hari lalu sudah terlewat.


"Maaf ya Rum, misal Mayang ada salah." Ujarnya tulus


"Aku yang minta maaf sebab tidak bisa mengontrol emosi dengan baik." Jawabku sembari mengarahkan senyum padanya


"(Ia memelukku)"


"(ia menangis suara lirih)"


"Seharusnya aku lebih bisa menjaga perasaan sahabatku" Jelas Mayang lirih


"(Aku membalas peluknya)"


"Aku juga minta maaf" Jawabku singkat pelan


Kami saling jabat tangan dan tersenyum bersamaan.


Ia mulai mengantuk aku pun sama, Ingat kejadian hari lalu saat Mayang menginap ke rumah dan mencoba berkata hal yang ia tidak tahu. namun sebenarnya ia perhatian padaku, ingin yang terbaik dariku. tak ada yang salah. Dan kini kami semakin baik dalam komunikasi.


Sayup-sayup aku masih bisa mendengar Sabil dan Nunu saling curhat.


"Aku tidur dulu ya." Ucapku pada mereka


"Iya selamat tidur Rum, jangan hiraukan kami" Jawab mereka hampir bersamaan dengan suara tawa kecil


"Selamat malam juga, mimpi baik" Jawabku pelan.

__ADS_1


__ADS_2