Sahabat, Aku Cinta Kamu Loh!

Sahabat, Aku Cinta Kamu Loh!
Pertemuan


__ADS_3

Kring ....


Suara alarm sangat membisingkannya, Deliva membuka selimut yang membungkus hangat dirinya, diliriknya alarm yang bertengger diatas nakas.


"Huft... Masih jam 5. Haduh badan ku masih capek semua lagi karena begadang tadi malam kali yak, " Deliva terduduk dari tidurnya karna masih kelelahan Deliva mengatur ulang jadwal jam menunjuk pukul 6 , dia mengarahkan kembali seluruh tubuhnya untuk tergelut kembali dalam tidur memanfaat kan waktu 1 jam lagi untuk tidur.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


"Del, Del, Deliva bangun sayang. Udah siang ini," suara ketukan dari luar pintu kamar Deliva membuatnya merasa terganggu.


"Bentar ya mom... Masih ngantuk nih, lima menit lagi!" seru Deliva dalam tidurnya.


"Sayang , entar kamu telat bangun loh. Buruan bangunnya terus turun kebawah moms tunggu. " Andini Muller pun turun meninggalkan kamar Deliva, sementara Deliva masih bergelut manja dalam tidur.


Tok...


Kembali pintu kamar Deliva diketuk, dengan mata masih mengerjap-ngerjap untuk mengumpulkan kembali kesadarannya, dengan langkah gontai dia membuka pintu kamarnya, dilihat nya Delicia telah berpakaian rapi dan menatap Deliva dengan mengernyit heran.


"Ehhh... Ini udah jam berapa? Kok lo udah rapi aja? " tanya Deliva yang masih keheranan namun tak sedikit pun beranjak dari pintu.


"Ya elah kak Del... mimpi apa??Ini udah jam 7.06 noh lihat tu jam, lah kirain dah siap siap eh malah baru bangun. " terang Delicia sambil mencurut wajahnya sebal


"Seriusan? Astagah... ok gini Ca lo berangkat duluan entar kakak nyusul ya, lo bawa motor sendiri dulu hari ini, entar kalo lo nungguin gua yang ada lo nya telat." Deliva langsung menutup pintu kamarnya dan berlari menuju kamar mandi tak mendengar lagi penuturan Delicia yang hendak membantah kata katanya.


Berlari mengambil handuk dan masuk kamar mandi, selang 10 menit ia keluar dengan berpakaian rapi , disisir rambut bergelombangnya dan membiarkan nya tergerai karna basah, dia mengambil tas dan jaket serta kunci motornya diatas nakas dan berlari menuruni tangga.


Diperhatikan lagi jam yang tergantung di dinding kamar sudah menunjukkan pukul 07. 25 yang berarti 5 menit lagi pelajaran akan dimulai.


Dengan tergesa gesa ia menuruni tangga, dan berlari menuju luar "*M*oms , Del pamit ya," ucapnya sambil berlari.


" Del hati-hati " ucap sang mama khawatir sambil mengeleng gelengkan kepalanya karna melihat Deliva yang begitu tergesa gesa.


" Hadeh... anak itu" Andini kembali bergelut dengan dunia dapur yang diciptakannya.


Deliva langsung mengeluarkan motor nya dan mempercepat laju motor itu secepat mungkin.


******


Deliva melewati pos satpam dan menghiraukan satpam yang memanggilnya. Saat memarkirkan motornya dia langsung bergegas lari menuju kelasnya. Sial... suara itu membuat Deliva harus menghentikan larinya.


"Ehh... kamu sini!! " ucap guru BP yang terkesan galak disekolahnya.

__ADS_1


"Saya bu?" ucap Deliva menunjuk dirinya


" iya... sini kamu," dengan berkacak pinggang guru Bp itu menanti Deliva yang jalannya cukup lambat.


" Maaf bu saya telat " ucap Deliva belom berani menegakkan wajahnya menatap sang guru killer.


" Eh... kamu juga sini," mendengar itu Deliva menegakkan kepalanya, Deliva melihat anak laki-laki yang cukup tampan dengan wajah santai berjalan kearahnya dan guru BP.


"Oke gk usah ada basa-basi dan tanpa penolakan, kalian berdua langsung bergerak membersihkan lapangan basket, CEPAT "


Dengan sedikit terkejut akan teriakan guru BP, Deliva langsung bergegas ke lapangan basket, diikuti laki-laki itu.


Satu kata untuk ini semua "capek" setelah hampir satu jam pelajaran habis untuk Deliva dan laki-laki yang terlambat tadi untuk membersihkan lapangan basket, Deliva terduduk karna baru selesai mengepel lantai. suara bariton cowok itu menyadarkannya bahwa bukan hanya dia saja disini melainkan mereka berdua.


"Ehm... Aku mau ke kelas, udah selesai kan? " ucapnya seraya memberi tangannya membantu Deliva berdiri


"Thanks," seraya menerima uluran tangan lelaki itu, tingginya hanya sebatas bahu lelaki itu membuat Deliva harus mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah itu.


"Ehm... Udah selesai kok, sini sapu kamu biar aku simpenin sekaligus nyimpan pelannya "


"Oh Oke... aku duluan gapapa ya, soalnya mau ada ulangan les ketiga entar maaf ya "


"Oke... No prob" Deliva berjalan menuju gudang tempat penyimpanan sapu, setelah itu dia bergegas ke lapangan dan mengambil ransel biru nya dan menuju kelas.


******


"Masuk!!" Ucap sang guru yang tengah memberi penjelasan pada siswa nya.


"Maaf pak... saya telat, " senyum paksaan terhias dibibirnya.


"Kok bisa telat Del, ini udah jam kedua kenapa baru masuk?? " ramah guru yang masuk lebih tepat nya wali kelas deliva


"Tadi kebersihan dulu pak." tuturnya sambil menundukkan kepalanya


"Yasudah, silahkan masuk ! " dan guru tersebut melanjutkan penjelasannya


Dengan menundukkan kepala, Deliva berjalan menuju mejanya , disana sahabat nya sudah menunggu minta penjelasan akan apa yang terjadi, karna walaupun Deliva terkesan siswa bandel dia gk pernah bolos dalam pelajaran.


Tak terasa tiga jam mata pelajaran terlalui membuat semua siswa merasakan kelegaan. Hal itu juga berlaku bagi Deliva, dia merasa sangat lega karna jam istirahat telah tiba.


"Del, kamu kenapa bisa telat?? Gk biasanya loh," tanya Anggray pada Deliva yang menidurkan kepalanya diatas meja.

__ADS_1


"Aku capek Gray, entar aja jelasinnya." ucap Deliva masih dalam posisi yang sama


" Hem... yasudah, aku mau kantin mau nitip ngk?"


"Beliin minum aja Gray haus !! " ucapnya sambil mendonggakkan kepalanya.


"Okay " Gray berjalan menuju kantin dan meninggalkan Deliva di kelas sendirian. Apes banget gk sih, semalam harus begadang buat ngerjain tugas, terus paginya telat lagi. ya ampun ini namanya bener-bener apes banget udah. Deliva menutup matanya, meresapi tidur ayamnya. Menunggu Anggray dari kantin, Deliva mengeluarkan novelnya.


Fokusnya pada novel yang dia baca membuatnya tak menghiraukan panggilan dari teman-temannya.


"Del ... " dengan sedikit tersentak karna terkejut, Deliva melihat Mario menatapnya.


"Ada apa yo?" Mario tersenyum dan mendudukkan dirinya di sebelah Deliva.


" Serius banget si lo sampe gak dengar dipanggilin dari tadi juga "


"Hehhe... sori cuy, gua udah fokus banget sama bacaan gua. Bdw, emang ada apaan? "


"Nanti malam, gua mau minta tolong sama lo boleh gk? "


" Minta tolong apa dulu nih? kalo ada bayarannya gua mau, " Mario tertawa melihat tingkah konyol Deliva.


"Mau jadiin lo pacar gua. "


"Hah? "


"Iya... semacam pacar sewaan gitu. Gua ada pertemuan sama keluarga, gua kan gk mau dijodohin, jadi gua bilang aja gua udah punya pacar," Deliva geleng-geleng kepala melihat Mario


"Sorri ... Gua gk bisa, ini urusannya soal keluarga. Untuk kali ini gua gk bisa nolongin elu," Deliva membuka kembali novelnya


"Tapi... gua bakal bayar kok Del," Deliva memutar bola matanya malas


"Gua tadi bercanda yo, gua gk mau main-main, soalnya ini masalah keluarga loh."


"Yaudah, kita seriusan aja gitu. Lo jadi pacar gua."


"Hahahha... parah lo ya. Cari yang lain aja yo, gua lagi moodyan nih, takut lo jadi korban mood gua hahahah," Mario tersenyum terpaksa, gagal sudah rencana mengajak Deliva jadian.


"Yaudah... gua cabut dulu ya," Deliva menganggukkan kepalanya dan kembali fokus dengan novelnya


Ting!!!

__ADS_1


Notif wa Deliva berbunyi, ia merogoh kantong nya untuk mengambil benda pipih itu.


Lis'R Story๐Ÿ’


__ADS_2