Sahabat, Aku Cinta Kamu Loh!

Sahabat, Aku Cinta Kamu Loh!
Scenario


__ADS_3

Deliva membolak balikkan bukunya sungguh kali ini dia sangat bingung kenapa Yessi meminta Gilbert untuk menjauhinya, sejauh yang Deliva tahu Yessi sangat suka pada Mario ketua tim volly sekolah mereka dan kebetulan sekelas juga dengan mereka.


" heii... kenapa? Ada masalah? " suara Anggray memecahkan lamunan Deliva


" ehh ...bikin kaget aja lo "


" ya elah lo aneh banget dah, gua ngomongnya alus bener masa gitu aja kaget. Makanya lo itu jangan kebanyakan ngayal bablas kan " Deliva mengagguk angguk mengerti ucapan Anggray


" malah manggut manggut gua nanya kali lo nya kenapa hem? "


" nah itu dia Gray, gua juga bingung gua kenapa? " Anggray sontak menjitak kepala Deliva


" aww ... sakit paokk lo apa apaan sih " Deliva mengelus elus kepalanya


" aukk ahh bodo amat. Kantin yok " Deliva mengganguk dan merapikan bukunya


" Del " suara itu menghentikan langkahnya menuju keluar kelas


" ehh yo apaan? "


" lo pada kekantin kan? " diangguki mereka berdua " gua gabung ya "


" emang tim volly mana? "


" pada latihan mau turnamen gitu deh."


" lah elo kenapa gk latihan " kini Anggray yang bertanya dan dia heran angin apa yang membuat Mario ingin gabung bersama mereka


" gua mah entaran bebas mah, kan gua kapten" Mario mengerlingkan matanya pada Deliva


" ishhh justru itu lo harus kasih contoh sama tim lo... lahhh kok gua lo tinggalin sih " Anggray berlari mengejar Mario dan Deliva yang berjalan lebih dahulu


"Heiii Del lu sebenarnya sahabat siapa sih? " Mario mengantikan posisi Deliva " lu bawel banget Gray. Jalani aja dlu kali aja lu jodoh sama Ikhwan wkwkwk " Deliva terkekeh pasalnya Ikhwan sekelas mereka paling pendiam dan paling susah gabung dengan cowok lah jika dijodohkan dengan Anggray yang bising cocok gk ya ?


" Del lu ngapa ketawa hem? Parah lu "


" ihh Yo udah dong jangan godain Gray mulu "


" siap ibu negara, kalo ibu negara yang minta bapak negara turutin " Anggray berdecih melihat tingkah Mario yang aneh. Sepertinya Mario sudah mulai melakukan pendekatan dengan Deliva setelah sekian lama. Yah Anggray tahu kalo Mario suka sama Deliva hanya saja Deliva terlalu dekat dengan Gilbert sehingga mengikis peluang Mario. Siapa sangka sekarang Mario gercep gk mau ketinggalan lagi sepertinya


🌺🌺🌺


Deliva berjalan disepanjang koridor sekolah pikirannya melayang layang entah kemana


" haiii Dell.... "  Deliva membuang pandangannya sungguh dia ingin marah tapi mengingat Gilbert sedang menjalani peran dia pun harus begitu bukan


" kok buang pandang gitu. Upss sory lo belom move on ya dari Gilbert" Yessi terkekeh sambil melepas rangkulannya dari tangan Gilbert


' ckk move on apaan nenek sihir, yang ada gua kekasihnya **** ' ingin Deliva meneriakinya tapi sayang itu hanya dalam hati


" ehhh Del . Gua lagi ngomong loh liat ke gua dong, masa cewek cantik lo anggurin sih " Deliva merasa ngeri dengan ucapan Yessi, dia berjalan melewati Yessi


" makin lengket aja sama Mario iye kan, kenapa bisa ya? Lo udah pelet dia ya " suara itu menghentikan langkah Deliva dan berbalik arah.

__ADS_1


Deliva tersenyum miring " kenapa? Lo cemburu? Atau  rayuan maut lo gk mempan sama Mario hem? Ohh ya soal pelet , bukanya lo yang pelet dia tapi gk mempan hem? "


" iaa..mulut lo. Hemm Lo iri kan sama gua dan Gilbert hahhah. Lo kira gua masih suka sama Mario hem enggak hahaa gua cuma mau sama Gilbert" kembali senyum devil muncul dibibir Yessi


" wah bagus dong, berarti gua memang jodoh ketua tim volly ya ampun senangnya "


" ngayal aja terlalu tinggi sono . Mario gk suka cewek pendek dan gemuk kyak lo gk pantes "


" sewot amat sih gua yang jalani sama Mario juga haahah udah ahh habisin waktu gua aja lo bye " Deliva melangkahkan kaki nya dan dia masih dengar Yessi yang menggerutu kesal


" kok lo gk belain gua sih, tuh kesenangan deh si nenek lampir, lo gk lupa kan sama peran lo? Atau lo masih ihhh bikin emosi aja deh jalan nih scenario yang ada aja gk becus, haiss kok gua kalah sih dari tuh kerdil "


" udahlah Ci lagian terima aja" Yessi menatap tajam kearah Gilbert


" ohh gitu Bert lo mau hmpp...." tangan besar Gilbert suda membekap mulut Yessi " lo bisa ngontrol dikit gk bibir lo" yessi melepas tangan Gilbert dari mulutnya


" hemmm pueehhh gilak tangan lo wangi cewek siapa yang lu gandeng hemmm? Pokoknya lu gk bisa deket cewek sebelum Mario jadi milik gua" Gilbert hanya menggangguk " yodah antarin pulang" Yessi berjalan terlebih dahulu keparkiran


🌺🌺🌺


" abang ..." teriakan Deliva menggelegar. Membuat siempunya panggilan langsung berdiri dari sofa


" ya ampun Del.... kecilin dikit suaranya malu sama tamu " geram Denis frustasi


" oppsss soorry lagi ada tamu rupanya , yaudah deh Del mau langsung keatas malu " deliva berlari kecil menaiki tangga


" buruan kemari selesai ganti baju " Feliva menyahut nyaring "iya" kebiasaan memang seperti dihutan saja


Deliva melempar asal tasnya dia kembali termenung dengan ucapan Gilbert tadi pagi " tolong bantu aku ya, jalani aja dlu scenario yang dimainkan Yessi seperti biasanya "


Suara ketokan didepan kamarnya membuat Deliva kembali tersadar.  Belom dipersilahkan masuk yang ngetok sudah menyelonong masuk duluan


" heiii kak Del gimana ? "


" gimana apanya ? "


" ihh gua denger kabar lo jadian sama bg Gilbert ya ? " Delicia menarikturunkan alis matanya seraya menggoda Deliva


" hah?? Lu ngarang ya ? Tau dari mana lo" yahhh acting Deliva ternyata berlaku juga buat adiknya


" dari temen "


" temen? Temen yang mana? Yaa ampunn kok gua gk ngerasa tapi gua selalu kena gosip aneh banget "


" alah gk usah ngeles juga. Udah actingnya kagak usah berlaku ke gue. Gue tau dari bg Gilbert " S K A K M A T


" lo kok  bisa? "


Delicia tertawa meremehkan dengan2 mengangkat jari telunjuknya yang bergerak kekanan kiri tepat didepan wajah Deliva


" gua tau semua sampe lo yang harus jalanin scenario buatan Yessi 😏udah saran gua lu puas puasin dah pacaran sama bg Gilbert, bodo amat sama Yessi oke good luck eonni "


Delicia berlari keluar kamar Deliva sebelum Deliva bertanya lebih banyak lagi.

__ADS_1


Deliva bingung sama Delicia apa adiknya itu kerja sama dengan Gilbert hemmm jika emang iya kenapa harus sembunyi sembunyi darinya


Ketokan pintu kembali terdengar, deliva mendongakkan kepala melihat abangnya yang muncul


"Loh kok belom ganti baju? "


" ini mau ganti bg. Ada apa kok tumben keatas "


" teman kamu nunggu dari tadi katanya kalian janjian "


" hah? " Deliva bingung seingatnya dia tak ada janji hari ini dengan Anggray. Apa mungkin Gilbert ngajak jalan. Terbitlah senyum diwajah Deliva


" kenapa lo dek segitu senangnya hem?" Denis berusaha menggoda Deliva " udah ahh bg sono gua mau ganti baju dulu " Deliva mendorong Denis keluar dari kamarnya


Deliva senyam senyum sendiri membayangkan hari pertama ngedate mereka setelah sekian lama. Dia menjatuhkan diri ke kasurnya dan terkikik senang.


Deliva bangkit dari tidurnya ' kok Gilbert gadak ngabarin ya 🤔 aneh banget. Mungkin kejutan kali ya wkekek bodo amat yang penting gua bahagia '


Deliva berlari menuju kamar mandi dan akan tampil cantik hari ini.


🌺🌺🌺


Deliva menuruni tangga dengan semangat. Denis yang melihat adiknya tersenyum


" by . Adek gua udah siap "


" sini Del " Deliva mengangguk dan menghampiri abgnya


" ya ternyata elo yang ajak gua jalan ? " Deliva menatap lelaki tampan didepannya dengan sorot kekecewaan


" loh kenapa? Tadi aja semangat " goda Denis namun malah mendapat tatapan tajam dari Deliva membuat Denis kicep tak berkata lagi


Deliva melangkahkan kakinya meninggalkan mereka, namun dengan cepat lelaki itu mengejarnya


" kak , gapapa kan kita jalani dlu "


" enggak mau ... gue apa apa kok. Gue gk mau jalan sama bocah tengil kayak lo "


" Del udah lah. Pergi saja lagian kamu gk ada kegiatan di rumah "


" siapa bilang? Banyak tuh PR aku. "


" Del kamu gk pernah loh diajari gk menghargai orang, sana pergi kasihan dia udah nunggu kamu berjam jam gk jelas, masa gk jadi juga. Lagian udah ganti baju apa susahnya cobak" Denis memperingati Deliva dengan tegas


" tapi bg dia itu.... "


" apa Del? Mau bilang bocah. Ketimbang dia lo masih lebih cocok bocah lo Del " Deliva melotot mendengar Denis menjelekkannya " gk usah melotot sana pergi jalan hari ini bebas sampe jam 8 malam aja tapi oke by "


" siap bang" senyum merekah terbit diwajah Roby


Delive melirik Roby dan dan abangnya bergantian. " bg .... " Denis langsung meninggalkan mereka " selamat bersenang senang " teriak Denis dari tangga, kali ini Deliva benar benar pasrah. Diliriknya lagi Roby dengan senyum yang belum pudar diwajahnya


" kak jalan yok, keburu sore " Roby menuntun Deliva  dan dengan senyum itu Deliva merasa lemah tak berdaya melakukan penolakan lagi mengingat perjuangan Roby.

__ADS_1


" welcome hari yang menjengkelkan "


__ADS_2