Sahabat, Aku Cinta Kamu Loh!

Sahabat, Aku Cinta Kamu Loh!
Roby


__ADS_3

Deliva melihat pesan yang tertera pada ponselnya


Delicia 💗


Kak Del jadi bawa motorkan?? Aku ada tugas kelompok, jadi pulangnya agak telat dan gk bisa pulang bareng gpp ya??


Deliva Muller


Iya kakak bawa motor kok, hati-hati ya entar pulangnya jangan kemalaman juga


Deliva memasukkan kembali ponselnya kedalam kantung rok nya. Dia menidurkan kepalanya diatas meja dan membiarkan novelnya tergeletak begitu saja.


"Arghhh.... " Deliva terbangun tiba-tiba saat merasakan tangannya bersentuhan dengan benda dingin, ya benda itu minuman yang dibawakan Anggray untuknya.


"Sialan lo ya... Kadang lu jadi teman kok doyan banget gitu somplak tiba-tiba," kesal Deliva melihat Anggray yang tertawa puas


"Habisnya lu tiduran mulu, tuh minum biar otak lo jadi dingin," kekeh Anggray


Deliva menyambar minuman yang diatas mejanya. Dan meminumnya sampai setengah botol air itu kandas masuk ke dalam perutnya.


"Buset dahh... rasa apaan ini?" Deliva memasang wajah seperti tampang mau muntah


"Yaelah Del... biasanya juga lu embat." Mengiyakan perkataan Anggray, Deliva meminum kembali minumannya.


Saat menikmati minuman dan beberapa camilan yang dibawa Anggray, mereka tampak bercerita lucu yang membuat Deliva seperti hidup kembali. Saat Deliva memainkan ponsel, Anggray mengarahkan pandangannya keluar jendela. Lamunannya terhenti saat Anggray merasakan mejanya bergeser.


"Mau kemana?"


"Toilet bentar buk, napa mau ikut?"


"Eh... bentaran jangan ketoilet dulu," cegah Anggray


"Emang napa Gray?"


"Emmm... itu... itu apa tadi ehhh apa ya eee... itu toilet penuh." Deliva menaikkan sebelah matanya seolah curiga dengan Anggray yang mendadak terbata. Deliva menarik sudut bibirnya membentuk senyuman dengan tatapan kecurigaan.

__ADS_1


"Gray ku sayang... toilet bukan hanya satu, udah ahh gua mau toilet nih kebelet." Deliva melenggangkan kakinya keluar kelas, Anggray tampak cemas dari tempat duduknya dengan mengigiti ujung kuku jarinya.


Deliva berdiri membeku menatap pria yang berada di depan kelasnya. Dia merasa seolah kakinya beku dan susah untuk digerakkan. Sadar lama bertatapan, pria itu lebih dulu memalingkan wajahnya, Deliva masih diam membisu, dia merutuki dirinya karna kakinya masih enggan melangkah keluar dari kelasnya. Dari sudut matanya, dia dapat melihat pria itu tersenyum, yah tersenyum bukan padanya melainkan wanita lain, teman sekelas Deliva sendiri.


"Del... udah yok jalan lo bilang mau ketoilet kan?" Anggray menuntun Deliva berjalan meninggalkan kelasnya. Melihat Deliva yang berjalan dengan tatapan kosong Anggray membuat lawakan tapi terasa tidak didengar Deliva.


"Del... lo kenape sih? Blom bisa move on dari cowok sedeng itu? Gua kan dah bilang tadi jangan dulu keluar, lah lo nya ngeyel banget," Deliva mengarahkan pandangannya ke Anggray dengan tatapan yang tidak bisa dimengerti Anggray. Anggray tiba-tiba merasa tenggorokanya tercekat.


Deliva berjalan kearah belakang sekolahnya. Anggray yang bingung ingin mengejar Deliva, seakan tau Deliva mengancungkan tangannya keatas membentuk ok, dengan isyarat itu Anggray mengerti dia harus membiarkan Deliva sendiri. Karna Deliva butuh sendiri saat ini.


🌺🌺🌺


Dengan semangat seorang gadis cantik dengan bandana diatas kepalanya berjalan menuju taman dekat kompleks rumahnya, dia ingin menemui sahabat yang sangat sering mengisi hari harinya.


Deliva berjalan mengendap endap, menutup mata pria yang tengah duduk dibawah pohon.


"Ivv, ini kamu kan?" Raba pria itu sambil menarik tangan yang menutup matanya.


"Haii Bert... udah lama nunggu?" Senyum Deliva masih melekat dibibirnya.


"Hmm... duduk sin," Deliva berjalan menuju tempat duduk disamping Gilbert


"Apaan Bert?" Senyum Deliva belom luntur menatap Gilbert.


Tangan Gilbert menyentuh  wajah Deliva, matanya tersirat menyimpan kesedihan. Tapi Deliva tidak menatap Gilbert, dia malah memejamkan matanya, Seakan merasakan lembutnya sentuhan Gilbert diwajahnya.


"Ivv, aku gk tauu apa masih bisa nyentuh wajahmu lagi seperti ini," mendengar tuturan Gilbert, Deliva membuka matanya


"Kenapa? Kan kita tiap hari sama-sama,"


"Tau gk sih... kalau persahabatan antara laki-laki dan perempuan itu gadak yang murni?" Deliva menatap Gilbert tak mengerti, arah pertanyaan yang diajukan Gilbert membuat dia bingung.


"Kamu tau... diantara perempuan dan laki-laki itu, pasti ada yang menyimpan rasa lebih. Tau kan kenyamanan dan rasa sayang tumbuh karna keterbiasaan." Deliva hanya mengangguk


"Sekarang aku tanya. Kamu sayang aku gk?" Deliva mengganguk kembali "Kamu nyaman gk disampingku?" Lagi-lagi Deliva hanya menggangguk, Gilbert tersenyum atas jawaban Deliva, Gilbert mengulurkan kembali tangannya menyentuh wajah Deliva, meraba mata, hidung bahkan bibir Deliva, ini bahkan yang pertama kalinya dia menyentuh bibir itu.

__ADS_1


"Ivv... nyaman, sayang itu sejalan membawa rasa cinta," Deliva menyentuh tangan Gilbert yang berada diwajahnya dan menurunkannya. Deliva mengenggam erat tangan Gilbert.


"Bert... kamu kenapa? Kamu kenapa sedih sih? Kita kan gk lagi perpisahan. Konyol banget sih kamu." Gilbert tersenyum dia selalu suka saat Deliva mengomelinya.


"Ivv, aku mau minta yang tadi boleh?"


"Minta sesuatu yang kamu katakan tadi?" Gilbert hanya mengangguk tersenyum


"Boleh, apaan Bert?" Gilbert langsung merengkuh tubuh Deliva kedalam pelukannya. Deliva terkejut atas tindakan sahabat nya itu, merasakan sedikit pemberontakan yang dilakukan Deliva, Gilbert tersenyum


"Sebentar Ivv,  5 menit aja biarin kayak gini," Deliva tak melakukan perlawanan lagi, dia bahkan menyentuh pundak Gilbert halus sambil menepuknya pelan. Merasakan kaosnya basah Deliva mendorong tubuh gilbert. Namun, Gilbert mempererat pelukannya pada Deliva. Setelah merasa sedikit tenang Gilbert melepaskan pelukannya


" Ivv... kita gk bisa sama lagi, aku... aku" Gilbert merasakan tenggorokannya tercekat


"Haha... gilak ya, kita itu bukan pacaran Bert, kenapa bilang kita gk bisa bersama? Kita sahabatan loh," Deliva merasakan matanya mulai memanas


"Ivv, aku..." Deliva langsung berdiri.


"Oke, kau minta kita gk bisa bersama lagi kan?" Gilbert mengangguk dan melihat wajah Deliva lusuh dan berair "Bert... gadak namanya mantan sahabat, aku gk tau siapa yang kau umpamakan tadi, jika memang benar ada salah satu diantara laki-laki dan perempuan itu yang cinta. Emang kenapa? Gk bisakah mereka bersama? Itukan akan lebih baik karna mereka sudah saling mengenal sekarang apa lagi?" Gilbert berdiri dia hendak menghapus air mata Deliva, diluar dugaannya Deliva menunduk dan menarik tasnya dan berlari meninggalkannya.)


Keesokan hari Deliva menyusul kearah kelas Gilbert, dia seakan lupa apa yang terjadi semalam. Dia memasuki kelas Gilbert, dan melihat sahabatnya itu dekat dengan wanita, ya wanita itu  dikenalnya itu teman sekelas Deliva. Yang Deliva bingung mereka ngapain berduaan dikelas. Deliva merasakan panas hati dia ingin marah tapi dia tidak ada hak, toh statusnya hanya sahabat. Dia memaksakan diri tersenyum dan berjalan kearah meja Gilbert


"Haiii... Bert," saat Deliva ingin duduk disamping Gilbert, Gilbert terlebih dahulu berdiri dan meninggalkan Deliva sendiri dikelasnya, tindakan Gilbert membuat Deliva sakit hati. Tapi dia mencoba berpikir positif mungkin Gilbert sedang tidak mau diganggu.


Sepulang sekolah Deliva menuju parkiran, dia melihat Gilbert duduk diatas motornya. Dia tersenyum., namun tak ada balasan dari senyumannya.


"Jauhin aku, jangan muncul lagi dihadapanku," selesai mengatakan itu Gilbert pergi meninggalkan Deliva dengan tanda tanya besar dikepalanya. Tak terasa airmata itu mengalir. Deliva ingin mengejar Gilbert, dia ingin bertanya banyak hal kenapa tiba tiba sifat Gilbert mendadak aneh sekali. Namun diurungkannya ketika Gilbert melewatinya dengan mempercepat laju motornya.


🌺🌺🌺


Semua ingatan itu kembali muncul dibenak Deliva, ia menelungkupkan kepalanya dan menangis disana sejadi jadinya.


"Woii bising oikk... apaan sih nangis disini? Ganggu orang tidur aja," merasa ada yang mengganggunya Deliva mengangkat kepalanya melihat cowok yang berdiri didepannya


"Maaf... su-suaraku menggangu ya?" tanyanya dengan senggugukan. Dia membaca nametag cowok itu

__ADS_1


" Roby?"


Lis'R Story💏


__ADS_2