Sahabat, Aku Cinta Kamu Loh!

Sahabat, Aku Cinta Kamu Loh!
Perjanjian


__ADS_3

"Roby?"


Deliva mengangkat wajahnya untuk melihat lebih jelas wajah cowok yang dia ganggu, namun sinar matahari itu memperhambat penglihatannya, sadar hal itu, Roby menutup sinar matahari dengan punggungnya


"Eh," Deliva menutup mulutnya melihat ternyata cowok yang berdiri didepannya itu cowok yang terlambat bareng dia tadi pagi.


"Lah elo ternyata, kenapa lo nangis?" Roby duduk disamping Deliva "Pasti lo nangis karna cowok deh. Iyakan?" Roby mengarahkan pandangannya kedepan


"Eh... enggak kok, ngapain juga nangisi cowok," Deliva mengigit giginya sendiri, dengan tangan dikepal yang dipukulnya ke tempat duduknya. Dan arah pandangannya menajam ke depan.


Melihat itu, Roby menarik senyum dan mencoba menahan tawa melihat kelakuan Deliva "Dasar bodoh," Roby menoyor kepala Deliva,  Deliva menatap Roby dengan wajah kesal dan mengelus kepalanya.


"Orang bego juga tau lo nangis karna cowok, liat tuh kelakuan lo wkwkwk seakan natap cowok yang lo tangisi, bego banget sih," kekeh Roby tak tahan


"Ih apaan sih, aku memang..." Roby langsung menginterupsi omongan Deliva "Memang apa? Memang lo nangis karna cowok kan? Haha... gua dah tau gk usah dijelasin," kekehnya


"Ya suka gua dong, wong gua yang nangis, kenape lo yang sewot sih?"


"Ya jelaslah bego, orang tangisan lo kayak anak serigala yang kelaparan ganggu orang tidur," Roby mengarahkan pandangannya kedepan lagi


"Yaudah sih maaf pin dah, gua kan gk tau lo disitu," Deliva memainkan kukunya dan sepatunya


"Haha... lo ikhlas gk sih minta maaf? Dimana-mana orang minta maaf itu liat wajah orangnya juga bukan sepatu," Roby memegang wajah Deliva berniat untuk mengangkatnya, namun dengan cepat Deliva menepisnya.


"Sialan lo ya, gua kan udah minta maaf kalo gk mau maafin ya sudah," Deliva beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan Roby.


Melihat Deliva pergi, Roby tersenyum, dia sangat suka cewek cuek seperti Deliva, dan apa itu? Muka Deliva sangat imut dan lucu seperti bakpao.  Mendengar bel berbunyi, Roby melangkahkan kakinya menuju kelasnya.


***


Deliva memasuki kelasnya dengan wajah kesal, dia langsung duduk di mejanya.


"Kenapa?" 


"Ngak papa, lagi kesel aja nengo orang." Deliva memasang wajah ketus

__ADS_1


"Yaelah tadi aja bilangnya gapapa, sekarang ada papa juga," kekeh Anggray


"Ih, Anggray kok gitu sih." dengan wajah bete, dia memukul lengan Anggray pelan, namun itu membuat Anggray makin terbahak melihat wajah Deliva.


" Del..." mendengar namanya di panggil, Deliva memutar tubuhnya untuk melihat orang yang memanggilnya.


"Iya ada apa?" Deliva tampak tersenyum melihat orang yang memanggilnya


" Lo gapapa kan?" Deliva mengernyitkan dahi nya, sebenarnya dia tahu arah pertanyaan orang yang berdiri dihadapannya ini, tapi dia masa bodoh jika berhadapan dengannya


"Gapapa gimananya sih? Gak jelas banget," Deliva tertawa dan seakan tahu Anggray malah ikut tertawa dengan Deliva


Merasa kesal, wanita yang berdiri itu mengucapkan dengan kuat, "Lo gk cemburu gitu gua jalan sama Gilbert?" Senyum aneh itu muncul diwajah wanita itu


Diluar dugaannya Deliva malah tertawa makin kuat, "Gray, Lo dengar gk sih? ada yang bawa nama mantan gua?" Anggray menggangguk "Iya, nama mantan lo yang sedeng itu kan ya?" Deliva dan Anggray kembali tertawa.


"Dengar ya Ci... mau lo jalan, makan atau mau nikah sekalian mah gua gk peduli, emmmm... ahhh iya, mumpung lo disini nih tolong bawa jauh-jauh mantan GUA ya, kasihan dianya nanti flashback lagi eh malah kecantol lagi sama gua, padahal kan gua gk suka yang bekas upsss maksud gua mantan hihi kembali sama gua," seakan ingin membalas perkataan Deliva, Deliva terlebih dahulu mengangkat jari telunjuknya yang diarahkan kebibirnya, "Sabar dong, gua blom siap ngomong nih. Jadi maksud gua itu, daripada kita musuhan gara-gara satu cowok sedeng, gua rela deh itu buat lo aja. Gua mah ikhlas dan ridho malah. Tapi ya gini Ci, lo kalo mau pacaran jangan bawa ke kelas takutnya dia balek sama gua, upsss gua gk bakal mungkin tega kalo harus nolak dia, lo taukan maksud gua?" Anggray terkejut dengan kelakuan Deliva, ini pertama kalinya Deliva bicara menohok begitu, namun Anggray pantas menganjungkan jempol pada sahabatnya itu.


"Kenapa Ci? Masih mau ada yang diomongin, ehm... oh iya kalo bahas tentang Gilbert gk usah lagi deh, gua udah gk minat lagi," dengan wajah kesal, Yessi meninggalkan meja Deliva.


"Mantap bener dah sahabat gua," Deliva dan Anggray terkekeh lagi. Guru tiba-tiba memasuki ruang kelas mereka.


***


"Del, Lo bawa motor??"


"Ya Gray, selalu mah itu. Kenapa emang?"


"Pengen nebeng... Ups, oh iya lu boncengan sama Delicia ya," Deliva tersenyum kearah Anggray


" Ca ada tugas kelompok, dia pulang telat. Udah yok,"


"Seriusan Del?" Deliva mengangguk dan berjalan meninggalkan kelas


"Eitss tungguin gua somplak," Anggray berlari mengejar Deliva

__ADS_1


Mereka berjalan menuju parkiran, seperti biasa kedua sahabat itu selalu ada topik yang dibicarakan yang membuat mereka tertawa.


"Wahh... gua gimana naiknya? Gua kira lo bawa motor yang kemarin, " Deliva tersenyum dan mengerti  maksud Anggray


"Udah ni kunci loker gua, disitu ada celana training gua, lo ganti tuh rok lo, kalo motor yang kemarin Delicia pake." Anggray melihat Deliva, dengan menatap Deliva dari atas kebawah


"Eh sejak kapan lo pake celana?"


"Ih ngoceh mulu lo, udah sana buruan, gua tinggali juga lo." tanpa pikir panjang Anggray menyambar kunci dari tangan Deliva dan berlalu pergi.


Deliva bersandar diatas motor sportnya dengan memainkan kunci motornya ditangan. Seseorang mengambil kuncinya, dia terperanjat heran.


"Eh manusia sok dekat lagi, siniin kunci gua." Deliva menegadah tangannya tanpa berniat memandang cowok yang berdiri disampingnya.


"Gua bakal kasih kunci lo, tapi sebelum itu kita buat perjanjian dulu,"


"Apaan sih? Pake perjanjian segala,  unfaedah banget, udah siniin dah kunci motor gua, gua lagi gk minat debat nih," Roby memasang wajah licik


" Tak semudah itu nona, lo harus mau harus tidak boleh tidak," Deliva mengarahkan pandangannya tajam kearah Roby


"Del, hayuk." Anggray mengarahkan pandangannya kecowok yang bersama Deliva


"Roby... ngapain?" Roby sempat terkejut melihat Anggray dan kembali berusaha normal dan tersenyum kembali.


"Lah, Gray lo kenal cowok tengil ini, mintain gih kunci motor gua," Anggray menatap Roby


"Hai kak Gray... kakak mau pulang bareng gua aja kak? " Anggray menggeleng "Gua barengan Del aja, balikin dah kunci nya, kita ada tugas kelompok takutnya teman kita marah entar."


Roby menyerahkan kunci itu pada Deliva, kalau saja Anggray tak ada dia gk akan peduli walaupun Deliva ada tugas kelompok, dia hanya ingin buat perjanjian dengan wanita disampingnya itu dan yang ternyata kakak kelasnya sendiri. 


"Gitu dong. Dasar cowok aneh!" Deliva menaiki motornya "By kita dluan ya," Roby mengangguk


"Bye cowok tengil," Deliva melajukan motornya kembali. Roby tersenyum akan tindakan Deliva, dia semakin dibuat gemas dengan semua kelakuan cewek cuek nan aneh itu. Namun semua terasa nyata. Dan itu membuat dia selalu memikirkan sikap Deliva. Roby tersenyum berjalan menuju motornya


Lis'R Story💏

__ADS_1


__ADS_2