Sahabat, Aku Cinta Kamu Loh!

Sahabat, Aku Cinta Kamu Loh!
Lo orang gak?


__ADS_3

Delicia menemani Deliva kerumah sakit tempat Gilbert dirawat, langkah kakinya berhenti ketika melihat Deasy berada didepan ruangan Gilbert.


"Gua mau pulang aja, "


"Loh, loh, loh kenapa kak? "


"Istri Gilbert disana, gua gk mungkin kesana. "


"Kenapa gk mungkin sih? Lagian kakak tau darimana kalo itu istri bang Gilbert, setau gua bg Gilbert belum menikah. "


"Jangan sotoy Ca, gua ketemu kemarin ditaman waktu ajak Key main, malah ngobrol juga. Lagian dia kenalin Gilbert itu ke gua sebagai suaminya Ca, gua gak mau sakit hati lagi. " Jelas Deliva frustasi


"Tapi kita udah disini, masa balik lagi "


"Yaudah kalo lo mau liat sana sendiri, gua gk mau." Ucap Deliva seraya berjalan putar balik


"Del... " teriakan itu membuat langkah kaki Deliva terhenti


Deasy berlari menuju Deliva, wanita itu tampak tersenyum kearah Deliva. Deliva membalas senyuman itu, ya walau bagaimana pun dia tidak mungkin benci pada wanita ini, yang harus dia benci itu suami wanita ini.


"Del, kok bisa disini? Ngapain? "


"Ehh... Itu tadi kita abis jenguk teman, lo ngapain disini? "


"Oh itu, Gilbert habis kecelakaan tadi sore, "


"Yang bener? Trus gimana keadaannya?"


"Gak tau, masih di cek sama dokter, ikut yuk, temani aku ya. "


Tak enak hati menolak, akhirnya Deliva mengiyakan ajakan Deasy dan menarik tangan Delicia yang masih bingung dengan drama kehidupan kakaknya ini.


Pintu ruangan Gilbert terbuka menampakkan sesosok lelaki paruh baya lengkap dengan stelan jas putih dan stetoskop yang mengantung dilehernya.


"Gimana keadaannya dok? "


"Tidak terlalu parah, hanya kena benturan ringan saja. "


"Apa kami sudah bisa masuk? "


"Tentu saja. "


Ketiga wanita itu memasuki ruangan serba putih itu, melihat lelaki yang terbaring lemah disana dengan infus yang melekat ditangannya.


Deliva dan Delicia hanya melihat Deasy yang saat ini duduk disamping brankar milik Gilbert.


"Bangun ya Gil, kasihan Valen cariin kamu mulu, " setetes air mata wanita itu turun mengenai tangan Gilbert yang saat ini dia genggam.


Delicia memegang tangan Deliva, meremas tangan itu, seolah memberi kekuatan kepada wanita itu. Deliva berusaha sekuat tenaga menahan air matanya agar tidak turun. Rasa sesak ini sangat menghimpit dadanya membuat dia semakin merasa sakit.


Deliva memalingkan pandangannya keatap ruangan itu, berusaha menahan air mata itu tidak terjatuh. Sungguh, ini lebih menyakitkan melihat lelaki yang kita cintai ternyata sudah mengikat janji menjadi suami orang lain.

__ADS_1


"Maaf ya, aku terbawa suasana, sampe lupa kalo kalian ada disini. "


"Sans aja, kita gapapa kok. Oh iya, kita mau balek nih, semoga Gilbert cepat sembuh ya. "


"Del, aku boleh minta tolong?"


"Apa Des? "


"Aku mau jemput Valen ke rumah neneknya, kamu jagain Gilbert bentar boleh, ntar kalo dia sadar hubungi aku, plis!!! " mohon Deasy


"Tapi, gua ..."


"Tolongin aku, keluarga gak ada yang tau kalo dia masuk rumah sakit, aku gak mau mereka khawatir. "


Mau tak mau akhirnya Deliva mengiyakannya, Deasy tersenyum dan berterimakasih seraya meninggalkan ketiga mahluk itu disana.


"Ca, lo tau dari mana kalo Gilbert masuk rumah sakit? "


"Gian. "


"Tapi itu, Deasy bilang gak ada keluarga yang tahu, " Delicia hanya mengedikkan bahu tak mengerti, dia saja bingung dengan kronologis yang tiba-tiba Gilbert punya istri.


"Gimana sih, trus Giannya mana sekarang? "


"Bentar gua telpon dulu, "


"Yaudah sana deh. "


Deliva menatap wajah Gilbert yang nampak pucat, bahkan saat ini dia tidak berani untuk menyentuh lelaki itu.


"Kak Del, Gian bilang dia tahu dari Deasy, cewek tadi ya? "


Deliva mengangguk


"Trus kenapa dia gk datang?"


"Dia dilarang sama tante Indira, "


"Loh kok bisa sih? Gilbert kan anaknya, masa gk dijengukin. "


"Gua gk tahu, dan gua gk nanya juga. "


Deliva memijit kepalanya, sungguh dia pusing sekali saat ini. Kenapa tante Indira sampai segininya sama Gilbert, apa masalah yang ditimbulkan Gilbert.


"Ca, ini jam berapa? "


"Jam sembilan kak, "


"Astagah... Ini Deasy lama banget perasaan, "


"Hubungi coba, "

__ADS_1


"Gua gk punya nomornya, "


"Lah gimana sih kak, bukannya dia nyuruh lo hubungi dia kalo Bang Gilbert sadar? Nah, kalo bang Gilbert sadar gimana lo mau hubungi dia? "


"Lah iya, gua bego banget sih. "


" Gini aja deh, ini udah makin malam juga, gua pulang aja, kakak jagain bang Gilbert disini, "


"Enak aja, gk, gk gua gk mau. Lo gilak nyuruh gua tinggal seatap dengan suami orang, " potong Deliva cepat


"Lebih gilak lagi kalo gua yang tinggal disini, gimana kalo Mikhael tau gua disini? Lebih berabe kan? Lah kak Del, gak bakal ada yang marah juga. Lagian nih ya kak, kalo Deasy datang yang dikenal kan elo kak bukan gua. Jadi, kudu lo yang disini. " Jelas Delicia gereget


"Tapi masa iya gua sama suami orang sih? "


"Lah, kan istrinya sendiri yang minta. Udah ya kak, gua cabut dulu. Ntar gua omongin sama moms, bye!! "


"Ca, Ca, Ca ishh gua ditinggal, gimana nih Deasy lama bener. Ini suami, suami siapa yang repot jagain siapa, " tuturnya kesal


"Gil, bangun dong hubungi istri lo."


Deliva merasakan rindu yang lebih pada lelaki yang terbaring ini, namun mengingat kelakuan lelaki ini sore tadi, ingin rasanya dia membenci tapi dia sangat tidak bisa.


"Sial! Harusnya gua gk ada disini nungguin lo, bisa-bisa makin susah dah gua benci sama lo, "


"Yang buat gua gini elo kali Ivv, "


Rasa terkejut Deliva membuat gadis itu hampir terjungkal kebelakang, Deliva memegangi dadanya, mengatur ritme pernapasannya. Deliva berdiri seraya merapikan pakaiannya dan menatap Gilbert dengan melipat kedua tanggannya didepan dada.


"Eh, lo udah sadar, bagus deh. Hubungi istri lo biar gua balek, " ucap Deliva cuek.


"Buat apa? Istri gua kan udah disini. "


Sontak Deliva melihat kearah pintu, tak ada Deasy disana bahkan diruangan ini juga tidak ada sosok Deasy.


"Mana? "


"Disamping gua, yang setia nungguin gua sampai gua bangun." Deliva mengerutkan keningnya, dia tersadar dan menunjuk dirinya.


"Maksud lo gua? "


Gilbert tersenyum dan mengangguk senang.


"Lo sarap ya? Ingat gua ini istri orang, dan lo itu suami orang! " tukas Deliva kesal.


"Yailah gua suami orang dan lo istri orang, yakali gk nikah sama orang. "


"Itu lu tau, cepat hubungi istri lo. "


"Lo susah banget sih dibilangin, lo bilang gua suami orang kan? "


"Lah iya, kan lo nikah sama orang. "

__ADS_1


"Gua tanya deh, lo orang gak? "


Deliva menatap kesal kearah Gilbert yang sekarang tersenyum kearahnya membuat Deliva bergidik ngeri.


__ADS_2