
Malam tadi tidur Deliva benar benar menyenyakkan, ehmm dia bahkan ingat tadi pagi dia senyum senyum sendiri, ada perasaan bahagia. Dia bahkan gk tau bahagia karna apa?
" selamat pagi semua " Deliva berteriak dengan semangatnya menuju meja makan untuk sarapan bersama keluarga nya.
" ehm roman romannya ada yang lagi bahagia nih "
" ohhh jelas dong, putri dari tuan Gerald dan nyonya Andini harus bahagia dong ๐๐" Deliva menghempaskan pantatnya di kursi sebelah Denis
Denis tertawa melihat tingkah adeknya itu, " bukan karna seseorang yang bilang say.... " omongan Denis dipotong cepat oleh Deliva
" resek bangat sih bang, jangan rusakin mood gua pagi ini dong -_-" Deliva melahap rotinya geram seakan akan dia mengigit Denis abangnya yang selalu saja menggodanya, kan bikin malu aja di depan daddy dan mommy nya
" ya ampuinnn.... Bingung dehhh, kakak sama abang selalu aja bahas yang gk kita ngerti ye kan dad , mom? " Gerald dan Andini mengangguk bersama
Kembali keheningan tercipta di ruang makan setelag Delicia berkata, keluarga itu kembali fokus dengan sarapan mereka masing masing.
Delicia dan Deliva menyelesaikan sarapan mereka dan berangkat kesekolah
๐บ๐บ๐บ
Deliva menelusuri lorong menuju kelasnya, dia masih senyum gk jelas, perasaan dia mau terbang saja, anehh bahkan yang membuat dia bahagia pun dia gk tau. aneh emang :')
" yaelahh, senyum senyum bae disepanjang lorong napa lo? sampe dipanggilin dari tadi gk denger " Deliva hanya tersenyum menanggapi ucapan Anggray, karna jujur saja dia gk tau karna apa dia bahagia
"Gausah kek orang gilak deh, yok masuk " Anggray menarik tangan Deliva menuju meja mereka.
Disela lamunannya yang menyenangkan itu, dia mulai terganggu dengan kehadiran kekasihnya, kenapa cobak? Dia moodnya aneh bener, dimana mana jumpa pacar itu mood makin bagus lah dia merosot dah mood nya. Deliva mengambil bukunya dan membacanya secara acak.
" haiii... Fokus banget belajarnya " Deliva menjauhkan buku yang dipegang dari wajahnya
" ehh... Ada apaan? "
__ADS_1
" gk papa hanya rindu saja " Deliva merasa flat dengan ucapan pacarnya itu. Ada apa dengan dia bukannya dia yang kemarin bahagia gk jelas ketika Gilbert menyatakan perasaannya pada Deliva.
" apaan sihj -_- " Gilbert tersenyum kikuk dengan jawaban Deliva, ini bener bener diluar ekspektasinya.
" Ekhemmm.... Gua mau kantin beli roti lo mau nitip gk Del? " Anggray merasa ada yang aneh di hub pasangan yang baru jadian ini, hawanya tidak menyenangkan.
"Gk, gua udah makan tadi " Anggray menggangguk dan pergi meninggalkan mereka berdua, karna kelas belum terlalu ramai saat ini.
" Del, kenapa? "
" kenapa apanya sih? "
" kok lo marah, gua ada salah ya, kasih tau dong biar diperbaikin." Deliva menatap Gilbert yang sepertinya aneh di mata nya
" emang salah lo dimana? Gua gk ngerasa lo punya salah sih " Gilbert mengusap wajah nya dengan kasar mendengar penjelasan Deliva
" ada apa sih? Kok lo stress gitu? " Deliva kembali fokus pada bukunya
" gimana gua gk stress tiba tiba sikap lo dingin gini ke gua, gua nanya salah gua dimana bukannya lo jawab malah balik nanya " Deliva menutup bukunya, moodnya berantakan dengan hadirnya Gilbert, bukannya tadi dia senang ahhh kenapa dengan Deliva?
"Mau kemana?" Deliva melirik tangannya yang kini digenggam Gilbert. Dengan lembut dia melepas tangan Gilbert dari tangannya. Gilbert memperjelas wajahnya yang bingung, sementara Deliva mencari alasan yang tepat agar bisa menjauh dari Gilbert, moodnya benar benar gk bagus didekat Gilbert aneh bener emang.
"Kenapa? Jelasin dong "
'Gimana mau jelasin, gua aja bingung gua kenapa kek gini' batin Deliva
"Ehmmm.... Itu.... Apa. .." Deliva terbata bata mengucapkan alasannya. Yaiyalah terbata orang dia bingung alasannya apa.
" apa katakanlah, ku sabar menunggu sekalipun itu menyakiti ku " Gilbert melepas tautan tangan mereka dan menundukkan kepalanya
'Yaelah si pauull baper aja๐ tapi emang lucu sih gua kenapa coba?๐ค๐ค' Deliva berdialog sendiri dengan dirinya sendiri
__ADS_1
Deliva melirik Gilbert yang masih menunggu jawabannya, Deliva mencari cari alasan sampai matanya tak sengaja melihat Yessi yang menuju ke kelas. Nah ini nih alasannya๐๐
" Bert, lo tau kan kita lagi jalanin scene, lo sendiri yang bilang, dan lo lupa ini lagi disekolah Bert, hayolah kamu kenapa jadi merasa kamu punya salah? " Gilbert menatap Deliva, yang dibalas senyuman oleh Deliva. Gilbert mengangguk mengiyakan perkataan Delica
"Ehm, lo pindah deh. Nenek sihir udah mau deket nih" Gilbert menggangguk dan berdiri mencium kening Deliva dan itu sukses membuat Deliva melongok tak percaya, tapi tetap senyum ๐
Gilbert melangkahkan kakinya menuju meja Yessi dan menunggu nenek sihir itu.
Yessi, masuk kelas dan mendapati Gilbert disana, lalu melirik ke sekitar dan menemukan Deliva yang sibuk dengan bukunya
"Sayang, udah datang aja ke kelas ku heheh ada apa yang? Rindukah ?" yessi memperkuat suaranya agar Deliva yang sedang baca buku dengar.
Yessi duduk disamping Gilbert, dan bergelayut manja, dan itu semua tak luput dari pandangan Deliva. Tapi tunggu sebentar apa dia gk cemburu๐ค
" pagi Del " Ari menyapa Deliva
" oh hai Arii ๐"
Ari meletakkan tasnya ditempat duduknya dan berjalan menuju meja Deliva, dan membuat Yessi geram ditempat duduknya, dia melihat Ari dan Deliva tertawa ' apa yang mereka bahas kok kecil banget suaranya, ketawa nya kuat ihhh ' Gilbert melihat wajah Yessi seperti menahan marah, jelas Gilbert mengikuti arah pandang Yessi dan melihat Deliva dan Ari tertawa disana. Jujur saja Gilbert merasa aneh dengan sikap Deliva. kenapa bersama dia Deliva tidak se bahagia itu?
" Ci, aku pamit kelas ya. Aku ada urusan"
" enak aja lo mau ninggalin gue disni liat mereka bermesraan gitu? Ooo atau jangan jangan lo cemburu ya? Ngaku lo" Gilbert benci liat sikap Yessi yang memburu seperti ini, Gilbert menghela nafas dan berjalan keluar
" Gil lo " sadar suaranya terlalu kuat, dan hal itu juga tak luput dari penglihatan Ari dan Deliva membuat Yessi geram " sayang, bentar " Yessi berlari mengejar Gilbert.
Deliva tertawa dalam hati melihat scene yang diciptakan Yessi malah Boomerang sama Yessi sendiri.
" gimana Del? "
" ehh itu sorii gua gk bisa, gua udah acara malam ini " Ari manguk mangguk
__ADS_1
" mungkin lain kali, gua tunggu loh " Deliva tersenyum mengangguk
" kakk " .....