Sahabat, Aku Cinta Kamu Loh!

Sahabat, Aku Cinta Kamu Loh!
Dating


__ADS_3

Entah mengapa rasanya deg deg an aja, Deliva bingung apa yang dirasakannya saat ini. Deliva menggigiti kuku jari nya, kebingungan melanda.


Deliva berjalan mondar mandir sambil berpikir keras apa yang akan mereka lakukan besok, sungguh dia bingung dan gugup. Setelah beberapa minggu menghilangkan diri, Roby datang dengan sejuta keterkejutan baginya. Deliva bahkan heran kenapa lelaki itu mengajak dia jalan esok, syukur aja besok pulang sekolah cepat.Lelah memikirkan apa yang akan terjadi esok, Deliva memutuskan menutup matanya, lelah rasanya sampai kantuk menyerang dia.


🌺🌺🌺


Deliva menyusuri koridor, dengan membawa beberapa buku ditangannya, wajar dong ya Deliva harus lebih rajin UN udah makin dekat depan mata.


Sepanjang koridor  banyak sekali siswa siswi yang lalu lalang atau membuat kubu kubu untuk bergosip atau sekedar ngobrol ringan saja.


" ekhem " Deliva menoleh pada pria yang tengah berjalan disampingnya


" sini gua bawain "


" gak usah kali Ry, gua juga bisa "


" udah sini aja, lagian kita kan sekelas sih "


" gak usah, gua gk mau, nanti bahan gosip lagi " tolak Deliva disertai tawa


" lo gk capek gitu mikirin omongan orang? Udah sih Del lo bodo amat aja, ntar juga bibir nya pada diem dengan sendirinya juga "


" lebih baik mencegah daripada mengobati bukan? " Ari hanya mengangguk saja tidak lagi menyela perkataan Deliva


" kak " panggilan itu membuat keduanya menoleh


" oh hai by " Roby tersenyum kearah Deliva dan Ari, dia merasa tidak berani berucap ketika melihat tatapan Ari menajam padanya. Seolah tatapan itu menyiratkan 'ganggu aja lo'.


Deliva melirik kearah pandangan Roby yang melihat Ari. Dia heran kenapa Roby tidak jadi menyelesaikan ucapannya


" ada apa by? "


"eee...." Deliva mengikuti kembali arah pandang Roby, mengerti arti tatapan tidak nyaman Roby, Deliva mengalihkan pandangannya pada Ari


"lo duluan aja Ri, gua ada perlu sama dia " mendengus seperti tidak terima, Ari pun akhirnya pergi meninggalkan mereka


Roby menarik tangan Deliva menuju samping tangga, Roby melepas genggamannya setelah melihat tidak ada siswa yang berkeliaran disekitaran mereka.


"kak, nanti gua jemput jam 4 sore ya, sekalian gua juga pengen ngajak lo makan malam"


" apa gk papa sama  cewek lo? Siapa namanya lupa gua"


" Rachel "


"nah itu, gpp gitu kita jalan padahalkan lo ada cewek"


" gapapa, lagian gua udah ijin sama dia” Deliva hanya menggangguk saja mengikuti perkataan Roby


"Gua cuma mau bilang itu aja, jangan lupa dandan cantik ya, gua pengen lo jadi teman ngedate gua malam mingguan nanti " Deliva hanya mengangguk saja mengiyakan


Rachel melihat Roby yang baru saja keluar dari belakang tangga, Rachel hendak berlari untuk mengejutkan pacarnya itu, namun diurungkannya ketika pada menit selanjutnya dia melihat Deliva keluar dari tempat yang sama. Hal itu menimbulkan kebingungan yang besar baginya, namun dia berusaha berpikir positif, mungkin saja kan Roby hanya kebetulan menemui Deliva atau menanyakan perihal tugas atau apapun itu. Rachel berusaha membentuk lengkungan kebawah diwajahnya.


" hai kak Del "

__ADS_1


" eh.... Haii... Rachel kan ya? "


" ehmm iya kak, aku kira kakak lupa sama ku heheh " Deliva tersenyum kikuk menanggapinya


" kakak baru ketemuan sama Roby ya? "


" lo lihat? "


" iya kak, gk sengaja sebenarnya. Aku kebetulan lewat sini aku lihat kakak keluar dari tempat yang sama setelah Roby keluar" Rachel tetap tersenyum agar Deliva tidak berpikir aneh aneh tentangnya


" ooo.... Iya tadi jumpa bentaran doang" Deliva melirik Rachel yang terlihat tersenyum masam " lo gk cemburuan kan? "


" hah? Enggak kok kak. Aku percaya kok sama pacar aku " Deliva menaikkan sebelah alisnya


" Lo curiga sama gua? "


" bukan gitu kak, aku percaya kok sama kalian berdua " Deliva menghela napas dan melanjutkan perjalanannya


Rachel berjalan beriringan dengan Deliva, Deliva heran kenapa gadis ini selalu berjalan bersamanya sementara Deliva memasuki koridor kelas dua belas


" lo mau kemana? "


" hah? " Rachel tersadar dari lamunannya " iya lo mau kemana? Ini tempat kelas tiga, gedung kelas lo disana. Lo mau jumpain siapa? " Rachel menepuk jidatnya "ahh iya kok aku bisa disini ya hehehhe aku ke kelas dulu ya kak bye " Deliva mengangguk dan melanjutkan perjalanannya menuju ke kelasnya .


🌺🌺🌺


Sore hari ini, Roby sudah bersiap dengan kaos berwarna biru dongker lengkap dengan tulisan U.S.A dipadukan dengan celana jeans hitam duduk diatas motor sport merahnya menanti cewek yang akan diajaknya ngedate.


Deliva keluar dari rumahnya dengan baju kaos putih dipadukan dengan celana hitam pendek diatas lutut, rambutnya dikuncir kuda dan menenteng tas kecil bulat. Roby mengarahkan pandangannya ke arah Deliva, sungguh entah berapa kali wanita itu membuat dia terus merasa jatuh cinta


" pegang erat, kali ini aja lo nurut sama gua "


" aelahhh .... Harus banget gitu? Entar orang liat ngadu kecowok gua gimana? "


"bisa gk sih? Kalo sama gua jangan bahas cowok lo itu ? "


" hem okay " entah mengapa Deliva menurut begitu saja pada Roby, Roby menarik kedua tangan Deliva agar tangan itu melingkar dipinggangnya.


Roby melajukan motornya membawa gadis itu makan terlebih dahulu, mereka makan dalam diam


" ehmm... Lo ada tempat yang mau lo tuju " Roby memecahkan kebisuan yang terjadi beberapa saat diantara mereka


" enggak tuh, bukannya  lo udah punya  plan sebelumnya mau kemana? "


" udah, gua mau kepantai lo mau kan " Deliva mengangguk saja mengikuti permintaan laki laki itu.


Roby kembali membawa Deliva kepantai, Roby sangat ingat dengan jelas gimana senangnya Deliva sewaktu pertama kali dia mengajaknya ke pantai, dan benar saja saat ini gadis itu benar benar menikmati suasana pantai malam minggu ini.


Wanita itu berlari lari ditepi pantai, merasakan gelombang air menyentuh dan mengejar kakinya. Roby pun melakukan seperti yang dilakukan gadis itu berlari ditepi pantai.


" Istirahat dulu yuk, gua capek " Deliva berjalan menjauhi air, terduduk diatas pasir yang masih terasa basah jika diduduki secara langsung


" Gua beli minum dulu " Deliva hanya berdehem menanggapi Roby, sementara lelaki itu sudah hilang ditelan kerumunan orang.

__ADS_1


Rachel melihat Deliva yang terduduk di tepi pantai ingin menyamperinya karena malam ini  kebetulan dia diajak sepupu nya malam mingguan di pantai. Kalau kata sepupunya biar jomblo kudu  keluar juga jangan dikamar aee kasihan kasur ditimpa mulu.


Rachel berlari mendekati Deliva, hampir mencapai Deliva, Rachel melihat seorang lelaki memberi minum padanya. Dia teringat dengan ponsel nya. Rachel membuka obrolan dengn Roby ternyata chat nya sampai sekarang belum di baca sama sekali. Dia menatap kecewa kearah depan melihat kekasihnya duduk tertawa bahagia bersama kakak kelas mereka itu.


" Hel, ada apa? " Sevin menghampiri Rachel yang terlihat melamun menatap lurus kedepan


" ehh vin vin, aku gk papa "


" kenapa melamun gitu? Gk jadi jumpain kakak kelas kamu itu ? " Rachel tersenyum


" heheh aku kira tadi itu kakak kelas aku, ternyata aku salah orang, jadi malu deh "


" ohh yaudah, kita makan dulu hayuk " Rachel menggangguk, mengikuti sepupunya itu dari belakang sesekali dia melirik kearah kekasihnya itu. Sesakit ini ternyata jadi kekasih bayangan.


Roby dan Deliva memasuki restoran yang dekat dengan pantai, mereka kembali lagi lapar setelah berlarian di tepi pantai.


Roby melihat Rachel  ada disana, mereka tak sengaja saling bertatapan, namun Roby segera membuang muka. Padahal Rachel sudah berharap Roby akan menjumpainya


" kita makan di pojokan sana aja, pemandangan pantai lebih terasa" Deliva mengangguk, sementara Roby melingkarkan tangannya dipundak Deliva, agar gadis itu tidak melihat Rachel.


" Lo duduk disini dulu ya, lo pesan aja gua mau ke toilet bentar "


" okay "


Roby berjalan menjauhi Deliva, mengarahkan langkah kaki nya menuju parkiran. Dia sudah melihat Rachel mengejarnya kemari


" haiii by " senyum Rachel bahkan tak pudar walau melihat kekasihnya itu bersama perempuan lain. Dia berusaha berdiri tegar berhadapan dengan Roby


" ehmm, ngapain lo disini ? "


" hah? Oh itu aku tadi diajak Sevin kemari, mau jalan jalan aja heheh " Rachel terkekeh pelan, dia melihat wajah Roby yang serius menatap dia


" ohh iya bareng kak Del ya, kok gk kamu ajakin sekalian makan bareng sama aku ? "


" lagi gk pengen " Rachel tersenyum kecut mendengar jawaban Roby


" Kak Del nya kenapa ditinggalin ?" Roby menaikkan alisnya sebelah menatap lawan bicara nya ini


" gua gk ninggalin dia, gua hanya keluar sebentar "


" apa sesayang itu ya kamu sama dia, kamu gk mau berusaha buka hati kamu buat aku? " Roby menghela napas nya kasar


" dengar ya, sejak awal gua udah bilang sama lo, gua cinta nya sama dia, lo yang pengen kita pacaran kan? Gua juga dulu udah nolak lo tapi lo bilang lo bakal bisa buat gua jatuh hati ke lo, tapi sampe saat ini gua belom bisa nerima lo jadi pacar apalagi sampe gua jatuh hati sama lo " mata Rachel memanas mendengar penjelasan Roby, memang dia yang menginginkan lelaki itu untuk jadi kekasihnya, karna dia benar benar sayang sama laki laki itu, dia udah suka sejak SMP kelas satu sama lelaki dihadapannya ini


Rachel berusaha tersenyum " apa aku udah gagal? " Roby menatap Rachel yang menitikan air matanya


" lo gk usah nangis, jangan buat gua merasa bersalah. Lo udah tau sebesar apa rasa sayang dan cinta gua sama Deliva " Rachel menatapi Roby dan menghapus air mata nya


" aku gk mau nyerah, aku mau buat kamu sayang dan cinta sama aku. Aku gk mau putus setidaknya aku yang punya status hubungan denganmu bukan dia " Roby memutar bola matanya


" gua gk larang lo buat dekat sama gua, tapi gua gk mau lo ngerusak suasana bahagia gua bersama Deliva, itu skuensinya ketika lo ngebet jadi pacar seseorang yang gk punya rasa sama lo" Roby berjalan meninggalkan Rachel


" Roby... Deliva itu udah punya pacar, seharusnya kalo kamu benar benar sayang kamu harus bisa liat dia bahagia sama pacarnya, bukan jadi orang ketiga dihubungannya " Roby menghentikan langkah nya tanpa menoleh kebelakang

__ADS_1


" seharusnya lo juga ngelakuin itu buat gua, kalo lo sayang gua tinggalin gua " skakmat Rachel tertampar dengan ucapannya sendiri sementara Roby berjalan memasuki restoran kembali


Liat aja aku bakal bikin kamu gk bisa lepas dari aku


__ADS_2