Sahabat, Aku Cinta Kamu Loh!

Sahabat, Aku Cinta Kamu Loh!
Because of You


__ADS_3

Melewati hari ini rasanya terasa lebih lama, entah bagaimana cara membunuh waktu. Berharap waktu akan berhenti dan kembali berputar saat hal yang kita harapkan terjadi. Mustahil!!!


Waktu tak bisa dihentikan seperti didrama "you came from the star " entah bagaimana alien tampan itu bisa menghentikan waktu. Ini sungguh gila, bagaimana mungkin lelaki tampan itu alien. Dasar drama!!!


" huft.... " Deliva menghela napasnya kuat kuat, sungguh ini sangat membosankan melewati hari tanpa Gilbert disini


Anggray mendekati sahabatnya itu, kalian tahu entah bagaimana Anggray sudah kembali seperti dulu tidak lagi menjauhi Deliva, yang pasti dia sudah minta maaf pada gadis itu.


" Del, lo kenapa? Bete banget muka lo ? "


" lo ngerasa bosan gk sih?"


" gk tuh, B aja mah gua. Ada apa? Lo rindu sama Gilbert ya? " Deliva kembali menerawang ke depan tanpa menjawab pertanyaan Anggray.


" Bagaimana keadaan roby? "


" loh, kok tiba tiba nanya Roby? " Deliva menghadap Anggray, dia melirik kanan kiri setelah ia merasa kosong dia kembali bicara dengan Anggray.


" gua gk tau, tiba tiba muncul aja dipikiran gue, udah semingguan lebih deh kayaknya dia gk pernah cakapin gue, atau muncul dihadapan gue aja gk pernah "


Anggray menatap sahabatnya itu bingung, dia heran dengan Deliva yang menanyakan keadaan Roby.


" lo pacar Gilbert atau Roby? Atau pacar kedua duanya? " Deliva mengetuk kepala Anggray perlahan.


" ya Gilbertlah gilak aja, ngapain juga sama si bocah tengil itu, gua cuma heran aja dia gk pernah nampilin wajahnya lago dihadapan gue " Anggray manggut manggut mengerti, dia juga heran sebenarnya, biasanya lelaki itu memang mencari cari Deliva dan kadang menganggunya.


" hem... Kenapa lo gk tanya adek lo aja, kan dia sekelas sama Roby "


" gak deh, nanti adek gua mikir yang aneh aneh lagi "


" loh kenapa? Kan wajar sih, lo nanya aja ehh Ca Roby kemana tumben gk pernah nongol biasanya kan nongol kek jelangkung. Gitu aja bilang "


" ahhh iya lo benar wkwkw entar gua tanya aja kali ya, tapi itu gk mencurigakan kan?"


" kenapa mencurigakan? Emang lo ada hubungan apa sama Roby? " Deliva menatap Anggray tak suka


" gua gk ada hubungan apa apa Ngray "


" yaudah biasa aja dong, tinggal tanya aja apa susahnya sih? " Deliva mengangguk, dia males berdebat panjang dengan sahabatnya ini.


🌺🌺🌺


Jam istirahat memang paling bisa aja memperbaiki mood siswa, banyak siswa yang sekarang berjalan menuju kantin untuk sekedar makan atau bergosip ria.


Deliva dan Anggray berjalan melewati kelas Delicia untuk menuju kantin, tiba tiba Roby muncul dari balik pintu, dan itu membuat Deliva terkejut sekaligus terdiam


" Roby " teriakan itu membuat mereka bertiga menoleh kesumber suara


" Roby, ayo makan, aku sudah lapar sekali " gadis itu tampak semangat mengajak Roby untuk makan bersamanya, Deliva masih menatap gadis itu bergantian dengan Roby.

__ADS_1


"eh kak Del, hai kak, kakak pasti gak kenal aku kan? " Deliva hanya mengangguk, ya dia memang mana kenal siapa gadis ini.


" hahah sudah kuduga, kenalin kak aku Rachel kelas 10b" Deliva menyambut tangan itu dengan tulus


" haii gua Deliva, kok lo bisa kenal gue ? " terlihat gadis itu tersenyum malu melihat Deliva, ada apa dengan gadis ini?


" heheh aku itu suka banget liat ketegaran hati kakak, terus gitu so sweet banget sama kak Gilbert kemarin, uuuuhhh aku itu sampe baper loh kak " Deliva tertawa kikuk melihat adek kelasnya ini sampe memperhatikannya seperti itu


" hem, makasih "


" iya kak heheh " senyum Rachel semangat menanggapi Deliva, terlihat banget kalo Rachel ini sangat suka dengan Deliva.


" aku paling baper ketika kak Gilbert letakin ibu jarinya di bibir kakak terus dici---" Roby membekap mulut Rachel agar gadis itu berhenti ngoceh


" udah ngocehnya? gua udah lapar ini " Rachel tetap tersenyum melihat Roby, entah mengapa sepertinya gadis ini sangat bersemangat dan ramah pada orang terlihat dari polosnya gadis ini bicara.


" ehh iya iya by, kak mau makan bareng kita gk ? Sekalian aja bareng mau kantin juga kan ? " Deliva mengangguk. Mereka berempat berjalan menuju kantin, terlihat jelas Roby berjalan sangat tidak nyaman sekali, dan matanya selalu melirik Deliva.


Rachel menarik tangan Deliva menuju meja yang terlihat masih kosong, dia bahkan melupakan Roby yang pertama kali dia ajak untuk menemaninya makan.


Setelah ngambil posisi yang nyaman, mereka memesan makanan. Sebelum makanan datang mereka mengobrol ringan. Tentu saja Roby hanya memperhatikan tanpa ikut andil dalam obrolan itu.


" kenapa sih lo senyum gajelas gitu liatin Deliva mulu " Deliva melirik Rachel yang sedari tadi menatapnya kagum.


" hehehe aku gk nyangka bisa duduk bareng kakak kakak disini, bahkan mimpi aja aku gk berani " senyum itu masih melekat sempurna pada Rachel.


" kenapa gitu? " Deliva mulai tertarik dengan gadis ini, sampai segitu kagumnya kah dia dengan sosok Deliva?


Makanan pesanan mereka sudah tiba, mereka memakannya dengan santai


" lo ada hubungan apa sama si Roby? " anggray ternyata cukup tertarik dengan Rachel biasanya dia tidak akan peduli dengan hubungan orang lain


" ohh iya lupa, aku sama Roby pacaran kak " Deliva serasa susah menelan makanannya, kenapa dengannya apa dia masih berharap Roby sendiri?


Sementara Roby masih makan dengan santainya.


" uuuu sudah berapa lama? " Anggray semakin tertarik dengan perbincangan ini


" baru satu minggu kak hehehe " Rachel ini memang gadis yang punya semangat tinggi dan periang banget, diliat dari tingkahnya masih sangat kekanak kanakan dan lucu


Deliva berdiri dari tempat duduknya membuat mereka bertiga menoleh padanya " hem sori, gue mau ketoilet bentar"


" mau gue temenin? "


" gausah Gray, lo habisin makanan lo aja. Ntar lo nyusul langsung kekelas aja ya" Rachel menatap Deliva kecewa


" yah kenapa kak? Kok kakak langsung balek kelas, gk nyaman ya ngobrol samaku? "


" ehhh bukan gitu kok, gua ada urusan bentar keperpus juga "

__ADS_1


" tapi kan makanan kakak juga belom abis " Deliva terdiam dan berusaha tersenyum


" eeeehm"


" Deliva emang makannya dikit hel, dia tadi memang mau keperpus gue nya aja yang maksa dia biar temenin gue makan dlu "


" aaaah gitu yaudah deh kak, lain kali kita harus makan bareng ya kak "


" hem, gue duluan yak " Deliva meninggalkan mereka


" Rachel, aku mau ketoilet dulu, lo tunggu sini aja ya" Rachel mengganguk


Roby mengikuti Deliva , ia melihat gadis itu masuk kedalam toilet perempuan, Roby berdiri bersandar di dinding dekat pintu toilet perempuan


Deliva merasakan matanya memanas,ada apa dengan dia? Kenapa seperti tak rela kalau Roby sudah memiliki kekasih. Kenapa bisa seegois ini sih Del ?


Deliva terkejut melihat Roby berada didepan toilet perempuan dengan kepala tertunduk


" by, ngapain disini ?" tanpa menjawab pertanyaan Deliva, Roby malah menarik tangan gadis itu menuju taman belakang


Tanpa aba - aba Roby membawa Deliva kedalam pelukannya, dia merasakan Deliva berontak dalam pelukannya. Kembali Roby mempererat pelukannya pada gadis mungil itu.


" by lo kenapa sih? "


" bisa diam gk? Gua cuma rindu hanya itu aja " Deliva terdiam dalam pelukan Roby


" Doain gua ya, biar gua bisa terlepas dari bayangan lo. Gua udah coba buat hilangin loh dari hati gua, gua lagi belajar buat gk tergantung ke lo, lo ingat kan? Waktu lo nyuruh gua nentuin prioritas gua? Entah kenapa pas gua nentuin nama lo yang pertama kali tersurat, gua gk paham lagi mau bilang apa, yang pasti gua sedang berusaha biar gua gk ketergangungan sama lo " Deliva merasakan matanya memanas, akhir akhir ini dia sangat sensitif sepertinya air matanya gampang sekali terjatuh


Roby melepas pelukannya dari Deliva dan memegang kedua pundak gadis itu


" gua lakuin ini karna lo, gua jalin hubungan sama orang lain karna gua mau lo bahagia dengan pilihan lo, gua emang bodoh prioritasin kebahagian lo dibanding kebahagian gua, sori gua belom bisa janji hapus bayangan lo dihidup gua. Karna bagi gua lo itu gadis yang harus gua jaga, walaupun gua harus jaga lo dari jauh"


Sudah air mata itu sudah terjatuh dipipi Deliva, kenapa banyak sekali orang yang terluka karenanya, dia ingin orang bahagia karnanya bukan jadi terluka dan lebih mementingkan kebahagiaannya.


Roby menghapus air mata yang membasahi pipi gadis itu


" jangan pernah menangis buat hal yang gk perlu lo tangisin, bahagia lah selalu gua bakal jadi orang pertama yang siap jadi sandaran lo saat lo menangis, pegang janji gua" Deliva mengangguk terisak dan terdiam dalam tangis, hatinya sangat pilu


mendengar penuturan Roby.


Roby memeluk Deliva kembali dan mencium puncak kepala gadis itu


" semua yang gua lakuin ini karna lo kak, gua sayang lo"


" besok lo mau kan jalan bareng gua satu harian, besok weekend dan gua harap lo bisa" tanpa pikir panjang Deliva langsung mengangguk


" jangan nangis lagi ya, air mata lo berharga banget, gua cinta lo kak, gua sayang lo, gua pengen lo bahagia. Sampe jumpa besok "


Roby berjalan meninggalkan Deliva ditaman sendirian, Deliva menatap punggung lelaki itu sampai hilang memasuki koridor. Dia menghela napas kuat kuat

__ADS_1


" makasih sudah mau berjuang demi gua"


__ADS_2