
Mereka menentukan berbulan madu dihari libur mereka sudah memesan paket tour paris menjadi tempat bagus untuk mereka berbulan madu, fendi sudah tidak sabar menantikan moment spesial itu untuk menuntaskan malam pertama yang sempat gagal itu.
"mas udah belum kita mau berangkat ni nanti telat lewat jam penerbangan pesawat, "teriak adel kepada fendi yang masih didalam kamar.
"iya sebentar sayang mas lagi benerin baju kek gak disetrika apa kamu gak setrika bajuku?, "tanya fendi.
"iya aku lupa mas cepetan mas hampir jam 7 ni bentar lagi pesawatnya terbang, "kesal adel gak selesai-selesai dari tadi.
"nak kalian belum berangkat nanti telat loh bentar lagi jam 7 ni, "ucap pak deri baru keluar kamarnya.
"belum yah tu menantu kesayangan ayah yang leletnya kek siput lambat banget padahal laki-laki loh heran adel tuh, "ucap adel masih kesal, akhirnya yang adel tunggu selesai juga tapi jam sudah menunjukkan pukul 06.10 artinya mereka harus tiba bendara setengah jam lebih mereka salim tangan pak deri sebelum berangkat tidak lupa mengucap salam fendi panik mereka bergegas masuk dalam mobil yang sudah ada sopir pribadi pak deri yang siap mengantar mereka sampai depan bandara fendi gak nyangka menyetrika bajunya menyita waktu cukup lama ini juga salah adel kenapa baju fendi gak disetrika.
"sayang maafin mas ya gara-gara aku kita hampir telat, "ucap fendi bersalah.
"emang mas fendi tadi ngapain dikamar kok lama banget?, "tanya adel.
"tadi tu mas lagi nyetrika baju mas yang mau dipake diparis nanti, "jawab fendi.
"yaAllah mas itu kan tugas aku kenapa gak bilang aja tadi atau bisa minta tolong bik asih pasti bik asih kerjain kok pasti kamu kesulitan kan nyetrikanya wajar karena gak pernah lain kali kalau perlu bantuan bilang aja jangan sungkan aku udah jadi istri kamu jadi itu udah kewajiban aku melayani kamu mas, "ucap adel memperjelas.
"iya sayang nanti mas bilang kalau butuh bantuan kamu, dan kata kamu tadi siap melayaniku berarti kamu udah siap melayaniku dikasur, "ucap fendi sambil matanya dikedipkan satu kearah adel.
"iiihhh mas fendi apaan sih bukan yang itu maksud aku, "jawab adel sedikit malu seperti biasa pipinya pasti merah.
"kenapa apa yang salah kalau kamu melayaniku diatas ranjang itukan memang kewajiban kamu sayang, "ucap fendi memberi penjelasan, adel tambah malu fendi bilang seperti itu karena ada sopir ayahnya yang dengar.
"bisa pelanin dikit gak suaranya malu tu didengar sopir ayah, jangan bahas ini sekarang lebih baik kita fokus kebandara semoga aja belum telat, "ucap adel, pak heru sang sopir hanya menanggapi dengan senyuman melihat sepasang pengantin baru itu.
"bisa ngebut dikit gak pak soalnya ini udah jam 06.30 bentar lagi pesawatnya terbang, "ucap fendi panik.
"iya pak ngebut dikit gakpapa daripada kami telat, "ucap adel.
"iya siap non dan tuan pegangan ya sabut pengamannya pakai soalnya saya akan mempercepat mobilnya, "ucap pak heru.
"oke pegangan mas, "ucap adel.
Fendi bukannya pegangan malah memeluk erat badan adel kalau ada kesempatan ya diambil itu pikiran fendi, karena 2 hari setelah mereka menikah adel gak pernah izini fendi memeluk dia, padahal kan gakpapa udah suami istri juga dasar adel.
__ADS_1
"mas pegangan bukan pelukan lepasin mas gak enak dilihat sopir, "ucap adel berusaha melepaskan pelukan fendi sedangkan fendi tidak akan melepaskan kesempatan ini.
"kenapa malu aku ini suami kamu masak gak boleh cuma meluk doang, "kesal fendi tapi gak dilepaskannya.
"buu-kan gak boleh taa-piii ya sudahlah gakpapa, "jawab adel pasrah tapi dia gugup.
"kamu gugup kok tangan kamu jadi dingin gini dan jantung kamu berdetak kencang maaf ya kalau bikin kamu seperti ini, "ucap fendi melepaskan pelukannya.
"mas kenapa dilepas?, "tanya adel.
"gakpapa aku gak mau kamu jadi sakit gara-gara aku meluk kamu, "jawab fendi dengan raut wajah cemas.
"maaf ya mas aku belum terbiasa dengan semua ini, "ucap adel merasa bersalah.
"iya aku maklumi, akhirnya kita sampai bandara yuk turun sayang untung belum telat ya tapi kita harus cepat-cepat menuju pesawat, "ucap fendi mengingatkan.
Turun dari mobil mereka berlari sedikit kencang fendi bawa koper kecil berisi baju mereka berdua, mereka harus check-in terlebih dahulu dibandara mereka akan diberikan selembar boarding pass yang merupakan "tiket"mu menaiki pesawat.
"tunggu sayang nanti kamu salah jalan, "teriak fendi adel semakin jauh.
Akhirnya mereka sampai juga didekat pesawat mereka langsung dipersilakan masuk.
Diperjalanan mereka memilih untuk tidur karena menunggu sampai kota paris pasti memakan waktu yang cukup lama, akhirnya mereka sampai juga dinegara perancis sekitar 17jam mereka melewati beberapa negara memesan hotel yang ada disana malamnya mereka memutuskan untuk ke menara eiffel melihat pemandangan yang indah disekitar menara mereka sangat menikmati honeymoon kali ini sebagai pengantin baru terlihat dari raut wajah mereka berdua itu sangat bahagia, fendi tidak akan melewati kesempatan selama ada diparis karena tujuan mereka kesana untuk menuntaskan malam pertama yang sempat gagal itu kali ini harus berhasil tidak akan disia-siakan fendi selagi ada kesempatan.
"sayang kita ke menara eiffel yuk lihat pemandangan disana pasti sangat indah apalagi dimalam hari, "ajak fendi.
"yaudah yuk mas aku juga pengen kesana soalnya baru kali ini kita sempatkan foto-foto ya biar jadi kenangan untuk kita berdua nanti, "jawab adel sumringah karena tak sabar melihat menara eiffel.
"iya sudah dari sana kita lakukan yang sempat tertunda ya dikamar hotel ini, "ucap fendi cengengesan menatap istrinya.
"maksudmu?, malam pertama mas jangan malam ini ya mas badanku capek banget kita nikmati aja dulu pemandangan disini kalau itu malam besok aja adel janji gak akan nolak. dosa kalau nolak terus hehe, "ucap adel sedikit malu-malu mengatakan itu karena dia baca digoogle jangan selalu menolak kewajiban sebagai istri karena itu dosa apalagi ini nafkah batin jadi dia memberanikan diri untuk menyerahkan apa yang memang seharusnya dia serahkan kepada suaminya.
"oke baiklah nyonya akan aku turuti semua keinginanmu bener ya malam besok udah janji jangan diingkari, "ucap fendi mengingatkan.
"iya mas yaudah yuk kemenara eiffel aku udah gak sabar ni, "ucap adel menarik tangan suaminya.
""iya sayang yuk, "jawab fendi, sebenarnya dia ada kejutan buat adel tapi tunggu dimenara eiffel saja dia berikan dia ingin malam ini menjadi moment yang tidak akan mereka lupakan sampai tua nanti.
__ADS_1
Selama perjalanan menuju ke menara eiffel adel sangat takjub benar-benar sangat indah negara perancis kalau dilihat malam hari adel rasanya gak mau pulang dari sana kalau lagi melihat pemandangan yang indah-indah dikota itu.
contoh pemandangan dimalam hari,
sangat indah itu yang mereka berdua rasakan adel baru kali ini dia merasakan liburan dikota paris dan dia sangat bersyukur bisa menikmati pemandangan ini bersama suami.
"sayang aku ada sesuatu buat kamu, "ucap fendi sembari memegang kedua tangan istrinya.
"apa mas, "jawab adel penasaran.
"tutup dulu dong matanya, "ucap fendi, dia mengeluarkan sebuah kalung berlian yang sangat indah dan mewah berbentuk hati.
"iya pakai tangan aja ya, "jawab adel.
"iya tapi jangan ngintip tutup rapat-rapat matanya, "ucap fendi dia tidak sabar menantikan moment spesial ini.
"siap pakbos, "jawab adel sedikit memberi hormat, fendi hanya senyum sambil geleng-geleng kepala melihat istrinya itu.
"tara buka matanya sayang, "ucap fendi sambil memperlihatkan kalung berlian yang sangat mewah berbentuk hati itu adel yang melihatnya sampai terkejut dia tidak percaya dapat kalung berlian yang harganya sudah pasti mahal ya padahal kalau adel mau pasti udah kebeli tapi karena dia sukanya kesederhanaan jadi pikirnya gak penting menghambur-hamburkan uang.
contoh gambar kalung berlian berbentuk hati,
Tanpa sadar adel memeluk suaminya saking terkejutnya dia dikasih kejutan fendi tersenyum karena baru kali ini istrinya mau memeluk duluan.
"mas ini beneran buatku kan ini pasti mahal jangan sering-sering menghamburkan uang kalau gak penting ya tapi aku senang kamu berikan ini aku terima ya sangat indah mas terimakasih kejutannya baru kali ini aku lihat kalung sebagus ini, "ucap adel dengan jujur sangat polos pikir fendi hanya diberikan ini adel sudah sangat senang berbeda dengan wanita-wanita yang pernah pacaran sama dia banyak menuntut sehingga fendi angkat tangan urusan jodoh biar Allah yang berikan dan akhirnya dia menemukan orang yang tepat.
"iya sayang ini khusus buat kamu memang sudah aku rencanakan memberikan kalung ini tepat didepan menara eiffel agar menjadi moment spesial untuk kita berdua, "ucap fendi memeluk adel dengan erat begitu pula adel membalas pelukan fendi dia sudah tak canggung lagi.
gambar menara eiffel jarak dekat,
__ADS_1