
Setelah acara lamaran selesai dan para tamu sudah pulang semua begitupun dengan keluarga fendi mereka pamit pulang karena jam sudah menunjukkan pukul 11 malam begitu juga vira dia pamit pulang sebenarnya adel menyuruh vira untuk menginap tapi vira beralasan ada kepentingan yang tidak bisa ditinggalkan.
"huh akhirnya selesai juga yah acaranya pegel ni badan adel pengen dipijitin, "ucap adel kepada ayahnya..
"sama ayah juga yaudah ayah suruh mang joko panggil mbah siti tukang pijit untuk datang kesini suruh pijitin kamu kalau ayah suruh mang joko aja dia juga bisa kalau cuma mijitin, "jawab pak deri.
Belum lama dari mereka mengobrol ada yang datang suara bel berbunyi berapa kali ada juga orang yang ngucapin salam.
"assalamualaikum, "ucap seseorang yang ada balik pintu luar, suara perempuan yang tidak asing bagi pak deri dia menerka-nerka siapakah yang bertamu malam-malam seperti ini habis dari acara sudah pasti mereka sangat lelah.
"siapa yah?, bik asih tolong bukain pintu ada tamu, "panggil adel.
"iya non,"bergegas bik asih kedepan untuk bukain pintu, dia melihat ibu-ibu bawa tas besar bik asih heran siapa ini mungkin pembantu baru lagi, "pikir bik asih dalam hati.
"siapa bik?, "tanya adel.
"bentar ya buk saya ke dalam dulu nemuin tuan rumah mau kasih tau kalau ada ibu datang kesini, "pamit bik asih, ibu itu hanya mengangguk saja sembari tersenyum.
"ini non dan tuan ada ibu-ibu bawa tas besar apa mungkin tuan menyewa pembantu lagi?, "jawab bik asih.
Adel menatap ayahnya sedangkan ayahnya heran perasaan dia tidak menyewa pembantu lagi terus siapa yang ada dibalik pintu malam-malam gini bertamu.
"ayah nyewa pembantu lagi?, "tanya adel.
"tidak sayang gak nambah pembantu lagi, "jawab pak deri. emang siapa ya kok malam-malam seperti ini bertamu apalagi ibu-ibu apa pagar depan belum ditutup bik?, bik asih tolong bawa dia kesini saya mau lihat siapa itu,"tanya pak deri.
"belum tuan sepertinya mas joko lupa nutup pagar, iya tuan saya kedepan dulu, "jawab bik asih.
"ayah takut orang nyasar nak dia tidak tau jalan pulang apalagi itu perempuan walaupun sudah ibu-ibu, "tanya pak deri menatap adel.
"bisa jadi yah kalau seperti itu kita suruh dia nginap disini aja malam ini suruh tidur dikamar tamu, "jawab adel.
"iya ayah setuju gak tega juga biarin dia sendirian diluaran sana, "ucap pak deri setuju dengan usulan adel.
Bik asih kembali kedepan menemui ibu tadi.
"buk disuruh tuan dan non adel kedalam silahkan, "ucap bik asih mempersilahkan ibu itu masuk, ibu itu hanya mengangguk sembari mengikuti bik asih dari belakang.
__ADS_1
"tuan non adel ini ibu-ibu yang saya bilang tadi, "ucap bik asih.
"mas deri adel anak ibu, "ucap ibu itu langsung mendekati adel sembari memeluk.
Pak deri terkejut dengan kedatangan yuni ibunya adel apalagi penampilannya sangat prihatin jauh sekali dengan yuni jaman dulu bersih putih wangi sekarang seperti pembantu wajar bik asih mengira yuni pembantu baru pak deri.
"yuni kenapa kamu datang kesini, "sungut pak deri menatap mantan istrinya itu dengan tajam.
"maafkan saya mas, saya sangat menyesal, "ucap buk yuni mendekati pak deri sambil memegang tangannya.
"apa menyesal hah baru sekarang kamu bilang menyesal kemana selama ini kamu hah saya berjuang sendirian membesarkan anak kita kamu tega pergi ninggalin saya dengan laki-laki lain, "jawab pak deri penuh emosi.
"wait yah tolong jelasin sama adel siapa ibu ini kenapa dia memanggil adel dengan sebutan anakku apakah dia ibuku, "tanya adel menatap ayahnya, dia masih bingung karena memang selama ini adel tidak pernah melihat sosok ibunya itu.
"iya nak ini ibu, ibu kamu maafkan ibu ya nak ibu menyesal ninggalin kalian berdua ternyata ibu hanya dibuat jadi pembantu dirumah laki-laki itu ibu sangat menyesal nak maafin ibu, "ucap buk yuni sambil menangis disamping anaknya dan mantan suaminya itu.
"tidak ada kata maaf pergi kamu dari sini, "usir pak deri.
"bik kalau masih melihat orang ini datang kesini lagi langsung usir aja saya tidak mau melihat dia lagi, "ucap pak deri penuh amarah.
"ayah jangan usir ibu adel mau ngomong dulu sama ibu ada yang ingin adel tanyakan, "cegah adel.
"kenapa apa yang ingin kamu tanyakan sama perempuan jahat ini dasar matre karena saya bangkrut kamu tega ninggalin saya dan anak kamu waktu itu adel masih sangat kecil satu tahun juga belum sudah kamu tinggalkan saya berusaha mempertahankan rumah tangga kita karena saya kasian sama anak kita masih sangat kecil untuk kamu tinggalkan tapi kamu masih ngotot untuk bisa bersama laki-laki lain dimana hati nurani kamu hah saya bangkit dari keterpurukan berusaha mencari pinjaman untuk memulihkan perusahaan yang sempat bangkrut tapi tidak ada yang mau meminjamkan untungnya ada teman lama saya datang membantu dengan sukarela untuk mempertahankan perusahaan saya bangkit hampir putus asa tapi saya melihat ada buah hati yang harus saya kasih makan, apa kamu pernah memikirkan ini sebelumnya kamu memang pantas disebut perempuan matre saat suaminya kena musibah bukannya memberi dukungan ini malah ninggalin sama laki-laki lain dimana hati nurani kamu yuni, "ucap pak deri penuh emosi menunjuk-nunjuk kearah mantan istrinya.
Adel tidak tega melihat ayahnya seperti ini dia juga sudah sangat kecewa sama ibunya itu, setelah amarahnya diluapkan semua pak deri hampir jatuh pingsan untung ada adel yang langsung sigap menangkap tubuh ayahnya dia sedih melihat keadaan ayahnya sampai seperti ini.
"yah jangan terlalu emosi tensi darah ayah bisa naik jangan seperti ini yah, "ucap adel menangis melihat ayahnya hampir pingsan.
"bik asih tolong ambilin minum buat ayah, "perintah adel.
Didepan mereka buk yuni berinisiatif mendekati mereka untuk membantu mantan suaminya itu tapi belum juga dekat adel sudah mengusirnya.
"jangan dekati ayah saya lebih baik anda pergi dari sini, "ucap adel tanpa menatap ibunya.
"nak jangan usir ibu maafin ibu, ibu hanya khilaf, "ucap buk yuni berharap diizinkan tinggal dirumah pak deri sebenarnya bukan niat dari hati untuk minta maaf hanya saja karena dia sudah tau kalau mantan suaminya itu kembali kaya raya seperti dulu bahkan lebih kaya lagi dia ingin memasuki kehidupan mereka agar hidupnya enak bergelimang harta ternyata sifat matrenya belum hilang juga, pikirnya kedatangannya kerumah ini akan disambut dengan baik karena dia yakin mantan suaminya itu masih mencintainya ternyata apa yang dipikirkannya salah besar mantan suaminya masih mengingat kejadian masa lalu itu dimana dia tega meninggalkan pak deri dengan anaknya karena perusahaan pak deri yang dirintisnya bangkrut akhirnya dia menemukan pria kaya dia akhirnya minta cerai dia tidak ingin hidup susah apalagi ada anak kecil diantara mereka dulu buk yuni tidak sudi menyusui adel karena dia tidak ingin tubuhnya jadi rusak karena memberi ASI kepada anaknya itu, dia mendapat info kalau mantan suaminya kembali kaya lagi bahkan lebih kaya pengusaha kaya raya no.3 dikota B dia tidak akan pernah membiarkan kesempatan ini sia-sia dia harus bisa merebut hati mantan suaminya itu lagi.
"pergi saya bilang jangan pernah datang kesini lagi, "ucap pak deri berusaha bangkit dari duduk dia sangat emosi sama perempuan tidak tau diri itu.
__ADS_1
"sebaiknya anda pergi atau saya panggilkan satpam untuk menyeret anda keluar dari sini, "ucap adel sudah emosi sebenarnya adel tadi sudah merasa iba tapi melihat ayahnya hampir pingsan dia jadi emosi.
Bik asih sudah sampai diruang tamu untuk memberikan minum ke pak deri.
"ini non minum untuk tuan, "ucap bik asih.
"iya terimakasih bik, bik tolong antar ibu ini keluar jangan. suruh dia masuk lagi panggil mang joko untuk menuntun ibu ini keluar pagar, "ucap adel, dia tidak peduli mau itu ibu kandungnya dia sudah sakit hati mana ada ibu kandung sendiri meninggalkan dia sungguh tidak punya hati pikir adel.
"Saya ibu kandung kamu sendiri nak kenapa kamu tega mengusir ibu, "tangis buk yuni semakin keras.
"kalau anda memang merasa ibu kandung saya kenapa anda meninggalkan saya dan ayah saya, "tanya adel sudah tersulut emosi tapi masih ditahannya karena tidak mau ayahnya ikut emosi juga.
"ibu khilaf nak ibu gak bermaksud ninggalin kamu dan ayahmu maafkan ibu ya nak jangan usir ibu mau tinggal dimana ibu nak, "lirih buk yuni akting menangis agar mereka iba dan menyuruhnya tinggal dirumah mewah ini.
"khilaf kamu bilang hah cepat pergi dari sini,"ucap pak deri nafasnya sudah berat manahan amarah.
"silahkan ibu pergi jangan buat saya emosi mau anda tinggal dimana itu urusan anda sebelum saya menyeret anda dengan kasar, "kesal adel.
"bik tolong antar ibu ini jangan biarkan dia masuk lagi langsung kunci pintunya, "perintah adel.
"ayok buk saya antar, "ucap bik asih.
"jangan usir ibu nak maafkan ibu, "ucap buk yuni sambil nangis masih ngotot untuk mendapatkan iba, memang gak tau diri ya sudah diusir masih saja tidak mau pergi.
"mang joko, "teriak adel memanggil satpamnya yang langsung masuk kedalam rumah.
"iya non ada apa, "ucap mang joko.
"mang tolong seret ibu ini keluar pastikan dia tidak bisa masuk lagi pintu pagar tolong kunci dan mang joko harus menjaga dipos agar ibu tidak bisa masuk ngerti, saya mau antar ayah kedalam kamar dulu, "perintah adel.
"baik non laksanakan, ayok buk kita keluar jangan sampai saya ngeret anda dengan kasar, "ucap mang joko, tapi sepertinya buk yuni tidak bisa diperlakukan secara halus dia ngotot untuk bertemu mantan suami dan anaknya itu.
"adel jangan usir ibu nak maafkan ibu,"lirih buk yuni berusaha melepaskan tangannya yang digenggam erat oleh mang joko, sedangkan adel dia pura-pura tidak mendengar dia juga hampir sampai kedalam kamar ayahnya.
"oke baiklah karena ibu tidak bisa diperlakukan dengan baik terpaksa saya seret anda dengan kasar, "ucap mang joko dia sudah geram, akhirnya mang joko berhasil membawa keluar perempuan tidak tau diri itu keluar dari rumah pak deri susah payah dia mengeret buk yuni karena terus memberontak.
"""author jadi ikut emosi ni dengan tingkah buk yuni dasar perempuan matre maaf author ikut geram😁 dicerita ini bukan hanya buk yuni yang licik vira sahabatnya adel juga gak kalah licik"""
__ADS_1