Sahabatku Selingkuhan Suamiku

Sahabatku Selingkuhan Suamiku
Bab52 Harus tau diri...


__ADS_3

Setelah mereka makan fendi berniat ingin memberitahukan kamar vira kalau dilantai 1 yang akan ditempatinya itu adalah kamar tamu karena ada 2 jadi salah satunya untuk vira alasannya juga karena vira sedang hamil besar tidak memungkinkan untuk naik ke atas walaupun ada lift tapi adel tidak mengizinkan vira untuk menaiki lift itu.


"hai vira apa kabar sekarang gendutan ya, "sindir adel sambil senyum sinis.


"iya kan kamu tau aku lagi mengandung anak mas fendi ya kan mas, "jawab vira menatap fendi dengan manja itu sukses membuat adel semakin jijik.


"dasar perempuan tidak punya malu, "gumam adel dalam hati.


"oh iya aku lupa kalau kamu pernah berzina sama suami saya ya wah gak nyangka ternyata kamu hebat juga berperan sebagai pelakor, "sindir adel semakin pedas vira tidak terima dirinya dikatakan pelakor sehingga dia ingin menampar adel tapi langsung dicegah fendi.


"dasar istri kurang ajar ya wajar aja suaminya kepincut sama wanita lain ternyata gini kelakuan kamu, "jawab vira tak kalah pedas.


"oh bangga kamu sudah merebut suami sahabat sendiri ya wajar juga ya kan kerjaannya emang menggoda suami orang, bukan aku yang kurang ajar tapi kalian berdua dasar perempuan tidak tau diri sudah diberi tumpangan dan diberi pekerjaan tapi tidak tau terimakasih, "geram adel.


"kamu harus tau mas fendi duluan yang suka sama aku dan terjadilah kecelakaan itu yang menyebabkan aku hamil anak mas fendi kamu harus terima kenyataan dong kalau aku sudah menjadi istri sahnya mas fendi, "jawab vira dengan bangganya.


"mas fendi kamu tau kan apa yang harus perempuan busuk ini harus lakukan selama tinggal disini kamu jangan lupa mas, "ucap adel menatap suaminya dengan santai.


"iya aku ingat kok sayang, "jawab fendi, vira tidak terima fendi memanggil adel dengan sebutan sayang.


"mas bukannya kamu bilang ke aku mas gak sayang lagi sama dia, "kesal vira sedikit membentak fendi.


"kenapa kamu gak terima suamiku yang resmi ini memanggil sayang harusnya ya kalau cuma jadi yang kedua harus tau diri dong masak mau diutamakan, "sindir adel.

__ADS_1


"udah dong saling sindirnya kalian kan sahabatan harusnya akur dong, "jawab fendi dengan entengnya.


"mas sekarang juga kamu bilang sama pelakor ini isi surat perjanjian yang telah kamu tanda tangani itu agar dia tau diri tinggal dirumah orang lain, "ucap adel mengingatkan suaminya.


"vira mas mau bicara sama kamu tapi kamu harus terima ini, "ucap fendi menatap serius kearah vira.


"emang apa yang mau kamu bicarakan mas kenapa sangat serius seperti ini kalian buat perjanjian apa?, "tanya vira penasaran.


"jadi gini kamu selama tinggal disini harus mengerjakan semua pekerjaan rumah tak terkecuali karena bik santi sekarang sudah menjadi pengasuh fino, "jawab fendi setenang mungkin vira gak terima dia dijadikan pembantu sedangkan dia sudah berkhayal akan menjadi nyonya fendi dirumah mewah itu.


Plak.


"gak mas aku gak terima kamu jadikan pembantu aku juga istri kamu mas kok kamu tega, "dengan kerasnya vira menampar fendi.


"tolong kamu jangan laporin kita ya sayang apa kamu gak kasihan lihat anak kita kalau gak ada aku, "ucap fendi memohon.


"vira kamu harus terima ini lagian aku juga sudah menandatangani surat perjanjian itu kalau kamu gak melakukannya itu juga bisa dituntut, "ucap fendi mengingatkan vira, vira terpaksa menerima semua sirna sudah harapannya selama ini tapi mau gimana lagi dia tidak punya pilihan lain selain menerima perjanjian itu daripada dia masuk penjara.


"iya aku siap melakukannya, "jawab vira terpaksa dengan mimik muka cemberut.


"aduh pintarnya bagus dong berarti apa yang aku suruh kamu harus kerjakan ingat itu, udah aku mau istirahat udah ngantuk dan kamu mas kalau mau tidur sama pelakor ini juga gakpapa karena aku gak mau tidur sama kamu, "ucap adel tersenyum mengejek.


"iya selamat tidur ya jagain fino baik-baik, "jawab fendi terpaksa padahal malam ini dia sangat ingin tidur dan memeluk istri pertamanya itu.

__ADS_1


"dadah pelakor good night ya, "ucap adel sambil melambaikan tangan kearah vira.


"eehh kenapa bisa gini sih mas kenapa gak kamu tolak aja permintaannya itu aku ini udah sah menjadi istri kamu mas gak seharusnya kamu memperlakukan aku seenak kalian saja, "bentak vira menatap fendi yang sudah berstatus suaminya itu.


"aku terpaksa melakukannya sayang karena akibatnya akan sangat beresiko buat kita berdua apa kamu mau mendekam dipenjara, "jawab fendi berusaha menenangkan vira tapi tetap saja vira masih emosi adel yang melihat itu sangat puas.


"rasain siapa suruh rebut suami orang, "gumam adel dalam hati dia sangat senang melihat mereka bertengkar dan dia akan melihat vira menjadi pembantunya dirumah itu.


"tapi gak gini juga mas aku dari kecil gak pernah beres-beres rumah kecuali masak dan itu cuma sedikit yang aku tau, "ucap vira pasrah dia terduduk membayangkan kejadian sehari-harinya dirumah ini sirna sudah impiannya selama ini untuk menjadi ratu dirumah fendi vira tidak akan tinggal diam dia akan balas dendam dia akan membuat mas fendi menceraikan adel dan terusir dari rumah ini.


"tunggu saja pembalasanku adel kamu pikir kamu sudah menang oh tidak jangan panggil aku vira kalau tidak bisa membuatmu keluar dari rumah ini aku yang berhak tinggal disini bukan kamu, "gumam vira dalam hati tanpa sadar dia telah memukul meja ruang tamu dengan sangat keras.


"vira apa-apaan kamu kenapa memukul meja sekeras itu jangan menyakiti dirimu sendiri terima saja konsekuensinya kalau kamu mau tinggal disini sama aku, "ucap fendi sedikit kesal melihat tingkah vira.


"kamu jahat mas kamu tega sama aku dan anakmu didalam perutku ini kamu kan tau kalau ibu hamil gak boleh melakukan pekerjaan yang berat-berat seperti itu, "jawab vira masih belum percaya dengan kenyataan ini.


"aku terpaksa melakukannya vira ini bukan kehendakku kamu tau sendiri aku sudah punya istri kamu dengan ngototnya ingin menjadi istri keduaku jadi terima saja, "ucap fendi memberi pengertian kepada vira.


"lebih baik kamu istirahat ini sudah larut malam pasti kamu kecapekan habis beres-beres tadi malam ini aku akan temani kamu tidur ya, "ajak fendi.


"iya mas aku juga sudah ngantuk benerankan mas tidur sama aku, "ucap vira manja.


"iya sayang, "jawab fendi sambil mencium kening vira akhirnya mereka memilih masuk kamar tamu yang ada dilantai 1 setidaknya walaupun harapan tidak jadi kenyataan tapi malam ini fendi akan menemani tidurnya itu sudah cukup membuatnya kembali tenang.

__ADS_1


__ADS_2