
Malam harinya sesudah shalat magrib sepasang suami istri itu turun ke lantai 1 menuju meja makan mereka terkejut banyak sekali menu makan dan adelpun heran siapa yang masak sebanyak ini apa bik asih tapi biasanya kalau bik asih masak tidak terlalu banyak cukup untuk makan malam mereka bertiga aja.
"mas lihat menu makan malam ini banyak sekali kenapa tidak biasanya bik asih masak banyak?, "tanya adel heran menatap suaminya.
"em tadi mas sempat kedapur dan melihat ada vira mungkin dia yang masak semua ini, "jawab fendi.
"oh vira terus sekarang viranya dimana kita ajak makan bersama aja malam ini mas dan ayah mana kok belum keluar kamar?, "tanya adel lagi dia heran kenapa ayahnya belum menuju ke meja makan biasanya dia yang lebih dulu.
"mas gak tau sayang mungkin masih shalat magrib, "jawab fendi seadanya.
"tapi gak biasanya mas ayah telat dari kita berdua, lebih baik aku kekamar ayah dulu mas tunggu disini aja, "ucap adel, dia langsung menuju kamar ayahnya.
tok tok tok.
"yah yuk makan kita udah siap semua ni tinggal ayah sendiri yang belum keluar setelah ini ada yang mau adel bicarakan sama ayah, "ucap adel mengetuk pintu kamar ayahnya itu.
Krek, terlihat pak deri keluar dari kamarnya tersenyum menatap anaknya.
"iya sayang yuk kita makan malam, "ucap pak deri dia tidak semangat malam ini karena tidak sengaja sekaligus terkejut melihat fendi berpelukan dengan vira apalagi dia sempat mendengar vira akan merebut suami anaknya itu dia sangat marah kenapa bisa ada orang licik itu dirumahnya apalagi memakai baju tidur piyama anaknya.
"ayah kenapa baru keluar kita udah nunggu dari tadi loh, "ucap adel.
"gakpapa sayang nanti ada yang mau ayah tanyakan sama kamu, "jawab pak deri.
"tanya apa yah, "ucap adel penasaran.
"nanti aja sudah kita makan malam ya, "jawab pak deri.
"oke yah, "ucap adel mereka segera ke meja makan yang sudah ada fendi disana.
"mas vira belum kesini untuk makan malam?, "tanya adel menatap suaminya.
"belum sayang mungkin masih dikamarnya, "jawab fendi.
"yaudah aku panggil vira dulu bentar, "pamit adel, diapun berjalan menuju kamar tamu.
"fendi kenapa bisa kamu pelukan sama vira didapur kamu mau mempermainkan perasaan anak saya, "ucap pak deri mengebrak meja melirik fendi dengan tatapan tajam.
"maaf yah fendi tidak sengaja aku tidak tau itu vira karena dia memakai baju tidur istriku sungguh aku tidak mengetahui kalau ada vira dirumah ini maafkan fendi yah tolong jangan kasih tau adel nanti dia bisa marah kalau tau aku memeluk wanita lain selain dia, "ucap fendi dia terkejut ayah mertuanya bisa tau kejadian sore tadi dia meminta maaf sambil menyalami tangan mertuanya.
__ADS_1
"jangan pernah mempermainkan perasaan anak saya kalau kamu berani bermain dibelakang ayah tidak akan tinggal diam camkan itu, "ucap pak deri menunjuk tajam kearah. fendi.
"fendi janji tidak akan mempermainkan perasaan adel aku sangat mencintai istriku tidak akan pernah bermain dibelakangnya apalagi dia sedang mengandung anakku itu tanpa disengaja aku memeluk orang lain karena ku pikir itu istriku, "jawab fendi menundukkan kepalanya dia tidak berani menatap mertuanya itu dia merasa bersalah.
"kenapa bisa ada vira disini siapa yang membawanya tinggal disini, "ucap pak deri masih menatap tajam kearah fendi.
"adel yang mengizinkan vira tinggal disini karena vira baru saja diusir orangtuanya karena dia difitnah adel yang bercerita tadi sore yah, "ucap fendi memperjelas.
"diusir itu karena dia melakukan kesalahan sangat fatal sehingga orangtuanya mengusirnya dengan tega mereka tidak akan mengusir kalau anaknya tidak melakukan kesalahan itu hanya alasannya saja difitnah ayah yakin dia ada maksud tertentu untuk datang kesini, "ucap pak deri menerka-nerka.
"jangan se'uzon dulu yah dia hanya sebentar tinggal disini nanti kita tanyakan langsung sama orangnya, "jawab fendi menatap mertuanya kelihatan sekali beliau tidak menyukai kehadiran vira dirumahnya padahal vira sahabat kecil adel. harusnya pak deri senang ada vira disini sungguh aneh pikir fendi, sedangkan pak deri dia hanya menatap fendi khawatir takut dia tergoda dengan kecantikan vira.
Didepan kamar tamu adel mengetuk pintu berulang kali tapi tidak ada jawaban akhirnya dia memilih untuk menelepon sahabatnya itu.
"halo vir lu dimana kok diketuk-ketuk pintu kamar lu gak ada jawaban, "ucap adel.
"gue lagi diluar sebentar mau beli sesuatu bentar lagi gue pulang kok maaf yah gak izin dulu sama lu karena gue gak berani kelantai 2 jadinya gue pergi langsung, "jawab vira diseberang telepon.
"oh yaudah gakpapa lu hati-hati dijalan cepat pulang kita udah mau makan ini kami duluan ya kalau lu pulang langsung ke meja makan aja ya mungkin gue langsung kekamar sesudah makan, "ucap adel.
"iya del gue makan diluar aja ini baru mau masuk restoran gakpapa ya, atau lu mau nitip apa nanti gue beliin, "tawar vira.
"iya waalaikumsalam, "jawab vira.
Adel langsung menuju ke meja makan mereka berdua heran kenapa vira tidak bersama adel.
"mana vira kok gak ada sama kamu?, "tanya pak deri penasaran.
"dia lagi keluar sebentar ada yang ingin dia beli yah gak lama kok bentar lagi pulang dia juga sekarang ada direstoran mau makan juga, "jawab adel menatap ayah dan suaminya itu.
"aneh masih suasana magrib kok udah keluyuran gak izin lagi kalau ada apa-apa bukan tanggung jawab kita karena dia pergi tanpa pamit, "jelas pak deri.
"katanya tadi gak berani ke lantai 2 takut menganggu aktivitas kami dikamar, "ucap adel.
"kan bisa telepon kamu untuk pamit alasan aja ingin keluar. malam, wajar kalau orangtuanya mengusir dia karena terlalu bebas pergaulannya suka keluyuran malam, "jawab pak deri tersenyum sinis dia yakin ada sesuatu yang tidak beres dengan sahabat anaknya itu curiga tapi itu bukan urusannya kalau sudah menyangkut rumah tangga anaknya itu baru urusannya dia tidak akan membiarkan itu terjadi.
"issh ayah tidak boleh se'uzon adel tau gimana vira selama ini dia itu wanita baik-baik dia keluar malam karena ada perlu saja yah, "ucap adel.
"tapi kamu belum tau aja...., "ucap pak deri belum selesai bicara sudah dipotong anaknya itu.
__ADS_1
"eitz ayah gak baik berprasangka buruk sama orang apalagi itu sahabat adel lebih baik kita makan malam daripada menerka-nerka yang belum tentu benar, "ucap adel memberi pengertian kepada ayahnya.
"tapi kamu harus tetap hati-hati karena kita tidak tau sifat asli seseorang sekalipun itu orang terdekat kita, "ucap pak deri memberi peringatan kepada adel harus tetap waspada.
"iya adel ngerti yah tapi adel percaya vira tidak akan berbuat. sesuatu yang bisa merugikan dia sendiri apalagi kami sudah sangat lama bersahabat yah, "jawab adel.
"sudah lebih baik kita makan nanti keburu dingin lihat makanan sebanyak ini tidak mungkin kita makan semuanya suruh bik asih bagi-bagi ke tetangga daripada besok sudah pasti basi, "ucap adel, dia tidak ingin memperdebatkan sesuatu yang belum tentu terjadi.
"iya kamu benar sayang, "ucap fendi mengelus rambut istrinya, pak deri melirik kearah menantunya dia sedikit takut kalau fendi bisa kepincut dan berpaling kepada vira dia harus mewaspadai mereka berdua.
Selesai makan adel memanggil bik asih untuk membantunya mempersiapkan makanan untuk dibagikan kepada tetangga sebelah.
"bik asih tolongin adel bungkusin makanan ini, "panggil adel.
"siap non, "jawab bik asih.
"nanti bibik minta tolong ke mang joko untuk menemani bik asih antar makanan ini ke tetangga sebelah ya sayang kalau basi jadinya mubazir, "ucap adel menatap bik asih.
"iya non nanti bibik antarkan, "jawab bik asih.
"oh ya bik, bibik sudah makan belum?, "tanya adel.
"belum non nanti aja bibik makannya, "jawab bik asih.
"yasudah ini lauk untuk bik asih sama mang joko yang dibungkus untuk para tetangga ya bik, adel tinggal dulu ke atas mau tidur, "ucap adel tersenyum menatap bik asih sambil memberikan mangkok berisi lauk.
"iya non, "jawab bik asih.
Adel langsung berjalan menuju lantai atas tapi segera dipanggil ayahnya yang sedang menonton televisi.
"nak sini dulu ayah mau bicara sebentar, "panggil pak deri.
"iya ada apa yah, "jawab adel.
"duduk dulu nak, lihat sudah jam 8 malam tapi vira belum pulang lebih baik kamu telepon dia tanyain lagi dimana nanti ada apa-apa ayah gak enak karena dia lagi tinggal sama kita, "ucap pak deri menatap jam dia sedikit khawatir karena itu anak gadis orang.
"iya nanti adel telepon yah, ada lagi yang ingin ayah bicarakan kalau tidak ada adel mau keatas nemui mas fendi, "ucap adel.
"iya silahkan sayang, dan satu lagi pesan ayah kamu harus tetap hati-hati jangan terlalu mempercayai orang lain walaupun itu sahabat kamu sendiri, "ucap pak deri masih memberi peringatan kepada anaknya.
__ADS_1
"siap yah, aku ke atas dulu, "ucap adel, dibalas anggukan kepala ayahnya.