
Hari ini vira mulai masuk kerja dia datang lebih awal karena ingin menemui karyawan yang disuruh fendi untuk menunjukkan jabatannya, dan tanpa diduga semalam sebelum tidur adel meminta suaminya untuk memberikan vira jabatan asisten pribadi fendi hanya vira yang dipercayainya.
"selamat datang buk vira diperusahaan ini semoga ibu senang bekerja disini saya disuruh pak fendi untuk memberikan jabatan asisten pribadi semoga buk vira berkenan ya silahkan buk ikuti saya keruangan pak fendi, "ucap karyawan kepercayaan fendi.
"oh terimakasih banyak ya, "jawab vira tersenyum bahagia kesempatan untuk mendekati fendi semakin mudah.
Mereka berdua langsung menuju keruangan fendi disanalah ruangan dia bekerja.
Tok tok tok.
"pak permisi saya lisa izin masuk, "ucap lisa mengetuk pintu ruangan fendi.
"masuk, "jawab fendi didalam ruangannya.
Krek, pintu dibuka lisa dan dibelakangnya ada vira yang terkesima melihat ruangannya sangat mewah dan nyaman tambah melihat fendi yang sangat tampan bos besar perusahaan.
"pak fendi ini buk vira asisten pribadi bapak dia ingin mulai kerja sekarang, "ucap lisa.
"iya kamu silahkan keluar ini biarlah jadi urusan saya, "ucap fendi mengisyaratkan lisa untuk keluar.
"baik pak, "jawab lisa.
Setelah lisa keluar fendi mempersilahkan vira untuk duduk dikursi didepan mejanya.
"silahkan duduk, "ucap fendi.
"baik mas, "jawab vira.
"eitz jangan panggil mas kalau lagi kerja panggil pak sopan sedikit, "ucap fendi tanpa menatap kearah vira dia melihat-lihat berkas yang akan dikerjakan vira.
"iii-yyaa pak, "jawab vira gugup.
__ADS_1
"makasih banyak pak sudah kasih saya jabatan ini lumayan tinggi bagi saya karena menjadi asisten pribadi bos besar, "ucap vira tersenyum sambil memegang tangan fendi tanpa rasa malu.
"tak perlu berterimakasih karena ini bukan kemauan saya ini kemauan istri saya untuk menjadikanmu asisten saya karena dia sangat mempercayaimu jadi jaga sikap walaupun kamu seruangan sama saya, "ucap fendi mengingatkan sambil melepaskan genggaman tangan vira.
"baik pak terus apa yang harus saya lakukan sekarang?, "tanya vira.
"silahkan duduk disebelah sana itu sudah ada komputer tolong cek lagi berkas-berkas yang sudah disusun asisten saya sebelumnya, "jawab fendi memperjelas.
"satu lagi jangan sampai ada yang salah kalaupun ada upayakan untuk memperbaiki itu tugas kamu, "ucap fendi cuek menatap vira.
"baik mas, eeh pak, "jawab vira menundukkan kepalanya.
"Silahkan kamu hari ini cuek denganku mas ku pastikan hari-hari berikutnya kamu akan selalu perduli denganku, "gumam vira dalam hati.
Dia beralih ke meja kerjanya untuk melihat berkas-berkas yang ada didalam komputer dia sedikit bingung gimana caranya untuk melihat berkas itu tidak ada yang salah.
"em pak ini gimana cara kerjanya, "ucap vira terlihat bingung.
"aduh yasudah saya akan menyuruh lisa untuk mengajari kamu, "ucap fendi langsung menekan nomor pribadi perusahaan.
"baik pak, "jawab lisa diseberang telepon.
Lisa bergegas pergi keruangan fendi dengan langkah cepat.
Krek, lisa langsung masuk.
"assalamualaikum ada masalah apa pak?, "tanya lisa.
"waalaikumsalam, tolong ajari dia bagaimana cara bekerja dengan baik dan benar jangan bikin saya kecewa, "ucap fendi sedikit membentak lisa karena dia sudah sangat kesal.
"baik pak, "jawab lisa.
__ADS_1
Lisa menuju meja kerja vira dia dengan sabar mengajari vira karena memang agak sedikit susah mengerti mungkin karena baru masuk jadi masih kaku, lisa heran kenapa pak. fendi rela memecat asisten sebelumnya dia sangat pintar gesit dan selalu profesional dalam bekerja demi vira yang belum mengerti apa-apa.
"cukup mengerti kan buk vira atau ada yang ingin ditanyakan lagi langsung panggil saya aja ya saya permisi keluar pekerjaan saya masih banyak, "ucap lisa dia ikut kesal agak susah mengajari vira tangannya kaku ketika memecet tombol dikomputer.
"baik mbak lisa terimakasih banyak ya, "ucap vira tersenyum melihat kearah lisa, ternyata pekerjaan menjadi asisten pribadi bos sangat susah dia yang sudah mempelajarinya saja sampai saat ini belum nyangkut diotaknya ya wajar karena dia selama ini kerjanya didunia malam melayani. pria-pria hidung belang jadi mana tau tentang pekerjaan seperti ini kalau bukan niatnya ingin mendekati fendi dia tak akan sudi mau bekerja yang rumit seperti ini dia akan bertahan karena ini kesempatan dia satu-satunya untuk mendekati fendi.
Sebelum sampai pintu keluar lisa dipanggil fendi.
"lisa kesini sebentar, "panggil fendi, vira yang mendengarnya dia cemburu walaupun letak mejanya agak jauh dari meja kerja fendi tapi tetap saja masih satu ruangan otomatis vira. bisa mendengar dan melihat kegiatan fendi.
"iya ada apa pak, "ucap lisa menuju ke meja kerja fendi.
"bagaimana apa dia mengerti yang kamu ajarkan, "tanya fendi suaranya sedikit dipelankan agar vira tidak bisa mendengarnya.
"masih agak kaku pak masih harus banyak belajar sepertinya dia kurang mengerti tentang pekerjaan diperusahaan seperti ini, "jawab lisa jujur.
"oke kamu harus selalu mengajarinya sampai dia bisa dan mengerti, "ucap fendi.
"maaf pak kenapa bapak memecat buk devi yang sudah lama bekerja diperusahaan ini kerjanya bagus dia sangat pintar sungguh sayang sekali dipecat apalagi demi buk vira yang sangat susah diajari, "ucap lisa.
"oh itu adalah permintaan istri saya dia ingin vira yang menjadi asisten pribadi saya dia sangat mempercayai vira saya terpaksa memecat devi sangat disayangkan orang sepintar dia keluar dari perusahaan ini tapi karena ini permintaan istri saya apalagi dia lagi mengandung anak saya mau tidak mau harus dituruti, "jawab fendi sejujurnya.
"tapi kenapa istri bapak menginginkan buk vira yang menjadi asisten pribadi bapak?, "tanya lisa penasaran.
"ya karena mereka bersahabat sejak kecil istri saya kasian melihat vira diusir dari rumah orangtuanya sehingga dia datang kerumah mertua saya minta izin untuk tinggal sementara tapi alhamdulillah sekarang dia sudah pindah ke apartemen saya lega takut timbul fitnah, "curhat fendi.
"iya pak tidak baik ada wanita lain tinggal seatap sama. kalian berdua walaupun masih dirumah mertua tindakan bapak sudah benar, "ucap lisa mengajungkan jempol.
"yasudah silahkan kerja lagi, "ucap fendi tersenyum.
"baik pak saya permisi, "ucap lisa menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Dari tadi ada yang sudah terbakar api cemburu melihat fendi dan lisa sangat akrab apa mereka setiap hari bercerita seperti tadi pikiran vira jadi kalut dia takut ada yang mendahului dia untuk merebut fendi dan vira dia tidak akan membiarkan itu terjadi hanya dia yang boleh mendekati dan merebut fendi.
"tidak akan ku biarkan siapapun yang mendekati mas fendi selain aku, "gumam vira dalam hati dia sangat kesal dengan sikap lisa yang sok akrab dengan fendi pria yang dicintainya itu.