Sahabatku Selingkuhan Suamiku

Sahabatku Selingkuhan Suamiku
Bab23 Aku ditawari kerja diperusahaan mas fendi...


__ADS_3

Setiba dikamar vira lega dia tidak bertemu ketiga orang yang akan curiga dan banyak pertanyaan yang akan dia jawab tapi dia beruntung mereka semua belum keluar kamar saat dia pulang.


"huh alhamdulillah mereka belum keluar bisa-bisa mereka curiga kalau aku diusir karena suka keluar malam, "ucap vira merasa lega, dia buru-buru mandi setelah itu dia berganti pakaian santai dan keluar dari kamar menuju dapur untuk membantu bik asih menyiapkan sarapan.


"bik sini aku bantuin, "ucap vira kala melihat bik asih sibuk mengambil piring dan sendok untuk dibawa ke meja makan.


"iya non, "jawab bik asih.


"bik nanti kalau ada mereka bertiga jangan bilang aku baru pulang ya nanti mereka marah jika mereka tanya jawab aja udah pulang jam 10 malam gitu ya atau aku yang jawab bibik yang akan jadi saksiku gimana nanti aku kasih uang 500 ribu mau gak, "tawar vira.


"boleh non gakpapa aku jadi saksinya, "jawab bik asih selagi. itu bukan masalah besar bik asih mah setuju apalagi ada imbalannya lumayan bagi bik asih.


Ketika mereka lagi asik menyiapkan sarapan tiba-tiba adel mas fendi dan om deri keluar dari kamar masing-masing mereka melihat ada vira didapur.


"vira udah pulang kapan pulangnya vir?, "tanya adel heran karena semalam suaminya menyerah untuk mencari keberadaan vira.


"em itu gue udah pulang kok sekitar jam 10 malam tanya bik asih dia yang membukakan pintu depan ya kan bik, "jawab vira sambil matanya dikedip-kedipkan sebelah kearah bik asih.


"iya non adel, non vira semalam pulang sekitar jam 10 bibik yang bukain, "jawab bik asih.


"oh kenapa gue telepon lu gak diangkat-angkat vir gue udah khawatir loh sama lu takut ada yang ngejahatin jadinya gue suruh mas fendi yang cariin lu tapi gak ketemu jadi sekitar jam 11 malam lewat mas fendi udah pulang, "ucap adel panjang lebar.


"oh maaf del hp gue disilent jadi gak tau kalau lu nelepon pulangnya juga gak main hp langsung rebahan aja terus tidur maaf ya udah nyusahin kalian semua, "jawab vira pandai berbohong dan dia terkejut ternyata mas fendi mencari dia kalau tau gitu dia akan menunggu ditaman biar bisa bertemu fendi dan bisa berduaan tanpa sengaja.


"oh gakpapa lain kali pamit dulu ya kalau mau pergi malam takutnya lu nanti ada apa-apa lu kan gadis vir diluar sana banyak kejahatan yang bisa membahayakan lu sendiri, "ucap adel menatap vira khawatir.


"maaf del udah bikin lu khawatir sama gue tapi terimakasih banyak ya lu memang sahabat terbaik gue, "jawab vira terharu dan langsung memeluk sahabatnya itu.

__ADS_1


"sudah-sudah lebih baik kita sarapan dulu nanti aja curhat-curhatnya nunggu sudah makan, "ucap pak deri sinis melihat kearah vira.


Mereka semua duduk dimeja makan selama makan mereka memang tidak pernah ada suara kecuali dentingan sendok dan garpu, vira dikit-dikit mencuri pandang kearah fendi yang sedang sibuk makan.


"lagi makan aja kamu sangat tampan dan cool ingin. memilikimu saat ini juga mas fendi, "gumam vira dalam hati.


Sesudah makan akhirnya mereka pindah ke sofa ruang tamu seperti biasa ngobrol-ngobrol dulu sebelum berangkat kerja, vira sibuk membantu bik asih beres-beres tapi langsung dipanggil adel untuk gabung sama mereka ada yang ingin dibicarakan.


"vir sini biar bik asih aja yang beresin meja makannya lu sini aja ngobrol sama kita, "panggil adel.


"iya del gue cuci tangan bentar, "jawab vira.


Setelah itu dia pergi ke ruang tamu menuju sofa adel yang melihatnya langsung melambaikan tangan.


"vir sini duduk deket gue, "ajak adel, virapun mendekat dan langsung duduk didekat adel yang disampingnya adel ada mas fendi.


"bicara apa del gakpapa langsung ke intinya aja, "jawab vira, dia takut mereka akan mengusir dia saat ini juga.


"em gini ya vir ayah sama mas fendi gak enak sama tetangga kalau ada wanita lain disini kecuali bik asih pembantu kami karena takut fitnah, jadi gini kita bertiga akan mencarikan lu apartemen yang lumayan deket sini dan lu diajak mas fendi kerja dikantornya gimana mau ya, "tawar adel tersenyum menatap vira.


"maaf ya gue udah nyusahin kalian semua disini iya gakpapa del gue terima kerja dikantor mas fendi, "jawab vira bahagia dalam hati walaupun tidak tinggal disini tapi bisa bertemu setiap hari dikantor.


"kan benar mereka mengusirku secara halus tapi gak. masalah karena aku akan setiap hari bisa bertemu mas fendi, "gumam vira dalam hati.


"vir lu gak marah kan, "ucap adel memegang bahu vira karena dia melamun jadi sedikit terkejut.


"oh gakpapa memang sebaiknya gue tinggal diapartemen makasih ya udah izinin gue tinggal disini sementara sore ini gue langsung pindah aja ya, "ucap vira menatap semuanya.

__ADS_1


"iya gak usah terburu-buru vir nanti gue sama mas fendi akan bantuin lu beres-beres ke apartemen sebelum itu kita belanja keperluan dan pakaian lu dimall karena lu kesini gak bawa apa-apa jangan ditolak, "tawar adel.


"iya makasih banyak ya udah ngerepotin, "jawab vira.


"iya sama-sama, "jawab adel tersenyum kearah vira.


Sedangkan pak deri dia tidak senang anaknya terlalu baik dan royal kepada vira takutnya nanti malah nusuk dari belakang.


"satu lagi besok jangan lupa langsung aja datang kekantor. saya nanti ada yang akan memberitahu jabatan kamu diperusahaan saya ingat jaga sikap, "ucap fendi tanpa melihat kearah vira.


"iya mas, "jawab vira menundukkan kepalanya.


"awas aja mas kamu akan ku buat klepek-klepek dengan kecantikan dan keseksianku nanti, "gumam vira dalam hati dia tersenyum licik.


"yasudah kamu boleh bantu bik asih lagi hanya itu yang kami ingin sampaikan, "ucap pak deri menatap vira kurang senang.


"iya om, "jawab vira, dia heran kenapa sikap om deri terlihat tidak senang kearahnya.


Vira bergegas ke dapur membantu bik asih dia senyam senyum sendiri membayangkan akan bertemu setiap hari sama mas fendi, bik asih yang melihatnya sedikit heran.


"non sepertinya senang sekali ya ada apa non bagi-bagi sama bibik, "canda bik asih.


"oh saya senang akhirnya bisa dapat pekerjaan mereka memang baik sekali ya bik udah kasih tempat tinggal dikasih pekerjaan juga yaampun senang sekali bik saya rasanya akhirnya tidak menjadi beban mereka lagi, "jawab vira lain dimulut lain dihati.


"oh selamat non kalau gitu bibik ikut senang non udah dapat pekerjaan selamat sekali lagi ya non, "ucap bik asih.


"iya makasih ya bik, "jawab vira.

__ADS_1


__ADS_2