
Tut tut tut, panggilan telepon buk mira dimatikan sepihak oleh vira anaknya, buk mira kembali sedih karena anaknya tidak mau pulang ke rumah.
"gimana bun vira mau kan pulang?, "tanya pak alex menatap istrinya penasaran.
"vira gak mau pulang yah dia udah sakit hati karena sudah kita usir dan dibanding-bandingkan dengan nita adiknya, ini semua salah ayah kenapa harus diusir vira itu anak kandung kita yah sudah bunda bilang lebih baik dikurung dikamar sementara waktu agar dia bisa jauh lebih baik lagi kalau diusir kita tidak tau nasibnya sekarang bisa dapat uang darimana dan tinggalnya dimana bunda khawatir sama vira karena anak kandung kita juga yah, "jawab buk mira meluapkan kekesalannya kepada suaminya itu.
"mau gimana lagi bun vira juga salah sudah mengorbankan kesuciannya demi sebuah mobil apa itu tidak gila semua rekan kerja ayah sudah tau tentang video yang dikirim teman bunda itu dia dengan teganya menyebarkan aib anak kita ayah menyesal karena ayah merasa gagal mendidik anak kita sendiri, "ucap pak alex berusaha memeluk istrinya.
"sesalah-salah apapun vira dia tetap darah daging kita yah jadi bunda mau kita cari keberadaan vira sampai dapat bunda gak mau terjadi sesuatu yang menyebabkan dia celaka kita tidak tau kehidupan dia diluar sana, "jawab buk mira melepaskan pelukan suaminya.
"tapi bun kita tidak tau alamat tempat vira tinggal mau cari dimana bun, "ucap pak alex bingung.
"setahu bunda vira punya satu teman lamanya kalau gak salah anak pengusaha kaya raya no.3 yah anak pak deri wijaya gimana kalau kita pergi ke rumah pak deri kita tanya sama anaknya bisa saja dia tau keberadaan vira, "ucap buk mira dia baru ingat kalau vira punya teman lama.
"oh kalau gitu kita sekarang harus berkunjung ke rumah pak deri wijaya itu bun, "jawab pak alex antusias.
"ya sudah kita berangkat sekarang ajak juga nita, "ucap buk mira langsung menuju kamar anak bungsunya itu.
"sayang kamu mau ikut ayah sama bunda cari kakak kamu gak?, "tanya buk mira menatap nita.
"aku takut bun kak vira masih marah sama nita, nita tau kak vira kurang suka sama nita bun, "jawab nita dengan raut wajah memelas dia takut kakaknya itu akan benci sama dia.
"gak mungkin sayang kak vira sayang banget sama kamu hanya saja dia kurang suka dibanding-bandingkan sama kamu kak vira hanya ingin jadi diri sendiri, "ucap buk mira memberi pengertian sama putri bungsunya itu.
"oh kalau gitu nita ikut bun mau minta maaf juga sama kak vira semoga aja kak vira gak benci lagi sama nita karena nita sayang banget sama kak vira bun, "jawab nita.
"iya sayang pasti kakak kamu maaffin kamu karena kamu gak punya salah sayang itu salah ayah sama bunda udah membandingkan kak vira sama kamu karena harapan kami vira punya sifat baik seperti kamu tidak suka keluyuran malam juga, "ucap buk mira.
"tapi janji ya bun jangan pernah bandingkan aku sama kak vira aku gak mau kak vira semakin benci sama aku bun, "mohon nita memegang tangan bundanya.
"iya sayang ayah sama bunda janji gak akan membandingkan kalian berdua karena kalian putri kesayangan kami, "jawab buk mira tersenyum kearah nita.
"ayok kita pergi bun aku gak sabar mau ketemu sama kak vira udah kangen banget walaupun sikapnya cuek tapi selalu peduli dan jagain aku bun, "ucap nita dia sudah merindukan sosok kakaknya itu.
"yaudah kita pergi sekarang gak usah ganti baju sayang ayah sudah nunggu dibawah tuh, "ucap buk mira.
"iya bun, emang kita mau pergi kemana bun?, "tanya nita.
"kita akan berkunjung ke rumah pak deri wijaya karena anaknya itu teman lamanya kak vira jadi kita tanyain sama mereka apa anak pak deri itu tau keberadaan kakakmu, "jawab buk mira.
__ADS_1
"oh gitu ya bun yaudah ayok buruan nita gak sabar ketemu kak vira, "ucap nita menarik tangan bundanya sedangkan ayahnya sudah menunggu didalam mobil.
"ayah tau kan dimana alamat rumah pak deri itu?, "tanya buk mira menatap suaminya.
"tau bun tadi barusan ayah telepon rekan kerja ayah yang sedang bekerja sama dengan perusahaan pak deri dia sering berkunjung kerumah beliau, "jawab pak alex.
"oh yaudah kita segera kesana aja siapa tau kan kak vira ada disana yah, "ucap nita tersenyum dia antusias untuk bertemu kakaknya.
"iya sayang, "jawab pak alex.
Mereka melajukan mobilnya ke arah rumah pak deri lumayan lama sekitar 30 menitan mereka sampai, mang joko langsung bertanya apa tujuan mereka berkunjung kerumah majikannya.
Tin tin tin, bunyi klakson mobil pak alex mang joko menyambut kedatangan mereka.
"mau bertemu siapa pak?, "tanya mang joko kepada pak alex.
"apa benar ini rumah pak deri wijaya pengusaha no.3 dikota B ini?, "ucap pak alex balik bertanya kepada satpam rumah itu.
"iya benar ini rumah pak deri wijaya, ada perlu apa pak kalau boleh saya tau biar nanti saya panggilkan pak derinya kebetulan tuan sedang ada dirumah, "jawab mang joko.
"ada keperluan kebetulan saya orangtua dari vira teman lamanya anak dari pak deri bisa kami bertemu beliau sebentar, "ucap pak alex sopan.
"tuan ada tamu didepan, "ucap mang joko memanggil majikannya.
"siapa yang bertamu sore-sore gini mang?, "tanya pak deri yang sedang santai menikmati secangkir kopi.
"ini tuan ada keluarga non vira didepan mereka bilang orangtua vira, "jawab mang joko.
"suruh mereka masuk antar mereka langsung ke ruang tamu nanti saya akan segera datang, "ucap pak deri menyuruh satpamnya untuk mempersilahkan tamunya untuk masuk ke dalam rumah.
"baik tuan saya permisi dulu, "pamit mang joko dibalas anggukan kepala majikannya itu, dia bergegas menuju teras depan rumah untuk menemui orangtua vira.
"silahkan pak buk dan non untuk masuk ke dalam sini biar saya antar, "ucap mang joko.
"terimakasih banyak ya, "jawab pak alex menatap mang joko.
"sama-sama pak, silahkan duduk sebentar lagi tuan akan segera datang, "ucap mang joko mereka semua hanya mengangguk sambil duduk disofa yang ada diruang tamu.
Pak deri segera menemui mereka ke ruang tamu.
__ADS_1
"assalamuailaikum pak deri maaf menganggu waktunya sebentar, "ucap pak alex langsung berdiri sambil mengulurkan tangannya.
"waalaikumsalam tidak masalah pak senang bertemu sama kalian, "jawab pak deri membalas uluran tangan pak alex, pak deri langsung memanggil bik asih.
"bik tolong buatkan minuman untuk tamu saya ya 3 gelas ya bik, "ucap pak deri menyuruh bik asih.
"siap tuan, "jawab bik asih.
"kalau boleh saya tau nama bapak siapa dan apa tujuan yang mengundang kalian datang kemari, "ucap pak deri tersenyum menatap mereka bertiga.
"perkenalkan nama saya alex mahendra ini istri saya mira dan itu anak saya nita, tujuan kami kesini ingin bertemu sama putri pak deri apa bisa pak, "jawab pak alex.
"oh salam kenal pak alex dan buk mira, putri saya sudah tidak tinggal disini pak adel sudah ikut ke rumah suaminya apa gerangan kalian untuk bertemu putri saya?, "tanya pak deri penasaran.
"oh begitu ya pak, gini pak tujuan kami kesini untuk menanyakan keberadaan putri kami vira sudah lama dia tidak pulang dan kami khawatir dengan keadaanya sekarang karena bundanya ingat kalau putri bapak teman lamanya vira jadi kami berkenan untuk menanyakan kepada putri bapak apa dia tau keberadaan putri kami, "jawab pak alex sedetail mungkin.
"oh vira dia pernah kesini pak sekitar kurang lebih 7 bulan yang lalu dia datang ke rumah saya untuk izin menginap disini dan anak saya mengizinkan pak saya iseng bertanya pada anak saya kenapa vira minta izin tinggal sementara waktu disini dan jawaban adel karena orangtuanya mengusir vira dia bingung harus tinggal dimana lagi kalau tidak butuh bantuan adel karena putri saya merasa iba dan juga mereka sudah lama bersahabat jadi diizinkan sama adel pak, "ucap pak deri menceritakan awal mula vira datang ke rumahnya.
"maaf pak sudah bikin kalian repot kami bukan bermaksud mengusir vira hanya saja kami kecewa sama kelakuannya dan kalau boleh saya tau dimana keberadaan anak saya pak?, "tanya pak alex.
"saya tidak tau betul dimana keberadaan putri kalian hanya anak dan menantu saya yang tau karena mereka mengurus kepindahan anak bapak dari sini, "jawab pak deri.
"kalau gitu apa bisa bapak berikan alamat adel kepada kami karena kami perlu tau tempat tinggal vira pak, "ucap pak alex sopan.
"oh kalau gitu sebentar saya ke dalam dulu untuk menuliskan alamat rumah menantu saya permisi, "pamit pak deri berlalu masuk ke kamarnya.
"silahkan pak, "jawab pak alex mempersilahkan.
Terlihat pak deri keluar dari dalam kamarnya menuju ruang tamu.
"ini pak alamat rumah menantu saya silahkan diambil, "ucap pak deri memberikan selembar kertas berisi alamat rumah fendi.
"terimakasih banyak pak kami permisi untuk pergi ke rumah menantu bapak, "pamit mereka menyalami tangan pak deri.
"sama-sama tidak perlu sungkan kalau mau berkunjung kesini lagi dengan senang hati saya menyambut kedatangan kalian pak alex, "jawab pak deri membalas uluran tangan pak alex.
"senang bisa berkenalan dengan anda pak deri, kami pamit pak sekali lagi terimakasih banyak, "ucap pak alex memeluk tubuh pak deri.
"sama-sama senang berkenalan denganmu juga pak alex, "jawab pak deri, akhirnya mereka pulang dari rumah pak deri menuju rumah fendi harapan mereka semoga menemukan titik terang dimana keberadaan putri mereka.
__ADS_1