Sahabatku Selingkuhan Suamiku

Sahabatku Selingkuhan Suamiku
Bab22 Kebiasaan burukku yang susah hilang...


__ADS_3

Sudah jam 8 malam vira belum juga pulang pak deri pun heran masih gadis tapi suka keluyuran dimalam hari kalaupun alasannya membeli sesuatu tidak mungkin memakan waktu 1 jam setengah.


"ada apa dengan anak itu kenapa sudah semakin malam dia belum pulang juga apa yang dilakukannya malam-malam seperti ini, "ucap pak deri heran.


"hah bukan urusanku juga mau dia gimanapun salah dia sendiri kenapa pergi tanpa pamit lebih baik aku tidur, "ucap pak deri dia tidak perduli dengan keadaan vira diluar sana.


Didalam kamar adel sudah menelepon vira tapi belum juga diangkat sudah 5 kali panggilan tidak diangkat juga adel khawatir takut terjadi sesuatu sama sahabatnya itu.


"mas vira gak angkat teleponku aku khawatir dia kenapa-kenapa lebih baik mas fendi cari dia aku takut dia dijahatin sama orang lain, "ucap adel khawatir.


"em gak gak lebih baik mas disini nemanin kamu tidur salah sendiri keluar tanpa pamit, "tolak fendi.


"ayolah mas please bantuin dia itu sahabatku kalau terjadi apa-apa gimana kasian mas, "ucap adel raut wajah sudah cemas.


"iya terus nanti mas harus cari dimana kenapa dia harus merepotkan kita seperti ini sih dan sudah larut malam seperti ini bukannya pulang masih keluyuran aja, "kesal fendi dia sudah berdiri mengambil kunci mobil.


"makasih ya mas, "ucap adel berterimakasih.


"iya jaga diri kamu baik-baik disini kalau mau tidur duluan aja mas gak akan lama, "ucap fendi mencium kening istrinya.


"iya mas, "jawab adel dia tersenyum bahagia akhirnya. suaminya itu mau membantunya.


Fendi langsung memakai jaketnya dan pergi keluar rumah menuju garasi mobil, didalam mobil dia mengerutu dengan sikap vira sudah larut malam bukannya pulang malah nyusahin orang.


"kenapa sih dia harus tinggal disini menyusahkan saja, "gerutu fendi, dia bingung mau mencari vira dimana.


"dimana gadis itu kenapa susah sekali menemukannya, "kesal fendi dia sudah mendatangi semua tempat termasuk semua restoran tapi tidak ada vira disana ditaman umum juga tidak dia pusing melihat jam 11 malam sudah semakin larut tapi gadis itu belum ketemu juga kalau pulang tanpa kabar baik dari vira adel pasti marah.

__ADS_1


"lebih baik aku pulang mencari orang hidup memang susah. sekali ini juga sudah sangat malam terserah dia mau apa itu bukan urusanku salah sendiri keluar tanpa pamit dasar wanita aneh, "gerutu fendi sambil memukul setir mobil, dia melajukan mobilnya kearah rumah mertuanya dia tidak perduli istrinya mau marah dia sudah sangat mengantuk.


Sedangkan vira dia lagi bersenang-senang diklub malam dia tidak bisa meninggalkan kebiasaannya selama ini dan dia akan tidur dihotel dengan seorang pria kaya itu adalah pekerjaannya untuk mendapatkan uang banyak mudah bagi vira mengoda pria hidung belang diklub malam seperti ini.


"hai cantik sendirian aja, "ucap pria dengan postur tubuh tinggi tapi dilihat wajah tidak tampan sama sekali.


"apa kamu punya uang banyak untuk bisa berkenalan denganku, "tawar vira sinis.


"tentu punya ini ada cek 200 juta tolong temani saya dihotel malam ini apa kau bersedia gadis cantik, "ucap pria yang sudah sedikit berumur itu bisa dibilang suami orang karena dipastikan umurnya sekitar 35 tahunan.


"really semalaman saya akan menemani kamu akan ku buat kau puas denganku, "goda vira memegang pipi pria itu.


"kamu tidak takut saya adalah pria yang sudah beristri saya kesini untuk mencari kesenangan, "ucap pria itu mengingatkan vira.


"no problem itu bukan masalah besar bagiku yang penting kau berikan aku uang banyak aku akan melayanimu sepuasnya, "jawab vira sudah didalam pelukan pria itu.


"oh terimakasih cantik kalau begitu saya tambah 100 juta kirimkan nomor rekeningmu ini cek 200 juta semoga kita sama-sama puas, "ucap pria itu tersenyum nakal.


"baiklah sayang, "ucap pria itu merangkul pinggang langsing vira dia sangat cantik malam ini sehingga banyak pria yang ingin berkenalan dengannya tapi karena mereka semua tidak cukup uang sehingga tidak bisa mengajak vira bersenang-senang padahal kalau dibandingkan dengan ketampanan tentu tampan pria-pria sebelumnya tapi dia tidak tertarik selama mereka tidak memiliki banyak uang tipe pria idaman vira ialah fendi pengusaha muda kaya raya sudah tampan harta banyak sungguh dia menginginkan fendi menjadi pacarnya.


Mereka sudah didalam hotel dan seperti biasa vira akan melayani pria-pria yang sudah membayarnya mahal dengan puas.


"kamu memang pandai memberiku kepuasan jangan pernah bosan melayaniku akan saya kasih kamu barang-barang yang sangat mahal kalau kamu mau menjadi simpanan saya bagaimana apapun yang kamu minta akan saya turuti, "tawar pria itu membelai rambut vira.


"baiklah tapi harus janji akan memberikan segalanya aku akan siap melayanimu, "jawab vira tersenyum menggoda.


"iya lebih baik kita tidur sudah larut malam ini sudah jam 1 dini hari, "ucap pria itu mengingatkan sembari melihat kearah jam tangannya.

__ADS_1


"iya, "jawab vira singkat, akhirnya dia tertidur dengan pulasnya.


Jam 6 pagi dia terbangun dan terkejut melihat kearah ponsel sudah ada 15 panggilan dari sahabatnya itu dia buru-buru memakai pakaiannya dia baru ingat kalau mulai semalam dia tinggal dirumah adel dilihatnya dikasur masih ada pria itu dia sudah tidak perduli lagi yang dia pikirkan bagaimana menjawab pertanyaan orang-orang yang ada dirumah adel sedikit penyesalan diraut wajahnya kenapa dia bisa seceroboh ini memang susah menghentikan kebiasaan yang sudah menjadi hobbynya itu.


"astaga gawat bisa-bisa mereka akan curiga karena semalam aku tidak pulang tanpa izin lagi ceroboh ceroboh kau sangat ceroboh vira aku harus bisa meyakinkan mereka jangan sampai hari ini mereka juga mengusirku, "ucap vira. mengerutuki dirinya sendiri karena ceroboh, dia langsung mengambil tas dan kunci mobilnya turun dari lobi hotel menuju tempat parkir mobil, dia segera menghidupkan mesin mobil mempercepat mobilnya menuju rumah pak deri harapan vira semoga pagi ini hanya ada adel, dia tidak sanggup membayangkan betapa bencinya fendi kepadanya semoga itu tidak terjadi bisa gagal rencana yang selama ini dibuatnya.


Sekitar 15 menit dia sampai digerbang pagar rumah pak deri dia mengklakson mobilnya agar satpam membukanya karena mang joko sudah tau itu mobil vira dia langsung membukakan pintu pagar agar mobil vira bisa segera masuk.


"aku harus segera masuk dan berpura-pura menyesal karena tidak pulang,"gumam vira dalam hati, dia segera menekan bel agar pintunya dibuka.


"sebentar saya buka dulu,"ucap bik asih yang ada dalam rumah.


krek, terlihat bik asih yang membukakan pintu vira sedikit lega karena bukan fendi ataupun om deri karena dia khawatir mereka mengusirnya saat itu juga.


"non vira baru pulang?,"tanya bik asih menatap vira dengan heran melihat rambutnya sedikit berantakan.


"iya bik aku ketiduran ditempat temanku jadi pulangnya pagi hari,"jawab vira beralasan.


"itu kenapa rambutnya berantakan non?,"tanya bik asih lagi sambil tangannya menunjuk kearah rambut vira.


"o'oh ini aku baru bangun tidur langsung pulang kesini bik,"jawab vira sedikit gugup tapi tidak kelihatan kelagatnya, dia pandai beralasan.


"aduh kok aku bisa lupa menyisir rambut tadi seceroboh ini malam berikutnya aku tidak akan keluar malam selama tinggal disini jangan sampai mereka jadi curiga,"gumam vira dalam hati.


"non masuk jangan melamun ditengah pintu nanti kerasukan,"ucap bik asih menakut-nakuti.


"oh iya bik aku ke kamar dulu ya,"pamit vira.

__ADS_1


"iya non,"jawab bik asih, dia heran melihat postur tubuh vira kok seperti bukan gadis lagi karena dia sudah menikah jadi agak sedikit tau tentang hal itu.


"bukan urusanku juga,"jawab bik asih mengangkat bahunya dan langsung menuju dapur untuk membuatkan mereka sarapan pagi.


__ADS_2