
Setelah 3 minggu akhirnya surat pemindahan kepemilikan rumah dan perusahaan sudah selesai tinggal menunggu untuk tanda tangan fendi, didalam kamar adel berteriak meminta tolong bik santi karena dia tau suaminya sedang bekerja tidak ada dirumah.
"bik santi tolong saya bik, "teriak adel, bik santi yang kebetulan sedang membersihkan lantai 3 mendengar teriakan majikannya dia langsung sigap pergi ke dalam kamar fendi.
"non sepertinya mau melahirkan nanti bibik panggilkan kang agus dulu, "ucap bik santi segera menuju ke jendela memanggil agus dia berteriak meminta tolong supaya membawa adel ke dalam mobil dengan sigap agus segera naik ke lantai 3 memakai lift agar cepat dia langsung mengendong istri majikannya itu sebelum melakukannya agus permisi agar tidak menjadi fitnah.
"kang cepetan bawa non adel ke mobil eneng harus mengabari tuan fendi kalau non adel akan segera melahirkan, "ucap bik santi langsung menekan ponselnya mencari nomor ponsel majikannya.
"halo tuan bibik mau kasih kabar non adel sekarang sedang dibawa ke rumah sakit, "ucap bik santi gosgosan karena panik.
"adel sakit apa bik kenapa bisa masuk rumah sakit, "jawab fendi khawatir.
"sepertinya non adel mau melahirkan tuan, "ucap bik santi.
"oke sebentar lagi saya segera ke rumah sakit setelah menyelesaikan meeting dengan klien semoga saya tidak terlambat, "jawab fendi.
"kalau bisa segera ke rumah sakit tuan nanti keburu non adel melahirkan, "ucap bik santi tidak habis pikir dengan pola pikir majikannya itu padahal ini masalah genting tapi dengan santainya dia mengatakan akan pergi ke rumah sakit setelah selesai meetingmemang tidak punya hati pikir bik santi.
"tidak bisa bik saya lagi meeting penting tapi sesegera mungkin saya usahakan datang kerumah sakit doakan saya cepat selesai meetingnya, "jawab fendi enteng dia mematikan ponselnya sepihak tanpa memberi salam.
"suami kurang ajar kalau bukan majikanku sudah ku buang ke laut dasar pria tidak punya hati nurani non adel sedang membutuhkanmu tuan fendi tapi malah dengan santainya bilang tidak bisa meninggalkan meeting itu sepenting apa sih meeting itu sehingga tuan mengabaikan non adel, astagfirullahala'azim lebih baik aku mengabari pak jovan dan buk heni segera, "ucap bik santi mengelus dada dengan kelakuan majikannya itu.
"halo buk saya mau ngabari kalau non adel sedang diperjalanan ke rumah sakit sebentar lagi dia melahirkan, "ucap bik santi to the point.
"oke sebentar lagi kami ke rumah sakit, "jawab buk heni.
Bik santi segera menyusul ke bawah untuk menemani adel ternyata adel sudah lebih dulu diantar agus karena bik santi kelamaan menelepon mereka, bik santi memilih naik taksi mengikuti mobil majikannya.
Sesampai didepan rumah sakit agus segera turun dan meminta perawat membawa adel ke dalam ruangan persalinan.
"sus cepat bantu majikan saya mau melahirkan, "ucap agus.
"baik pak, "jawab 2 perawat itu segera membawa adel ke ruang persalinan.
Dokter spesialis kandungan segera datang menemui pasiennya itu yang ternyata dokter yang selalu adel kunjungi kalau sedang periksa kandungan.
"ibu adel tenang ini sudah pembukaan ke 6, sus tolong panggilkan suaminya untuk menemani istrinya selama proses persalinan, "perintah dokter.
"baik dok, "suster segera pergi keluar untuk menemui suami pasien.
"apa bapak suami pasien bernama adel, "ucap suster itu kepada agus.
__ADS_1
"bukan sus saya satpam dirumahnya sepertinya sebentar lagi suami non adel akan segera datang sus, "jawab agus.
"baik pak nanti langsung disuruh masuk ke dalam untuk menemani proses persalinan pasien, "ucap suster itu lagi.
"siap sus, "jawab agus, dia khawatir kalau majikannya itu tidak datang, terlihat kedua mertua adel berlari menuju depan ruang persalinan.
"gus gimana keadaan menantu saya baik-baik aja kan terus fendi sudah masuk ke dalam kan?, "tanya buk heni panik.
"doakan saja non adel melahirkan anaknya dengan selamat pak buk, tapi maaf tuan fendi belum datang, "jawab agus.
"bisa-bisanya fendi belum datang disaat genting seperti ini, "kesal buk heni dia segera menelepon fendi tapi nomornya tidak aktif sudah ditelepon berulang kali tetap tidak aktif.
Buk heni segera menghubungi staf kantor perusahaan anaknya.
"halo selamat siang tolong beritahu saya dimana fendi sekarang, "ucap buk heni.
"maaf buk pak fendi tidak bisa diganggu karena sedang kedatangan klien penting, "ucap wanita itu.
"tapi masalah ini lebih penting istrinya mau melahirkan sepenting-pentingnya pekerjaan lebih penting istri dia lagi butuh suaminya sekarang tolong berikan ponselnya kepada fendi, "bentak buk heni dia sudah sangat murka dengan kelakuan putranya itu.
"baik buk nanti saya kabari lagi, "jawab wanita itu segera mematikan teleponnya.
"dasar staf tidak ada sopan-sopannya mama pastikan dia akan segera dipecat diperusahaan fendi, "kesal buk heni.
"gak aktif pa yaAllah fendi kamu kemana nak, oh iya apa pak deri sudah dihubungi, "ucap buk heni.
"belum buk, "jawab agus tiba-tiba bik santi datang.
"coba papa telepon pak deri beritahu kalau putrinya sedang dirumah sakit mau melahirkan, "perintah buk heni kepada suaminya.
"halo pak deri saya mau kasih tau adel sekarang sedang dirumah sakit sebentar lagi melahirkan, "ucap pak jovan.
"baik saya segera kesana, "jawab pak deri panik.
Sekitar jam 1 siang suster kembali keluar menemui keluarga adel.
"apa suami pasien sudah datang mohon segera ke dalam karena beberapa menit lagi pasien akan segera melahirkan, "ucap suster menatap ke arah mereka.
"maaf sus suaminya belum datang, "ucap buk heni tangisnya pecah disaat seperti ini, pak deri murka dengan muka marah menatap kearah pak jovan.
"dimana anak kamu pak jovan kenapa disaat adel membutuhkan fendi dia tidak ada, "bentak pak deri sudah tidak tahan menahan kekesalannya.
__ADS_1
"saya pastikan kalau sampai detik anak mereka lahir fendi belum datang juga adel akan saya bawa pulang saya tidak sudi punya menantu seperti fendi tidak bisa bertanggung jawab, "ucap pak deri mengancam besannya itu.
Sedangkan kedua orangtua fendi sudah menahan malu karena perbuatan anaknya, selang berapa menit terdengar suara bayi menangis mereka semua sujud syukur akhirnya proses persalinan berjalan lancar.
"alhamdulillah yaAllah cucuku sudah lahir, "ucap buk heni tidak henti-hentinya mengucapkan syukur.
"silahkan semua masuk untuk melihat bayinya, "ucap suster tersenyum menatap kearah mereka, mereka yang sudah disuruh masuk segera masuk dan melihat bayi mungil itu sedang dipelukan mamanya ada rasa haru dan sedih yang mereka rasakan disaat seperti ini justru fendi tidak hadir.
"mas fendi mana ma kenapa dia tega tidak menemaniku disini, "ucap adel terlihat wajahnya sangat marah tapi segera sirna karena telah melihat wajah bayinya.
"maafkan fendi nak kami sebagai orangtuanya merasa malu, "jawab buk heni menunduk.
"non adel siapa nama bayinya, "tanya bik santi mencairkan suasana.
"alfino adrian pratama bik, "jawab adel tersenyum.
"nama yang sangat bagus semoga kelak anakmu menjadi anak yang sholeh, "ucap pak deri terharu melihat wajah cucunya untuk pertama kalinya.
Selang 30 menit fendi baru datang disaat mereka semua sedang bahagia melihat wajah tampan bayi itu.
"darimana saja kamu fendi dasar suami tidak bertanggung jawab, "ucap pak deri langsung melayangkan pukulan ke wajah fendi.
"sayang anak kita mana, "ucap fendi menghampiri istrinya, dia tidak menghiraukan tatapan marah mertua dan kedua orangtuanya itu.
"itu lagi digendong mama, "ketus adel, fendi segera ingin menggendong anaknya tapi langsung dicegah adel.
"jangan sentuh anakku mas karena aku tidak sudi anakku disentuh olehmu, "cegah adel.
"kenapa sayang dia juga anakku, "jawab fendi ingin mengambil anaknya ditangan mamanya.
"jangan sentuh aku jijik melihat kamu mas, tunggu surat cerai dariku, "ucap adel langsung ke intinya, semua yang ada diruangan itu seketika terkejut mendengar perkataan dari mulut adel.
"adel sayang menantu mama jangan bilang seperti itu nak, "ucap buk heni.
"aku sudah muak memperingatkan mas fendi ma aku sudah tidak tahan lagi kecuali dia mau berubah, "ucap adel dia mengatakan itu karena dia baru ingat kalau misinya belum selesai dia masih butuh tanda tangan suaminya.
"fendi kamu rubah sikap kamu ini nak, "ucap buk heni menasihati anaknya.
"maafkan mas sayang mas janji akan berubah dan bertanggung jawab terimakasih sudah memberi kesempatan untukku sayang, "ucap fendi ingin mencium kening istrinya tapi segera adel tepis.
"aku bukan memberikan kesempatan mas tapi aku masih butuh tanda tangan kamu itu, "gumam adel dalam hati, setelah urusan itu selesai dia segera melayangkan surat cerai.
__ADS_1
"harusnya kamu bersyukur fendi tidak banyak istri yang bisa memaafkan dan memberikan kesempatan seperti ini sekali lagi ayah dapati kamu tidak bertanggung jawab seperti ini ayah yang akan turun tangan, "ucap pak deri memperingatkan fendi.
Fendi segera mengendong anaknya dia mengazani ditelinga putranya dan dia memanggil dengan sebutan fino terlihat raut wajahnya sangat bahagia melihat wajah tampan anaknya sedangkan adel sudah jijik melihat wajah suaminya itu.