Sahabatku Selingkuhan Suamiku

Sahabatku Selingkuhan Suamiku
Bab37 Tiga ronde?...


__ADS_3

Setelah kejadian tadi yang sudah menguras emosinya fendi memilih pulang kepalanya sudah sangat pusing tubuhnya terasa panas dan berkeringat karena sudah meluapkan seluruh amarahnya dia lelah ingin istirahat dia heran kenapa istrinya bisa memiliki sahabat seperti vira minus akhlak, 10 menit dengan kecepatan tinggi dia akhirnya sampai didepan rumahnya dia ingin menenangkan diri dengan memeluk istrinya.


"sayang aku pulang, "ucap fendi memanggil istrinya.


"iya mas aku didapur, "teriak adel, fendi langsung menuju dapur dilihatnya adel sedang memasak dia tersenyum setiap kali melihat istrinya dia langsung tenang fendi memeluk istrinya dari belakang.


"lagi masak apa sayang, "ucap fendi mencium pucuk kepala istrinya dengan lembut aroma shampo yang dipakai istrinya membuat dia lebih tenang yang tadi emosi sekarang sudah meredam.


"mas kok tangan kamu panas badan kamu juga penuh keringat emang meetingnya menguras tenaga ya?, "tanya adel heran kok suaminya tidak seperti biasanya.


"iya sayang meeting tadi cukup membuat mas pusing dan sangat menguras tenaga besok juga mas harus mempersiapkan meeting penting lagi apakah bisa malam ini kamu membuat mas lebih bersemangat untuk meeting besok, "jawab fendi tangannya sudah nakal mengelitiki pinggang istrinya.


"emang aku harus lakukan apa untuk membuat mas fendi lebih semangat?, "tanya adel pura-pura tidak tau apa yang ada dipikiran suaminya sekarang.


"yang itu sayang masa sih kamu gak ngerti juga, "jawab fendi memelas wajah sudah ditekuk tanda kecewa.


"iya mas aku ngerti kok tapi ingat mainnya yang lembut dan pelan-pelan soalnya ada anak kamu didalamnya ngerti kan mas, "ucap adel merayu suaminya.


"makasih banyak sayang iya mas sangat mengerti akan hal itu, papa gak akan nyakiti kamu didalam perut mama tenang ya sayang maaf malam ini papa ingin kehangatan dari mamamu, "ucap fendi mencium perut istrinya yang mulai buncit itu.


"iya papa pokoknya papa jangan sakiti mama ya awas kalau sampai mama nangis dedek yang akan maju lawan papa, "jawab adel menirukan suara anak kecil.


"iya sayang papa janji gak akan pernah sakiti mama kamu kalian berdua adalah harta yang paling berharga buat papa cepat keluar ya biar bisa main bareng papa, "ucap fendi mengelus perut istrinya.


"iya papa tungguin aku ya 7 bulan lagi aku akan keluar melihat dunia ini harapan dedek semoga wajah papa tampan ya, "jawab adel masih menirukan suara anak kecil sambil ngakak dia sudah tidak tahan lagi menahan tawanya ketika memperagakan suara anaknya.


"tenang sayang papa kamu ini sangat tampan kamu gak akan kecewa, "jawab fendi ikut tertawa melihat istrinya sudah menertawakan suaminya.


"sudahi tawamu mari kekamar bersamaku, "ucap fendi mengedipkan matanya.


"iihh apaan sih mas dasar mesum aku gak bisa kalau sekarang mau siapin sarapan sore buat mas pasti mas udah laper bangetkan karena tenaganya udah habis dikuras pas meeting tadi, "ucap adel.

__ADS_1


"oh iya mas udah laper tapi bener ya malam ini kamu udah siap aku makan, "genit fendi mencolek-colek istrinya.


"udah dong mas geli, mandi sana mas udah bau keringat, "ucap adel sambil memegang hidungnya.


"iya iya sayang tapi mas mau kamu cium ini dulu, "ucap fendi menyodorkan ketiaknya yang sudah basah karena keringat kearah istrinya niat dia ingin menjahili adel.


"iihh mas fendi jorok jangan disodorkan kearah ku mas yaampun baunya, "ucap adel pura-pura muntah padahal ketiak suaminya gak bau sama sekali.


"masa sih sayang ketiak mas bau, "ucap fendi mencium ketiaknya sendiri.


"gak kok gak bau kamu mau main-main ya sama mas awas aja tunggu malam nanti 3 ronde ini hukuman buat kamu sudah mengerjai suami kamu sendiri, "ucap fendi menatap serius kearah istrinya adel langsung bergidik ngeri bisa dibayangkan kalau 3 ronde bisa-bisa badannya encok pinggangnya bisa putus.


"e'eh jangan mas kamu gak kasihan lihat anak kamu mas, "tolak adel dia sudah cemas kalau itu terjadi.


"itu hukuman buat kamu sayang, "jawab fendi mencium pipi istrinya.


"jangan lah mas aku gak sanggup 1 ronde aja ya nanti aku capek mas gak kasihan apa?, "tanya adel memelas dia menyesal sudah mengerjai suaminya.


"gak sanggup 1 aja mas, "mohon adel.


"2 sayang, "jawab fendi tersenyum nakal.


"1 aja mas please, "mohon adel sambil memegang tangan suaminya.


"yaudah mas ngalah demi kamu tapi cium ini dulu dong, "jawab fendi mengalah sambil tangannya megang pipi.


"iya, "jawab adel terpaksa mencium pipi suaminya.


"kok cuma sekali kek gak niat banyak-banyak dong sayang disini dan disini terus kesini dan kesini lagi selesai, "ucap fendi sambil menunjuk seluruh yang ada diwajah termasuk bibir.


"yaudah nih, "jawab adel cemberut sambil mencium seluruh yang ada diwajah suaminya termasuk hidung suaminya juga ikut dicium.

__ADS_1


"udah semua kan mas puas kamu ya, udah mandi sana, "ucap adel ngambek.


"iya sayangku, "jawab fendi masih mencolek pinggang istrinya.


"udah dong mas kalau masih mas fendi gak pergi kekamar juga malam ini kamu tidur diluar mas aku lagi ngomong serius ini, "ucap adel menatap suaminya matanya sudah meloloti sampai-sampai fendi bergegas pergi kearah kamar, setelah suaminya pergi adel puas sudah mengerjai suaminya dia tertawa terbahak-bahak sampai-sampai bik santi datang menanyakan kenapa majikannya ketawa sangat keras.


"kenapa non kok ketawa non adel agak terdengar seram ya, "ucap bik santi heran melihat majikannya itu.


"gakpapa bik aku lagi senang aja ngerjain mas fendi ternyata asik juga ya bik punya suami humoris, "jawab adel tersenyum menatap bik santi.


"iya non tuan fendi memang humoris orangnya suka bercanda tapi tidak setiap orang bisa membuat dia humoris non tuan fendi juga bisa galak orangnya kalau nemuin orang yang aneh atau mau caper sama tuan, "ucap bik santi.


"oh gitu ya bik untungnya mas fendi kalau sama aku dia. humoris bik suka bercanda, "ucap adel senyum-senyum ternyata dia seberuntung itu punya suami seperti fendi.


"itu artinya non adel bisa membuat tuan fendi bahagia jujur ya non bibik juga bersyukur non adel yang menjadi istrinya tuan kalau bukan non adel atau orang lain yang sikapnya bertolak belakang dengan sikap non adel bibik gak tau nasib tuan fendi akan seperti apa karena dulu tuan sering bawa pacarnya kerumah tapi setiap kerumah mereka enggan untuk memasak atau mengerjakan pekerjaan didapur malahan sempat menghina bibik dan pembantu lain dirumah pak jovan dan buk heni padahal baru pacaran aja udah seperti itu sikapnya gimana kalau sampai jadi istri tuan bisa-bisa tuan fendi setres mikirin sikap istrinya tapi untungnya ternyata yang menjadi istrinya tuan adalah non adel bibik bersyukur banget non jarang ada orang kaya raya yang sikapnya sebaik dan sesopan non adel, "ucap bik santi jujur.


"em kalau boleh adel tau kenapa pacar mas fendi dulu disuruh mengerjakan yang ada didapur bik?, "tanya adel penasaran.


"gini ya non prinsip pak jovan dan buk heni kelak jodoh fendi harus bisa terjun ke dapur walaupun punya pembantu bukan untuk dijadikan babu tapi sekedar mengajarkan caranya menghargai dan menjadi istri yang baik nantinya nah dulu pacar-pacarnya tuan fendi mikirnya pak jovan dan buk heni mau menjadikan dia babu jadi pacarnya tuan minta putus karena gak sanggup kalau mau terjun ke dapur impian pacarnya tuan fendi dulu ingin menjadi ratu dirumah pak jovan dan buk heni tentu mereka tidak setuju dan mereka akhirnya memilihkan jodoh untuk tuan dan mereka ingat kalau mereka dulu pernah janji sama pak deri ayahnya non adel dan mereka sepakat untuk menjodohkan kalian berdua non karena mereka yakin kalau anak pak deri yang dermawan itu pasti sikapnya menurun dari ayahnya, "jawab bik santi menceritakan semua yang majikannya belum tau.


"oh gitu ya bik tapi kenapa ya pacarnya mas fendi gak mau turun ke dapur padahal kalau aku pribadi malahan seneng banget bisa membuatkan suami makanan dengan masakan sendiri karena ada sensasi sendiri gitu bik dulu aku mau mempelajari semua yang berhubungan dengan dapur itu dari kecil bik ayahku selalu mengajarkan tentang artinya mandiri, "ucap adel tersenyum.


"itulah non jarang ada yang pikirannya seperti non adel mereka hanya ingin menikmati harta tuan fendi aja tanpa mau mengerjakan tugasnya sebagai istri, "ucap bik santi senyum-senyum menatap istri majikannya itu.


"udah bik jangan terlalu memuji nanti aku bisa sombong nih emang bibik mau sikapku berubah, "ucap adel mengerjai bik santi.


"e'eh jangan non selalu bersikap baik seperti ini ya non jangan pernah berubah, "jawab bik santi.


"iya dong bik tenang aja aku gak akan berubah kok, "ucap adel tersenyum.


"bagus non, "jawab bik santi mengajukan jempolnya tanda setuju, adel cuma senyum-senyum sendiri melihat kelakuan suami dan pembantunya itu dia bersyukur selalu dikelilingi orang-orang baik disekitarnya.

__ADS_1


__ADS_2