Sahabatku Selingkuhan Suamiku

Sahabatku Selingkuhan Suamiku
Bab30 Pergi jalan-jalan...


__ADS_3

Sekitar jam 10 fendi pamit pergi kekantor karena hari ini dia mau ngecek cctv yang diarah dapur karena buram tidak jelas dia akan memperbaiki agar dia tau siapa dibalik rencana licik itu yang ingin menjatuhkan dan merusak rumah tangganya dengan cara menjebaknya bersama vira dia yakin vira juga hanya korban jebakkan orang yang benci sama dia.


"aku harus bisa dapati siapa pelaku dibalik kejadian yang tanpa disengaja itu aku yakin diperusahaan ada orang yang tidak senang melihatku bahagia bersama istriku tapi siapa apa mungkin karyawanku sendiri yang melakukan ini sial aku harus cepat cari tau ini jangan sampai hubungan terlarang ini semakin jauh bisa gawat kalau adel dan ayah mertua tau bisa-bisa aku diancam cerai dan itu jangan sampai terjadi aku gak mau pisah sama adel aku mencintainya dan sebentar lagi aku punya anak, "ucap fendi didalam mobil baru kemarin kejadian itu sudah membuat dia setres.


sekitar 20 menit dia sampai kantor dan langsung masuk ruangannya yang sudah ada vira didalamnya.


"selamat pagi mas fendi sayang, "sapa vira.


"pagi juga, tolong jaga sikap ini dikantor, "ketus fendi.


"jangan galak-galak atuh mas kamu lupa aku ini pacar kamu, "goda vira mendekati fendi hari ini dia sengaja memakai baju yang seksi dan makeup yang sedikit tebal tapi tidak menor tujuannya agar fendi bisa tergoda.


"eitz jangan mendekat atau saya panggil security untuk mengusirmu dari ruangan ini, sudah ku bilang jaga sikap ini dikantor, "bentak fendi.


"jangan sok jual mahal mas kemarin sore aja mas diam-diam mengambil kesucianku dengan cara memaksa apa mas lupa atau aku beritahu adel kalau kita ada hubungan spesial, "ancam vira dengan memegang pipi fendi.


"jauhkan tanganmu dan satu lagi tolong jangan panggil mas kalau lagi dikantor, iya oke aku minta maaf atas kejadian kemarin tapi itu murni bukan kesalahanku ini pasti ada yang menjebak kita diperusahaan ini pasti ada yang kurang senang dengan pernikahanku sehingga menjebakku dengan cara seperti ini, "kesal fendi mengepalkan tangannya.


"saya akan cek cctv biar bisa tau siapa dibalik kejadian ini, "geram fendi.


Vira sedikit takut kalau suatu saat fendi tau bahwa yang menjebaknya adalah vira pasti fendi akan sangat murka itu tidak boleh terjadi dia berencana mengambil cctv yang ada didapur agar fendi tidak tahu kalau vira pelakunya.


"mas fendi permisi saya izin ke dapur pengen buat teh untuk saya biar rileks mengerjakan tugas nanti, "pamit vira.


"iya silahkan dan tolong kasih tau lisa untuk membuatkan saya kopi, "ucap fendi dia tidak mau menyuruh vira karena masih trauma dengan kejadian kemarin walaupun begitu fendi tidak curiga kalau vira pelakunya pikirnya vira hanya korban.


"baik pak, "jawab vira dia lega fendi tidak curiga kalau dia pelakunya, sebenarnya tujuannya kedapur untuk mengambil cctv didapur atau dia akan merusaknya agar selamanya fendi tidak mengetahui pelaku dibalik kejadian ini agar dia bisa selamanya bersama fendi.


Sesampai didapur dia melihat ada cctv diatas dekat plafon dia harus bisa mengambil cctv itu sebelum ada yang. melihat.


"gimana caranya itukan tinggi, "bingung vira.


Kebetulan dia lagi bernasib baik ada kursi tinggi dan lemari didapur dekat cctv dan tidak menunggu lama dia bergegas naik kursi dan lemari setelah dia berhasil diambilnya cctv itu dan disimpannya dalam baju sesampai diruangan baru akan dimasukkannya ke dalam tas.


"huh akhirnya berhasil semoga mas fendi setelah ini tidak curiga melihatku aku harus buru-buru buat teh agar tidak terlalu mencurigakan dan oh ya aku harus panggil lisa untuk membuatkan mas fendi kopi, "ucap vira sedikit lega.


Sudah buat teh dia memanggil lisa untuk membuatkan kopi untuk bosnya dan berlalu ke ruangan kerja.

__ADS_1


"aku harus tenang jangan gugup agar mas fendi tidak curiga huh tenang vira tenang jangan sampai rencanamu gagal untuk mendapatkan hati dan harta mas fendi, "ucap vira menenangkan dirinya sebelum masuk ruangan.


Krek, pintu ruangan dibuka fendi mengernyitkan alis tanda heran kok vira membuat satu gelas teh memakan waktu cukup lama 10 menit.


"vira kenapa kamu lama didapur apa yang kamu lakukan disana, "ucap fendi sedikit curiga.


"oh aku tadi kebelet pipis pak jadi ke toilet dulu baru buat teh kenapa lama ya pak, "jawab vira setenang mungkin.


"oh ya sudah kembali bekerja jangan ditunda-tunda karena besok saya ada meeting dengan klien penting secepatnya berkas-berkas itu harus selesai hari ini juga mengerti, "ucap fendi tegas.


"baik pak, "jawab vira, dia buru-buru ke meja kerja lagi untuk menyelesaikan pekerjaannya, waktu istirahat dan makan siang pun tiba, hari ini fendi dikirimkan bekal nasi buatan istrinya mumpung istrinya lagi mood untuk memasak sekalian membuatkan bekal untuk suaminya adel menyuruh sopir pak deri membawakan ke perusahaan suaminya.


"pak makan bareng yuk, "ucap vira mengajak fendi makan direstoran dekat perusahaan.


"tidak terimakasih saya sudah ada bekal yang dikirimkan istri saya lebih baik kamu sendiri yang pergi, "tolak fendi terang-terangan.


"oh aku pamit ke restoran ya pak atau ada yang mau bapak titipkan?, "tanya vira.


"tidak ada silahkan, "jawab fendi acuh, vira pun mengangguk dan berlalu pergi dia menghentakkan kakinya tanda dia sangat kesal dengan sikap acuh fendi dan kenapa juga adel mengirimkan makanan untuk fendi gagal sudah rencananya untuk bisa makan berduaan bersama fendi.


"kenapa adel mau mengirimkan bekal segala sih jadi gagal kan rencanaku untuk makan berduaan dengan mas fendi tapi tenang akan ku tagih sepulang kerja nanti mas fendi harus temani aku jalan-jalan dan shopping, "ucap vira yang awalnya kesal akhirnya tersenyum juga.


"em lis kamu tau gak apa yang disukai dan tidak disukai pak fendi?, "tanya vira menatap lisa dengan serius.


"kenapa ibu tanya itu?, "ucap lisa balik tanya dia heran.


"em gini lis aku kan udah jadi asisten pribadi pak fendi jadi harus tau dong apa yang disukai atau tidak, "ucap vira menjelaskan.


"setahu saya biasanya pak fendi tidak menyukai orang yang cari muka atau minta perhatian lebih, kalau yang disukainya kurang tau saya buk, "jawab lisa seadanya.


"oh makasih ya informasinya itu sangat penting buat saya karena pak fendi orangnya mudah emosi, "ucap vira.


"iya sama-sama buk, "jawab lisa.


Sudah mereka makan vira melanjutkan lagi pekerjaannya bentar lagi pulang sekitar jam 2 siang, akhirnya pekerjaannya selesai dan dia tidak lupa mengingatkan fendi untuk menemani dia jalan-jalan dan shopping.


"maaf pak hari ini apa kita jadi untuk jalan-jalan, "ucap vira sopan karena dia tidak mau cari muka didepan fendi apalagi dikantor.

__ADS_1


"iya saya ingat, yasudah kita pergi sekarang juga, "jawab fendi melangkah mendahului vira, vira kesal fendi tidak mau mengenggam tangannya tanda dia diajak gitu.


"pak tunggu saya dong, "teriak vira, fendi tidak peduli dia terus melangkah menuju mobilnya, vira ingin masuk mobil fendi tapi langsung dihalangi tangan fendi.


"eitz masuk mobil kamu aja nanti ada yang curiga gimana ini masih area kantor, "ucap fendi mengingatkan vira.


"oh iya mas, "jawab vira dia bergegas menuju mobilnya


"sial banget sih hidupku kenapa hanya untuk berduaan sama mas fendi aja susah banget huh, "ucap vira memukul setir mobilnya dia sangat kesal, mobil fendi sudah melaju ke arah mall vira pun mengikuti dari belakang.


"ini mah sama aja gak jalan-jalan kalau sendiri-sendiri seperti ini kapan kamu akan peduli samaku mas tunggu aja tanggal mainnya mas dan kamu tidak bisa jauh dariku, "ucap vira tersenyum licik membayangkan rencana selanjutnya.


Merekapun sampai didepan mall fendi turun dari mobil begitupun vira dia turun langsung menghampiri fendi yang berdiri tidak jauh dari mobilnya.


"tega kamu mas menyuruh aku nyetir sendiri ini namanya bukan jalan-jalan kalau sendiri, "gerutu vira.


"gak usah manja kamu punya mobil sendiri apalagi mewah seperti itu gak mungkin mau ditinggal begitu saja didepan kantor, "jelas fendi cuek.


"kan kamu bisa suruh orang untuk membawakan mobilku ke apartemen mas, "ucap vira gak mau kalah.


"gak usah lebay, mau masuk atau masih mau disini, "ucap fendi dingin tanpa ekpresi.


"yaudah kita masuk mas, "ucap vira, belum selesai bicara fendi sudah melangkah masuk dia malas meladeni orang seperti vira bikin kepalanya pusing.


Vira kesal dengan sikap cuek fendi bukannya mendampinginya mencari tas bagus malah sibuk main hp sambil jalan.


"mas udah dong main hpnya ayok temani aku cari tas yang bagus, "ucap vira menarik tangan fendi.


"apaan sih gak usah tarik tangan saya bisa jalan sendiri, cari aja sendiri tasnya kan itu untuk kamu bukan buat saya jadi bisa dong cari sendiri, "geram fendi.


"iihh mas fendi kok gitu sih jahat banget sama aku atau mas mau vira kasih tau adel kalau kita lagi jalan-jalan, "ancam vira.


"iya saya temani cepat cari tasnya terus kita pulang, "ucap fendi.


"kok cepat banget mas gak makan dulu sekalian mumpung ada dimall kita bisa makan bareng disini, "tawar vira.


"eitz saya tidak bisa saya harus buru-buru pulang takut ada yang lihat dan kasih tau adel bisa gawat, "jawab fendi tegas.

__ADS_1


"oh yaudah kita beli tasnya aja, kamu ya mas yang bayarin, "ucap vira bergelayut manja dilengan fendi.


"iya tapi gak usah pegangan tangan gini malu dilihat orang jalan biasa aja, "jawab fendi berusaha melepaskan tangan vira yang ada dilengannya, vira pun cemberut dia terpaksa melepaskan pegangan tangan mereka.


__ADS_2