Sahabatku Selingkuhan Suamiku

Sahabatku Selingkuhan Suamiku
Bab32 Pindah kerumah suami...


__ADS_3

Mereka sudah siap-siap pindah rumah sebenarnya adel berat meninggalkan rumah yang sudah ditinggalinya sejak dia masih sangat kecil sudah melekat kenang-kenangan memory dikepalanya sangat sulit untuk melangkah keluar apalagi pisah sama ayahnya tapi adel sadar dia sudah menjadi istri yang seharusnya mengikuti kemanapun suaminya melangkah.


"mas sebenarnya aku belum siap pindah dari rumah ini terlalu banyak kenanganku sama ayah kenapa gak nunggu aku sudah lahiran baru kita pindah rumah ini terlalu cepat sulit untukku meninggalkan ayah seorang diri disini ya walaupun ada bik asih dan mang joko tapi rasa kesepian itu pasti dirasa oleh ayah hanya aku anaknya mas, "ucap adel raut wajahnya sudah ditekuk merasakan kesedihan belum sanggup hidup tanpa ayahnya disisinya.


"sayang kamu sudah menjadi istri sudah pasti akan meninggalkan rumah ini gak mungkin kita berlama-lama tinggal disini mas gak enak sama ayah apalagi mas punya rumah sendiri dan rumah itu khusus ku buat untuk istri dan anakku kelak, semoga kamu ngerti sayang ayah juga pasti ngerti anak semata wayangnya sudah menjadi istri dan ibu rumah tangga jadi sudah pasti kita harus pisah sama ayah tapi bukan berarti kita gak bisa menjenguk ayah lagi kalau ada waktu luang kita sempatkan kerumah ayah kamu gak perlu khawatir kita akan sering kerumah ini ya sayang, "jawab fendi memberikan pengertian kepada istrinya dia cium kening dan tangan dia peluk istrinya yang masih menunjukkan raut wajah sedih dia maklum kalau istrinya sulit pisah sama ayahnya karena dia putri satu-satunya.


"iya mas aku ngerti yuk turun bentar lagi kita berangkat jangan lupa kita pamit dulu sama ayah biasanya jam segini ayah belum pergi kekantor, "jawab adel tersenyum berusaha menyembunyikan kesedihannya.


"yaudah kita turun ya sayang jangan sedih lagi dong sayang kasihan anak kita nanti ikut sedih kalau mama sedih, "jawab fendi memeluk dan mengenggam tangan istrinya dia ajak adel keluar kamar menuju lantai 1.


"bik ayah dimana?, apa sudah pergi kekantor?, "tanya adel. menatap bik asih yang sedang ngepel lantai.


"lagi dihalaman belakang non didekat kolam renang tadi bibik baru sudah buatkan kopi buat tuan, apa non mau berangkat sekarang bibik panggilkan dulu tuan, "jawab bik asih.


"gak usah bik biar kami berdua aja ke halaman belakang bibik lanjut aja ngepelnya, "ucap adel senyum.


"siap non, "jawab bik asih.


Mereka beralih ke belakang rumah menemui pak deri yang. sedang santai menikmati panas pagi.


"selamat pagi yah, "sapa adel mencium tangan ayahnya.


"pagi sayang, kalian jadi pindah hari ini?, "tanya pak deri.


"iya kalau ayah gak keberatan melepaskan adel untuk ku bawa pindah ke rumahku yah, "jawab fendi gantian mencium tangan mertuanya.


"sebenarnya susah pisah rumah sama adel karena gak ada lagi yang akan menghibur kalau ayah lagi sedih dan sudah pasti ayah akan kesepian, "ucap pak deri memelas.

__ADS_1


"ayah gak usah khawatir adel janji akan sering kesini ya gak mas, "jawab adel sambil menyenggol lengan suaminya.


"iya sayang kita akan sering mampir kesini jadi ayah gak perlu khawatir kesepian kalau ayah rindu adel bisa video call jadi kita masih bisa melepaskan kerinduan lewat hp, "jawab fendi memberikan pengertian kepada mertuanya.


"iya nak dan satu lagi jangan lupa kalau cucu ayah sudah lahir kalian harus tinggal disini karena gak mungkin adel sendirian disana, "mohon pak deri.


"sebenarnya adel gak akan kesepian karena ada bik santi pembantu rumah akan menjaga adel selama hamil dan melahirkan tapi kalau itu permintaan ayah fendi kabulkan, "jawab fendi.


"makasih ya nak fendi, "ucap pak deri memeluk menantunya.


"sama-sama yah, "jawab fendi membalas pelukan mertuanya.


"yaudah kalian kalau mau berangkat sekarang siap-siap ayah akan ikut mengantar kalian juga hari ini ayah gak usah pergi ke kantor pekerjaan sudah diurus sama asisten pribadi ayah tinggal nunggu beres aja, "ucap pak deri.


"yuk kita berangkat, "ajak adel menatap ayah dan suaminya.


"selamat pagi mas, mas fendi kenapa belum pergi ke kantor?, "pesan vira terkirim tapi belum dibaca dan sudah 1 jam dia lihat pesan whatsappnya belum juga dibaca dia pun kesal selalu dicueki fendi dia tidak akan tinggal diam dia memikirkan rencana apa lagi yang harus dilakukannya untuk membuat fendi peduli kepadanya.


"sebaiknya rencana apa yang harus aku lakukan?, "tanya vira kepada diri sendiri, 10 menit dia berpikir dan akhirnya dia mendapatkan ide licik lagi dengan berpura-pura hamil anak fendi.


"oh kamu sangat pintar vira ada aja otakmu mengeluarkan ide yang sangat bagus aku akan pura-pura hamil agar mas fendi lebih peduli dan tidak cuek seperti ini lama-lama aku gak tahan juga dengan sikap acuhnya itu, "ucap vira tersenyum licik.


Setengah jam dia cek pesannya akhirnya dibalas juga.


"saya lagi sibuk pindah rumah tolong jangan ganggu saya dulu, "balas fendi.


"mereka pindah kemana atau mau pindah ke rumah mas fendi bagus dong itu artinya aku bisa leluasa menjenguk mas fendi dengan beralasan mau menjenguk adel selalu ada aja kesempatanku untuk merebutmu dan hartamu mas fendi, "ucap vira senyum senyum memikirkan rencana selanjutnya.

__ADS_1


"maaf mas ada yang mau aku bicarakan, ini penting tolong mas fendi temui aku atau kalau hari ini mas gak bisa pergi ke kantor biar besok aja, "balas vira, lagi-lagi fendi cuek hanya dibaca tanpa dibalas dan itu membuat vira kesal dan mengebrak meja kerjanya untung tidak ada orang didalam ruangan kerjanya.


"awas aja kamu mas akan ku buat kamu menyesal mengabaikan aku, "ucap vira mengepalkan tangannya.


Mereka sudah sampai didepan rumah fendi adel terkesima ternyata rumah fendi sangat bagus dan besar halamannya juga luas malahan lebih bagus dari rumah ayahnya padahal rumah pak deri sudah sangat bagus tapi kalau sudah melihat rumah fendi itu ternyata masih ada rumah yang lebih mewah lagi.


"ini rumah kamu mas?, "tanya adel menatap suaminya.


"iya sayang ini rumah kita, "jawab fendi karena memang rumah itu khusus dibuatnya jauh hari untuk istri dan anaknya.


"ini gak terlalu kebesaran mas cuma untuk kita berdua?, "tanya adel lagi dengan menunjukkan wajah heran.


"gak lah sayang cukup kalau untuk kita berdua dan anak kita nanti harapanku semoga kita diberikan anak yang banyak sehingga rumah ini dipenuhi anak-anak kita dan rumah ini penghuninya jadi ramai, "ucap fendi membayangkan semisal dia punya anak banyak pasti dia bahagia.


"Aamiin semoga Allah memberikan selalu kebahagiaan kita melalui anak-anak kita nanti mas, "jawab adel ikut tersenyum bahagia.


"Aamin yaudah kita masuk sekarang, "ucap fendi turun dari mobil dan membukakan pintu untuk istrinya.


Mereka bertiga sudah didalam rumah dan adel penasaran jadi dia menyusuri semua ruangan dan halaman belakang ada kolam renang banyak hiasan bunga didekat kolam dan dia beralih ke atas dan tak kalah bagusnya dengan ruangan lantai 1 sebenarnya rumah ini lantai 4 tapi karena lantai yang ada diatas lantai 3 kecil jadi disebut masih nyambung dengan lantai 3, dan dilihatnya lantai paling atas ternyata tempat bermain biliard sangat indah pemandangan yang ada dilantai atas.


"udah penasarannya bagus gak kamu suka kan nuansa pemandangan hijau dilantai atas dan kita tidurnya dilantai 3 kamu kalau mau turun ke bawah gak perlu pakai tangga seperti ini dirumah ini mas udah siapin lift untuk kamu biar gak capek, "ucap fendi mengikuti adel diam-diam dari belakang dia takut istrinya jatuh dari tangga karena sedang hamil muda.


"bagus banget mas kamu pintar memilih tempat yang bagus nanti ajarin aku main biliard ya mas, "mohon adel.


"iya sayang dan satu lagi dilantai 1 dekat kolam renang ada ruang olahraga kalau kamu mau olahraga sewaktu hamil, "ucap fendi.


"iya mas, "jawab adel.

__ADS_1


__ADS_2