
Fendi akan mengajak adel pindah ke rumahnya karena dia takut terlalu lama dirumah mertuanya sedangkan mertuanya akhir-akhir ini sudah curiga lebih baik dia pindah ke rumahnya sekarang juga.
"sayang mas mau ngomong sama kamu, "ucap fendi.
"ngomong apa mas?, "tanya adel.
"sayang hari ini kita pindah ke rumahnya mas ya gak enak sama ayah mertua terlalu lama tinggal disini udah hampir 2 bulan kita disini nanti kita sering-sering kesini kalau kamu kangen sama ayah, "ajak fendi menatap adel serius.
"oh iya gakpapa mas tapi kita pamit dulu ya sama ayah sudah makan malam kita bicarakan ini sama ayah dan aku harus beres-beres dulu, "jawab adel.
"beres-beresnya gak usah sayang baju kita gak usah dibawa karena semua keperluan sudah ada dirumah kita nanti bawa secukupnya aja kamu juga gak boleh terlalu lelah, "jelas fendi dia sangat peduli terhadap istrinya.
"em oke mas aku nurut aja sih, "jawab adel enteng.
"iya sayang yaudah sekarang kita makan malam ini hampir. jam 7 bentar lagi isya habis itu kita shalat, "ucap fendi sambil mengelus rambut istrinya.
"iya mas, "jawab adel tersenyum.
Mereka akhirnya keluar kamar turun ke lantai 1 menuju ke meja makan untuk makan malam pak deri sudah duduk di meja makan menunggu anak dan menantunya.
"yah nanti sudah makan adel sama mas fendi ada yang mau dibicarakan sama ayah, "ucap adel sambil menarik kursi untuk dia duduki.
"emangnya kalian mau bicara apa?, "tanya pak deri. penasaran.
__ADS_1
"nanti aja yah udah makan baru kita obrolin, "jawab adel tersenyum kearah ayahnya.
Mereka pun makan seperti biasa ketika lagi makan suasana pasti hening tidak ada yang bersuara sudah menjadi kebiasaan keluarga besar mereka sesudah makan mereka memilih keruang tamu untuk membahas kepindahan mereka ke rumah fendi.
"yah jadi gini aku sama mas fendi mau bilang kalau besok kami mau pindah kerumah mas fendi, mas fendi gak enak sama ayah terlalu lama tinggal disini padahal dia punya rumah, "jelas adel menatap ayahnya.
"secepat itu nak ayah belum siap kalau dirumah ini gak ada kamu, "jawab pak deri.
"tenang aja nanti aku sama mas fendi akan sering kesini nengokin ayah atau nginap jadi adel tetap akan selalu ada disisi ayah, kan adel udah berkeluarga jadi memang seharusnya adel ikut mas fendi semoga ayah ngerti, "ucap adel memeluk ayahnya rasanya berat untuk jauh dari ayahnya tapi dia sudah punya suami wajar kalau dia harus nurut sama suaminya.
"iya ayah ngerti tapi kalau ada apa-apa langsung hubungi ayah karena ayah tidak akan membiarkan kamu disakiti atau diabaikan jangan sungkan memberi tau ayah karena ayah akan selalu ada buat kamu, "jawab pak deri membalas pelukan anaknya ada rasa khawatir didalam hatinya karena rasa curiga selalu muncul ketika melihat gelagat menantunya, sedangkan fendi dia sudah menundukkan kepalanya firasatnya terhadap ayah mertuanya ternyata benar kalau mertuanya sudah mulai curiga dia harus hati-hati mertuanya pasti akan bertindak jika dia tau anaknya dkhianati.
"ayah gak usah khawatir fendi akan selalu menjaga dan melindungi adel tidak akan fendi biarkan siapapun yang menyakitinya sekalipun itu diri saya sendiri, "jawab fendi. menatap ayah mertuanya serius.
"ayah pegang omongan kamu jangan pernah menyakiti atau menduakan anak saya kamu pasti tau apa yang akan terjadi sama kamu, "ucap pak deri menatap fendi dengan tajam sambil menunjuk-nunjuk ke arah fendi sekarang hilang rasa resfecknya kepada menantunya karena kejadian yang kemarin dia pulang malam.
"iya sayang mas janji gak akan bermain dibelakang kamu mas sangat mencintaimu dan calon anak kita mana berani mas menduakan kamu sedangkan mas sudah memiliki istri. yang sempurna paket komplit seperti kamu sangat bodoh kalau mas berani melakukannya, "jelas fendi memeluk istrinya setenang mungkin agar tidak dicurigai.
"aku pegang janji kamu mas, "jawab adel membalas pelukan suaminya.
"pokoknya kamu jangan berpikir yang negatif tentang suamimu ini percayalah mas gak akan tega mempermainkan perasaan kamu sayang, "ucap fendi mencium tangan istrinya, adelpun percaya dan tersenyum melihat suaminya, walaupun fendi sudah menjelaskan sedetail mungkin pak deri tetap harus waspada.
"ya sudah ayah perbolehkan kamu ikut ke rumah suamimu tapi ingat selalu jaga kesehatanmu dan calon anakmu jangan banyak pikiran dan fendi kamu harus sigap memperhatikan istrimu karena sedang hamil anakmu jangan lengah sedikitpun walaupun kamu sedang bekerja karena istri dan calon anakmu lebih penting, "ucap pak deri mengingatkan menantunya itu.
__ADS_1
"siap yah, "jawab fendi singkat.
"ayah ke kamar dulu ada kerjaan dikit dari klien penting, "pamit pak deri berlalu ke kamarnya dan dibalas anggukan kepala anak dan menantunya.
"sepertinya ayah terlalu curiga sama mas karena kejadian kemarin yang mas pulang malam sayang, maaf ya mas gak akan ulangi lagi, "ucap fendi memegang tangan istrinya, dia selalu berjanji padahal sekarang dia sudah ingkar demi menutupi hubungannya dengan vira dia rela membohongi istri dan mertuanya sendiri.
"udah gakpapa artinya ayah gak mau anaknya disakiti malahan aku salut loh mas dengan sikap ayah seperti itu berarti sayang dan cintanya terhadap putrinya itu tidak main-main selalu ada rasa ingin melindungi, "jawab adel tersenyum mengingat sikap ayahnya tadi dia salut dan bangga mempunyai ayah yang selalu ingin melindunginya.
"iya mas juga salut sayang tapi kamu harus percaya kalau suamimu ini tidak akan pernah berani menyakiti adelia dwiputri istri fendi prawira yang sangat cantik dan penyabar, "ucap fendi membanggakan istrinya.
"apaan sih mas lebay banget sih biasa aja kok kalau cantik sih memang dari lahir mas, "jawab adel bercanda menatap suaminya wajahnya sengaja diimut-imutkan.
"percaya diri kamu sangat kuat tapi gak salah juga sih memang kamu wanita tercantik yang pernah mas lihat, "ucap fendi mencubit pipi istrinya, adel malu-malu terlalu sering suaminya memuji.
"kalau cantik jangan melirik wanita lain kalau gak mau mata kamu aku congkel mas,"ancam adel melotot ke arah suaminya.
"waduh mengerikan jangan sampai mata ini. dicongkel, "jawab fendi bergidik geri membayangkan perkataan istrinya tadi, sedangkan adel dia sudah ketawa terbahak-bahak saking lucunya mengerjai suaminya itu hanya ancaman gak mungkin adel berani mencongkel mata suaminya itu sangat mengerikan dia juga jadi membayangkannya.
"kenapa takut mas jangan terlalu dibayangkan aku bukan psikopat gak akan berani melakukan itu aku cuma bercanda mas, "ucap adel masih menertawakan suaminya itu wajah fendi yang semula tegang sekarang sudah sedikit tenang walaupun rasa takut belum hilang.
"ya udah kita ke kamar aja yuk kok mas jadi ngeri gini ya, "ucap fendi masih dengan rasa takut sambil tangannya memegang tekuk lehernya tanda dia merinding.
"yaAllah mas segitunya kamu takut udah gak usah terlalu takut aku gak akan pernah melakukan itu mas itu hanya peringatan buat mas jangan berani melirik wanita lain, "jawab adel masih menertawakan suaminya dia gak nyangka ancamannya itu bisa menakut-nakuti suaminya.
__ADS_1
"iya mas gak akan lirik wanita lain yuk kita ke kamar mas udah ngantuk, "ajak fendi.
"iya mas, "jawab adel singkat.