
Sepulangnya kang dito dan temannya fendi memilih kembali ke kantornya dan masuk ruang kerjanya, vira sedari tadi dia terus menunggu fendi.
Krek, pintu dibuka perlahan terlihat fendi masuk dengan wajah tersenyum vira heran tidak biasanya bosnya itu senyum.
"kamu sudah makan belum?, "tanya fendi menatap vira, sedangkan vira dia mengernyitkan dahinya tanda heran tapi akhirnya dia bahagia kalau mas fendi sudah menerimanya menjadi kekasihnya.
"belum pak, "jawab vira singkat.
"ya sudah sana kamu makan dulu ini sudah jam makan siang saya baru saja dari cafe maaf tidak sempat mengajak kamu, "ucap fendi masih senyum kearah vira, sebenarnya dia pura-pura peduli agar vira tidak curiga kalau penghulu dan saksinya itu palsu jadi dia sebisa mungkin akting baik didepan vira.
"baik pak, saya permisi dulu, "jawab vira tersenyum sambil membungkuk memberi hormat kepada atasannya itu, fendi mengangguk tanda mengiyakan.
Didalam ruangan fendi menahan marah karena dia harus pura-pura peduli sama wanita lain itu sulit dia hanya sanggup peduli dengan istrinya.
Jam sudah menunjukkan pukul 2 siang karena hari ini dia tidak terlalu banyak pekerjaan hanya menghandle berkas-berkas meeting yang akan dilaksanakan 2 hari lagi dia memilih pulang dia sudah merindukan istrinya, tiba-tiba vira mencegah dengan memegang tangan fendi vira ingin hari ini fendi menemaninya ke suatu tempat tapi karena fendi sudah sangat merindukan istrinya jadi dia menolak dengan halus mulai sekarang dia tidak akan terlalu kasar dalam mengucapkan sesuatu jangan sampai vira sakit hati dan dia mengadu kasus ini kepadanya istrinya.
"mas fendi hari ini temani aku ke suatu tempat yuk, tempatnya sangat indah suasananya yang romantis cocok untuk kita berdua mas, "ajak vira memegang tangan fendi.
"maaf ya vira hari ini saya sangat capek pengen istirahat dan pulang besok aja ya, "jawab fendi selembut mungkin dan berusaha melepaskan tangan vira dengan cara halus.
"yaudah gakpapa mas janji ya besok kita pergi ke tempat itu pasti mas fendi suka dan besok kita jadikan nikah mas?, "tanya vira dia baru ingat besok mereka akan menikah.
"iya tunggu mas di apartemen kamu besok ya dandan yang cantik kamu gak usah pakai saksi cukup satu saksi dari pihak saya dan kamu gak usah pakai wali nikah ini hanya nikah siri jadi tidak terlalu diperlukan yang penting kita sah, "jawab fendi mengelabui vira, sudah pasti dia tau mau nikah siri atau nikah secara agama dan negara tetap harus ada wali nikah tapi karena ini hanya pernikahan palsu dan tidak sah jadi dia tidak menyuruh vira membawa wali nikah cukup dia sendiri karena fendi juga menghindari tersebarnya kasus ini.
"emang bisa mas nikah tanpa wali nikah nanti pernikahan kita tidak sah walaupun cuma nikah siri, "ucap vira bingung dengan perkataan fendi setahu dia kalau nikah wajib ada wali nikah.
"tidak perlu vira kita hanya nikah siri jadi yang diperlukan hanya penghulu dan satu saksi pernikahan kita akan sah, "jawab fendi meyakinkan padahal kalau mau pernikahan sah harus ada 2 saksi tapi karena ini semua palsu jadi hanya satu saksi itupun suruhan fendi.
__ADS_1
"oh yaudah mas vira nurut aja mana baiknya, "ucap vira pasrah dia juga kurang tahu tentang pernikahan karena dia belum pernah menikah baru kali ini dia akan merasakannya walaupun tidak tercatat di negara tapi tercatat di agama pikir vira.
"oke saya pulang dulu ya sampai ketemu besok, "pamit fendi melambaikan tangannya kearah vira.
"iya mas hati-hati, "jawab vira membalas lambaian tangan fendi, dia tersenyum bahagia akhirnya besok dia akan menjadi istri bos perusahaan besar lama-lama dia akan merebut seluruh harta dan hati fendi rencananya nanti dia meminta fendi untuk menikahinya secara negara.
"gak sabar nunggu besok aduh bahagia sekali aku akan. dinikahi bos besar fendi prawira maaf ya adel aku sudah menjadi sainganmu sekarang mas fendi akan sering tinggal bersamaku daripada bersamamu, "ucap vira sambil melihat foto fendi dan adel yang terpajang diruang kerja fendi.
"sebentar lagi fotoku yang akan menempel disini bukan kamu memang seharusnya kamu disingkirkan dari hidup mas fendi dia hanya cocok berdampingan denganku, "ucap vira sangat percaya diri padahal dia hanya pura-pura dinikahi tapi sombongnya sudah kelewatan.
Keesokan harinya fendi bersiap-siap pergi ke apartemen vira dia tidak lupa pamit kepada istrinya.
"sayang mas pergi meeting dulu ya kamu baik-baik dirumah langsung hubungi mas ya kalau ada apa-apa, "pamit fendi mencium kening dan tangan istrinya.
"iya mas tapi kok tumben pagi-pagi udah meeting biasanya siang hari ini baru jam 8 pagi mas, "jawab adel heran.
"ya biasa klien pengennya ketemu pagi jadi mas terpaksa pergi pagi sayang padahal kan mas masih kangen sama kamu, "ucap fendi mencubit hidung istrinya.
"iya mas pergi ya sayang, "pamit fendi kembali dia mencium kening istrinya tapi cukup lama tidak terasa air matanya tumpah mengingat hari ini dia akan menikahi vira untungnya dia cerdik dengan berpura-pura nikah siri jadi dia tetap aman masih punya satu istri.
"mas kok nangis lebay banget sih cuma ditinggal meeting aja rasanya kek mau ditinggal keluar negeri, "jawab adel penasaran kenapa suaminya bisa nangis padahal setahu dia suaminya tidak pernah nangis.
"em mas sedih karena pagi ini tidak bisa manja-manja sama kamu sayang, "ucap fendi memeluk istrinya dengan erat.
"lebay bin alay kenapa mas jadi seperti ini sakit kamu mas, mas fendi yang gagah tampan dan berani ini nangis cuma gara-gara gak bisa dimanja istrinya pagi-pagi yaampun mas ada-ada aja kelakuan kamu ini gak usah sedih kan kita setiap hari bertemu, "jawab adel tidak habis pikir dengan kelakuan suaminya memang akhir-akhir ini suaminya sangat manja setiap kali pulang dari kerja suaminya minta dipeluk dulu sebelum melakukan aktivitasnya begitupun pergi kerja pasti ada drama manja-manjahan dulu sebelum berangkat seperti sekarang.
"yaudah mas pergi dulu ya sayang, "ucap fendi melambaikan. tangannya dan masuk ke dalam mobil, dia menuju ke arah apartemen vira dan didepan apartemen ternyata kang dito dan temannya sudah sampai duluan.
__ADS_1
"wah kang dito cocok jadi penghulu siapa yang dandani kamu bisa persis seperti ini kang?, "tanya fendi dia terkejut diluar ekpetasinya ternyata kang dito pintar berdandan seperti penghulu asli.
"iya dong bos jangan ragukan lagi, aku dandan sendiri lah bos ini minjam sama tetangga yang kebetulan berprofesi sebagai penghulu dengan bayaran 100 ribu dia sudah setuju bos, "jawab kang dito, dia bangga ternyata bosnya senang dengan dandannya bisa mirip dengan penghulu asli.
"yuk kita masuk pasti vira sudah menunggu kita didalam, "ajak fendi kepada mereka berdua, akhirnya mereka. masuk dengan menaiki lift biar cepat, mereka sudah sampai dilantai 3 menuju apartemen vira.
Krek, fendi membukakan pintu apartemen itu dia punya kunci cadangannya karena itu apartemen dia yang bayar karena disuruh istrinya, mereka masuk dan melihat kalau vira sudah cantik dengan balutan kebaya warna putih terlihat cantik dan menawan tapi fendi tidak terpesona hanya kang dito dan temannya yang terpesona kecantikan vira.
"bos beneran perempuan ini yang mau pura-pura dinikahin sayang bos mubazir cantik gini kok, "bisik kang dito ditelinga. fendi.
"gak usah terkejut seperti baru kali ini aja kamu melihat wanita cantik kamu belum tau wajah istri saya lebih cantik dari ini jadi saya tidak akan tergoda, "jawab fendi kesal sambil menginjakkan kakinya ke kaki kang dito.
"aduh iya maaf bos, ya sudah kita mulai aja ijab qabulnya, "ucap kang dito mengalihkan pembicaraan dia sudah ketakutan melihat sorot mata fendi yang seperti akan memakan orang.
"baik, pak fendi harap duduk berhadapan dengan saya dan neng vira duduk disamping pak fendi, "ucap kang dito memperagakan gaya penghulu.
"apakah anda sudah siap pak fendi?, "tanya kang dito serius.
"siap pak penghulu, "jawab fendi.
"kita mulai ya sini kasih catatan nama orangtua vira, "ucap kang dito, vira pun memberikan selembar kertas yang sudah dia tulis nama lengkapnya dan nama ayahnya.
"saya nikahkan dan saya kahwinkan engkau fendi prawira dengan vira anastasia binti alex mahendra dengan mas kawin seperangkat alat shalat dibayar tunai, "ucap kang dito.
"saya terima nikah dan kahwinnya vira anastasia binti alex mahendra dengan mas kawin tersebut dibayar tunai, "jawab fendi dengan sekali tarikan vira tersenyum akhirnya mereka sah menjadi suami istri.
"apakah sah saksi?, "tanya kang dito menatap temannya itu yang sebagai saksi.
__ADS_1
"SAH, "jawab saksi.
"alhamdulillahirobbilalamin akhirnya kalian sudah sah menjadi suami istri silahkan tukar cincinnya, "ucap kang dito, fendi sengaja membeli cincin emas yang biasa bukan yang mahal agar vira tetap percaya dengan pernikahan ini, mereka juga menanda tangani selembar kertas atas sahnya pernikahan ini fendi sengaja ngeprint sendiri kata-kata yang harus ditanda tangani diselembar kertas dia sudah mempersiapkan semua ini dengan matang.