Sahabatku Selingkuhan Suamiku

Sahabatku Selingkuhan Suamiku
Bab43 Acuh...


__ADS_3

Paginya fendi bangun dari tidurnya saking lelahnya sampai semalam dia tidak makan malam adel sudah berapa kali membangunkan tapi jawaban suaminya selalu membuatnya sakit hati.


"mas bangun kita makan malam bareng yuk itu makanannya udah disiapin bik santi, "ucap adel membangunkan suaminya.


"aku masih ngantuk jangan ganggu dulu nanti kalau aku sudah lapar turun sendiri untuk makan kamu gak usah repot-repot bangunin, "jawab fendi tetap memeluk guling.


"tapi mas nanti kamu bisa sakit kalau gak makan malam ini kan kamu capek dari meeting bangun ya mas kita makan dulu sudah makan baru lanjut lagi tidurnya, "ucap adel masih berusaha membangunkan suaminya.


"kalau mau makan ya makan sendiri aja repot banget sih gak tau orang masih ngantuk ini karena kamu juga udah bikin aku bete karena terus dicurigai, "bentak fendi berdiri dan berlalu meninggalkan adel seorang diri didalam kamar.


"yaAllah mas tega kamu bentak aku kamu lupa perjuangan kamu untuk mendapatkan aku dulu tidak mudah kamu janji tidak akan pernah menyakiti hati dan batinku mas, "ucap adel dia sudah mengeluarkan air matanya saking terkejut dibentak suaminya.


"masa bodoh yang salah kamu sendiri kenapa selalu curiga sama aku tidak ada rasa percaya lagi membuatku muak, "jawab fendi berlalu pergi ke arah balkon atas yang disana juga ada kamar tidur kecil khusus untuk orang yang lelah setelah bermain biliard.


Didalam kamar adel terus-terusan menangis dia berpikir apa salahnya dia curiga karena tidak seperti biasanya suaminya pulang terlalu sore cukup lama dia meratapi kelakuan suaminya itu dia memilih turun dari kamar menuju meja makan pikir adel mungkin fendi sudah lebih dulu makan tanpa menunggunya tapi setelah dia sampai meja makan suaminya tidak terlihat.


"bik mana mas fendi kok gak ada dimeja makan?, "tanya adel kepada bik santi sedangkan bik santi heran kok majikannya itu seperti baru sudah nangis karena terlihat sekali matanya sembab walaupun sudah dihapus air matanya.


"bibik gak lihat non tuan turun bukannya didalam kamar dan non kenapa kok nangis, "jawab bik santi dan dia langsung to the point untuk menanyakan kenapa majikannya itu menangis.


"oh gak ada ya bik, ini tadi aku baru sudah nonton film sedih banget bik jadi ikut baper kenapa wajahku kelihatan sedih ya bik?, "tanya adel langsung menatap wajahnya.

__ADS_1


"mungkin tuan dibalkon atas non lantai 4 biasanya tuan fendi kalau lagi ada masalah dia memilih tidur dilantai paling atas, "jawab bik santi dia yakin pasti ada sesuatu yang terjadi antara kedua majikannya itu karena bik santi juga sudah curiga sama pemilik rumah itu.


"oh ya sudah biarin aja dia disana bik mungkin dia lagi pengen tidur sendiri lebih baik kita berdua makan sama-sama sini bik, "ucap adel tidak mengejar suaminya dilantai 4 biarlah dia turun sendiri kalau lapar adel sudah lelah diperlakukan tidak baik padahal sebentar lagi dia melahirkan.


"baik non, apa boleh bibik ajak kang agus sekalian non untuk makan bersama, "jawab bik asih.


"iya silakan bik ajak mang agus sekalian biar makin rame makannya, "ucap adel memperbolehkan pembantu dan satpamnya untuk makan bersama dia.


"terimakasih non, "jawab bik santi bergegas menuju kearah pagar untuk mengajak agus makan bersama.


"kang agus yuk kita makan bareng diajak non adel karena non gak mau makan sendirian, "ajak bik asih menarik tangan mang agus.


"sepertinya mereka berdua lagi marahan terlihat dari muka non adel seperti habis nangis, "jawab bik santi.


"kok bisa bukannya selama ini mereka baik-baik aja neng?, "tanya mang agus lagi dia tambah penasaran.


"neng gak tau kang udah yuk kita makan gak enak sama non adel nunggu lama didalam, "jawab bik santi menarik tangan mang agus.


"non adel, "sapa mang agus.


"eh mang agus silakan duduk mang bik santi juga kita makan bareng ya, "ucap adel mempersilakan mereka untuk duduk.

__ADS_1


"tuan fendi kemana non gak makan bersama aja?, "tanya agus bik santi langsung menginjak kaki mang agus dia merintih kesakitan.


"aduh neng, "ucap mang agus, bik santi langsung melolot kearah agus agar jangan nanya lagi.


"mas fendi lagi tidur mang gakpapa katanya tadi biar dia makan sendiri kalau laper, "jawab adel tersenyum kearah mereka berdua, mereka hanya menangguk dan memilih makan karena takut majikan mereka tersinggung kalau sering ditanya.


"makan yang banyak bik mang ini masih banyak lauknya, "ucap adel dia bahagia hanya melihat pembantu dan satpamnya itu makan dengan lahap.


"iya non makanannya enak maaf ya non agak norak, "jawab mang agus cegar cegir.


"iya santai aja mang makan lagi aja ya aku mau ke dalam kamar istirahat, "pamit adel sudah makan langsung menuju kamarnya.


"kasihan ya non adel seperti ada yang disembunyikan, eh kang akang curiga gak seperti ada perubahan dengan sikap dan kelakuan tuan fendi akhir-akhir ini sudah jarang terlihat dia memeluk istrinya bercanda dan romantis seperti dulu neng curiga kang kalau tuan fendi ada wanita lain kasihan sama non adel padahal baik banget dan penyabar, "ucap bik santi menatap kearah agus.


"eh gak boleh seu'zon mungkin tuan lagi ada kesibukan dikantornya berpikir positif aja masa iya tuan mau bermain dibelakang non adel udah cantik baik dan sholehah lagi sayang kalau disia-siakan seribu satu wanita seperti non adel apalagi anak orang kaya pengusaha no.3 dikota ini rugi kalau tuan fendi menyia-nyiakan non adel kalau dia mau pasti banyak tu laki-laki yang ngantri buat jadiin non adel istrinya, "jawab agus.


"iya bener kamu kang dan neng pernah diceritain sama non adel kalau dia gak langsung nerima lamaran tuan fendi karena takut salah pilih suami harusnya ni tuan bersyukur bisa memperistri non adel susah dapatin wanita sepertinya dan non adel pernah bilang dia gak pernah sekalipun pacaran gila beruntung banget tu tuan fendi kalau masih aja selingkuh udah kebangetan neng yakin ni kang kalau sampai tuan ketahuan selingkuh pasti non adel akan meninggalkan tuan yakin 100% neng mah orang sabar kalau udah habis kesabarannya dia bertindak gak main-main bisa-bisa tuan kehilangan istri dan anaknya secara non adel banyak harta untuk apa dia mempertahankan suami tukang selingkuh kalau memang benar tunggu aja kang pasti omongan eneng ini jadi kenyataan, "ucap bik santi rempong dia kesal dengan kelakuan majikannya itu.


"ish gak boleh ngomong gitu neng udah lanjut makan aja terus cuci piring ini akang mau balik kedepan jaga pagar, "jawab agus lanjut makan dan sesudah makan dia lanjut dengan pekerjaannya itu.


"iya kang, "ucap bik santi lanjut makan.

__ADS_1


__ADS_2