Sahabatku Selingkuhan Suamiku

Sahabatku Selingkuhan Suamiku
Bab33 Pura-pura hamil...


__ADS_3

Vira seharian ini cemberut terus setiap ada yang menyapa diabaikannya dia badmood gara-gara sikap fendi yang selalu cuek dan kurang peduli.


"lihat aja besok kamu akan terkejut dengar kabar ini mas, aku harus membeli tespeck dan menyuruh wanita hamil yang menggunakannya otomatis ditespeck pasti garis dua dan mas fendi percaya gak sabar nunggu hari besok aku mau lihat gimana reaksi mas fendi pasti dia tidak menyangka aku akan hamil karena perbuatannya 3 hari lalu besok aku harus akting pura-pura muntah didepannya, "ucap vira dia sudah tersenyum licik membayangkan rencananya besok.


"salah sendiri mas karena kamu mengabaikan aku dan aku pun bertindak haha, "ucap vira tertawa bahagia.


Jam 2 siang dia pulang ke apartemen karena pekerjaannya sudah selesai diperiksanya pesan whatsapp ternyata ada balasannya dari fendi.


"oke besok saya masuk kerja dan apa yang mau kamu bicarakan?, "tanya fendi dipesan whatsapp, vira tersenyum akhirnya pesan whatsappnya dibalas juga.


"tunggu besok aja mas, "balas vira.


Sedangkan sepasang suami istri itu sedang menikmati. indahnya pemandangan dihalaman rumah baru mereka karena hari sudah sore pak deri pun pamit pulang.


"nak ayah pulang ya sehat-sehat selama kamu disini kalau butuh bantuan langsung bilang sama ayah nanti ayah mampir kesini dan kalau kamu lagi hamil besar nanti ayah yang akan sering kesini apa boleh nak fendi?, "tanya pak deri menatap anak dan menantunya.


"boleh yah kapanpun ayah mau kesini langsung aja mampir. jangan sungkan anggap aja ini rumah ayah juga, "jawab fendi tersenyum kearah mertuanya.


"ayah juga jaga kesehatan rutin minum air putih jangan sering bergadang dan kalau ayah rindu sama adel langsung video call aja yah, "ucap adel memeluk ayahnya, dia sudah menumpahkan air matanya dia terpaksa pisah sama ayahnya bagaimana lagi dia sudah menjadi istri orang bukan lagi gadis kecil yang selalu dimanjakan dengan kasih sayang ayahnya walaupun sudah berkeluarga sikap manja adel tidak bisa hilang kalau sedang bersama ayahnya.


"iya sayang ayah akan selalu ingat pesan kamu, dan cucu. kakek sehat selalu ya didalam perut mama nanti kalau kamu sudah keluar tinggal dirumah kakek biar kakek punya teman dan tidak kesepian, "ucap pak deri mengelus perut putrinya, adel terharu berat rasanya pisah rumah dengan orang yang sangat disayangnya dan cintainya itu.


"siap kakek nanti kita main bareng ya dedek gak sabar keluar dan bertemu kakek, kakek yang sehat ya, "jawab adel menirukan suara anak kecil, pak deri pun tersenyum berasa cucunya yang bicara diapun menjawabnya.


"iya sayang, kakek tunggu kamu keluar ya nanti kita main. bola bareng-bareng ya, "ucap pak deri memuncungkan mulutnya saking gemas dengan cucunya yang ada diperut anaknya padahal belum lahir aja udah gemas gimana kalau sudah lahir pasti sangat mengemaskan.


"kalian udah periksa belum jenis kelaminnya laki-laki apa perempuan?, "tanya pak deri menatap anak dan menantunya.


"belum yah kata dokter nunggu 3 bulan atau 4 bulan udah bisa dilihat jenis kelaminnya kandungan adel baru jalan 7 minggu bentar lagi 2 bulan yah, "jawab fendi menjelaskan.

__ADS_1


"oh nanti beritahu ayah kalau kalian sudah tau jenis kelamin anak kalian ya, mau itu laki-laki ataupun perempuan kalian wajib bersyukur karena anak itu titipan yang maha pencipta jangan sesekali kalian kufur nikmat banyak orang lain yang ingin mempunyai anak tapi belum juga diberi jadi kalian berdua patut bersyukur, "ucap pak deri memberi nasihat kepada anak dan menantunya.


"iya kami akan selalu bersyukur dengan pemberian tuhan apapun jenis kelamin anak kami nanti kami berdua senantiasa bersyukur yah karena kami sudah diberi kepercayaan untuk menjaga dan memberi kasih sayang kepada anak kami nanti, "jawab adel tersenyum sambil memegang perutnya spontan fendi langsung mencium perut yang sudah kelihatan bucit itu.


"kamu dan mamamu adalah anugerah terindah yang papa miliki, "ucap fendi tak henti-hentinya mencium perut istrinya dia sangat bersyukur.


"ya sudah ayah pamit pulang ya baik-baik disini selalu kabari ayah, fendi ayah titip adel sama kamu jaga dia sepenuh hatimu, "ucap pak deri, mereka berdua langsung memeluk dan bergantian menyalami tangan pak deri.


Pak deri pun keluar rumah menantunya dia melambaikan tangan kearah adel dan fendi.


"dadah yah, "ucap adel dia sudah menangis sedih rasanya jauh dari orang yang selama ini bersamanya sejak kecil.


"hei sayang jangan nangis dong mas jadi merasa bersalah karena sudah memisahkan anak dan ayah em atau gini gimana kita balik lagi kerumah ayah, "ucap fendi dia tak tega melihat istrinya terus-terusan sedih.


"gak usah mas aku gakpapa kita gak perlu balik kerumah ayah ini udah kewajiban aku tinggal sama kamu mas, "jawab adel langsung menghapus air matanya.


"kalau gitu janji sama mas jangan ada sedih-sedih lagi, "ucap fendi memberi peringatan.


"sini non bibik aja yang masaknya non tunggu diruang tamu aja, "ucap bik santi menawarkan diri.


"gak usah bik, mas fendi maunya masakanku dan bibik kerjakan yang lain aja kalau capek istirahat jangan dipaksa nanti bibik sakit, "ucap adel menatap bik santi, bik santi tersenyum ternyata istri majikannya ini sangat baik diapun senang bisa tinggal bersama orang-orang baik seperti mereka.


"baik non bibik permisi mau nyuci baju ya non, "jawab bik santi dibalas anggukan kepala adel.


Masakannya sudah siap dan merekapun menikmati memakan sarapan sore adel tidak henti-hentinya tertawa menonton acara komedi.


Keesokan harinya fendi berangkat kerja dia langsung masuk ke ruangannya yang sudah ada vira didalamnya vira pun langsung berdiri menyambut kedatangan pacarnya.


"selamat pagi pak fendi apa kabarnya pak, "sapa vira.

__ADS_1


"baik silahkan kerja lagi, "jawab fendi mengangguk menatap vira.


Vira pun bereaksi dia akan melancarkan rencananya untuk pura-pura hamil.


(uwek uwek uwek)


vira pura-pura muntah dan belari menuju toilet yang ada diruangan kerjanya, fendi pun bertanya kondisi kesehatan vira.


"kamu kenapa sakit kalau sakit silahkan pulang gakpapa nanti bisa minta diantar sama lisa, "ucap fendi sedikit khawatir.


"aku gak sakit mas tapi aku ini, "ucap vira memberikan tespeck kepada fendi, fendi bingung maksudnya apa ini.


"maksud kamu apa ini kenapa memberikan barang ini kepada saya, "ucap fendi heran dia mengernyitkan alisnya.


"kamu pura-pura lupa mas ini adalah hasil dari perbuatan kamu 3 hari yang lalu, "jawab vira emosi.


"gak mungkin kamu pasti bohong saya merasa tidak pernah melakukan hal yang memalukan itu kepada kamu sudah saya bilang saya dijebak ada yang memberi saya obat perangsang didalam kopi saya dan setahu saya waktu itu adel yang sudah menuntaskannya bukannya kamu, oh atau kamu yang sudah menjebakku hah, "ucap fendi mengebrak meja dia sudah tersulut emosi kenapa ujian selalu datang disaat dia lagi bahagia ini adalah kabar yang paling buruk yang pernah dia dengar.


"kamu tega menuduhku seperti itu mas jelas-jelas kamu yang sudah merenggut kesucianku dan sudah membuahkan hasilnya masih tidak mengakui jahat kamu mas kalau mas. fendi gak mau tanggung jawab aku akan lapor polisi dan mas fendi akan masuk penjara dan otomatis adel akan pergi meninggalkan kamu mas dia pasti jijik melihat kamu, aku beri kamu pilihan mau tanggung jawab dan aku akan tutup mulut masalah ini atau aku lapor polisi dan adel akan menceraikan kamu mas silahkan mas fendi mau pilih yang mana, "ancam vira setenang mungkin.


"oke aku akan tanggung jawab dan apa yang harus saya lakukan?, "tanya fendi dia sudah setres memikirkan masalah ini dia mengacak-ngacak rambutnya tanda dia sudah pusing.


"oke mas fendi harus nikahin aku gakpapa secara siri yang penting mas fendi mau tanggung jawab dan anak ini butuh sosok ayah, "jawab vira, dia tersenyum akhirnya dia akan menjadi istri fendi dia tidak peduli kalau dia sudah berbohong dengan berpura-pura hamil.


"what nikah siri?, gak mungkin vira saya sudah menikah sama sahabat kamu sendiri dan saya sudah sangat mencintainya saya tidak akan pernah mengkhianati cintanya, "ucap fendi sudah tersulut emosi.


"aku gak peduli mas ini adalah salah mas sendiri anak ini hasil dari perbuatan mas fendi jangan membuat aku bertindak lebih lanjut tentang kasus ini mas, "jawab vira.


"oke besok kita nikah tapi ingat jangan sampai ada orang lain yang tau dan satu lagi saya menikahimu bukan karena cinta tapi karena anak yang kamu kandung itu, "ucap fendi menunjuk-nunjuk wajah vira.

__ADS_1


"gakpapa aku terima mas perlakukan aku semena-mena seperti ini, "jawab vira dia marah dan berlalu keluar dia sudah pura-pura menangis alhasil fendi mengejarnya dia takut semua karyawannya curiga melihat vira menangis keluar dari ruang kerjanya.


__ADS_2