Same Love You

Same Love You
Ciuman pertama


__ADS_3

“Hem katanya tidak lapar tapi semangkuk mi instan habis, ini minum juga. Menyodorkan segelas air putih. Enak kah rasa mi instan nya?”


“Enak” seraya mengambil gelas dari tangan Tita kemudian meneguk isinya sampai kosong melompong.


Hari ini hari minggu kebetulan Iksa dan Tita tidak ada agenda untuk keluar rumah bahkan hanya untuk sekedar nongkrong, mungkin mereka lelah habis jalan-jalan seharian kemarin. Kebetulan Siang ini si mbok pamit mau ada acara arisan art di rumah sebelah. Tapi s imbok sudah menyiapkan makan siang untuk Iksa dan Tita.


Saat asik menikmati makan siang tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.


“Ah biar aku saja yang membuka pintu” kata tita sementara Iksa masih menikmati makan siangnya


Ngekkk (suara pintu terbuka)


Di balik pintu tersebut terlihat sesosok wanita berambut pendek sebahu, dan berpakaian sangat seksi menyerobot masuk melewati Tita.


“Hey Siapa Kamu? Masuk rumah irang tanpa permisi!” Teriak Tita tapi tidak di gubris.


“Hey kamu, dasar! tidak boleh masuk rumah orang sembarangan”


“Berhenti ku bilang!!!” Sentak Tita


Gadis yang terlihat angkuh tadi tiba-tiba nyalinya merasa ciut. Dan menghentikan langkah kakinya. Kemudian membalikan badannya menatap Tita.


“Memang kamu siapa? Berani- beraninya menyuruhku berhenti! Kamu tidak kenal siapa aku?” Kata wanita itu dengan nada ketus


Iksa yang sedang asik menikmati makan siangnya merasa terganggu dengan keributan yang terjadi, kemudian ia mendatangi sumber keributan tersebut.


“Ada apa ini?” Tanya Iksa yang baru saja datang dari arah ruang makan.


“Sayang…. aku merindukan mu” kata Hilda yang kemudian menghampiri Iksa dan bergelayut mesra di lengannya.


“Siapa wanita kurang ajar ini?” Tanya Hilda.


“Ah, dia gadis yang ku ceritakan pada mu, yang dijodohkan dengan ku” jelas Iksa.


“Kalian tinggal serumah? Tidur berdua?” Tanya Hilda.


“ Tidak kami tidak tidur berdua, kamar kami hanya bersebelahan” Jelas Iksa.

__ADS_1


“ Tapi kan kalian tetap tinggal serumah” kata helen dengan memasang ekspresi agak kesal.


Tita merasa risih melihat tingkah laku Hilda yang bak wanita penggoda itu. Ia kemudian mendekat ke arah mereka berdua.


“ Kalian berdua dengarkan baik-baik, aku tidak perduli kalian mau bermanja-manja atau bermesraan tapi ingat jangan di sini, aku risih melihatnya. Aku saja tidak pernah membawa pacarku ke sini, harusnya kamu juga mengerti. Jadi dengan amat sangat tolong kalian keluar dari sini. Ah atau kau usir saja kekasihmu ini dari sini tidak sopan!” Kata Tita tegas seraya menaiki anak tangga menuju ke kamarnya.


Iksa yang melihat Tita berlalu kemudian berbalik melihat ke arah Hilda.


“ Aku mohon pengertian mu untuk kali ini saja, pulang lah, jangan mempersulit aku, aku takut nanti dia melaporkan ku ke papa ku. Malah membuat rencana kita berantakan” kata Iksa.


“Kamu tau kan aku sangat tidak suka kamu dekat dengan gadis itu. Apa lagi dia gadis yang cantik. Aku jadi sedikit khawatir kalau-kalau kamu tergoda dengan nya.” Ucap Hilda.


“Kamu percaya pada ku kan, aku tidak akan tergoda olehnya, dia gadis yang menyebalkan” kata Iksa mencoba meyakinkan


“ Baiklah, aku percaya pada mu… kalau begitu sampai jumpa sayang” Hilda berjinjit dan mengecup bibir Iksa.


“ Jangan lupa telfon aku” Kata Hilda sembari mengedipkan mata.


Malam pun telah tiba, Iksa merasa tidak enak dengan kehadiran Hilda tadi pagi, Iksa berniat untuk menemui Tita. Iksa mengetuk pintu kamar Tita.


Tok…Tok…Tok


“Maafkan aku, kamu baik-baik saja?” Tanya Iksa.


“ Mengapa kamu minta maaf dan terlalu khawatir pada perasaan ku. Khawatirkan saja kekasih mu itu” kata Tita seraya menutup bukunya.


“Aku tidak enak saja karena dia tiba-tiba datang ke sini, tanpa di undang” Terang Iksa.


“ Aku tak apa tak masalah, kamu mau pacaran dengan nya tapi jang di rumah ini, ke apartemen mu, atau ke hotel kan bisa” ucap Tita.


“Sekarang sudah waktunya tidur, bapak Iksa silahkan keluar dari kamar saya” kata Tita mengusir Iksa keluar dari kamar.


Duar tiba-tiba terdengar suara guntur Tita menutup kedua telinganya karena takut. Dan tak beberapa lama listrik padam.


“ Aaaaa Iksa kamu di mana?” Tanya Tita dengan nada ketakutan.


Tak terdengar suara dan jawaban dari Iksa. Tapi Tita merasa ada yang naik ke ranjangnya.

__ADS_1


“Mama tolong ada setan!!!” Iksa iseng mengarahkan senter telefon genggam nya ke arah wajahnya untuk menakut-nakuti Tita tapi tak lama kemudian cahaya itu pada karena telefon genggam nya kehabisan baterai.


“Yah kok mati”kata Iksa.


“Nah mati kan rasain, makanya jadi irang jangan jail” kata Tita.


Tiba-tiba hujan turun dengan lebat suara gemuruh guntur dan kilatan petir mulai terdengar. Tita mulai tak bisa menahan air mata karena sudah mulai ketakutan, sayup- sayup terdengar lirih suara tangisan Tita.


“Takut….hiks…hiks, Mama” terdengar suara lirih Tita merengek.


“Jangan takut tenanglah aku di sini di samping mu” kata Iksa. Ia tak habis pikir gadis bar-bar yang super serabutan dan tengil ini ternyata jadi mengemaskan kalau sedang ketakutan.


Tita memeluk erat pinggang Iksa, saking takut dan paniknya Tita ia tak menyadari bahwa sekarang sudah tak ada jarak di antara mereka berdua. Iksa memeluk erat Tita dan berusaha menenangkannya.


Iksa kemudian meraba pipi Tita dan menyeka air mata yang sedari tadi sudah membasahi pipi gadis itu, ya walaupun gelap dan tak terlihat.


“ ponsel mu masih ada baterainya?” Tanya Iksa kepada Tita.


“ Sepertinya masih ada” Jawab Tita.


“Kau meletakkannya di mana? Agar biasa ada sedikit cahaya di sini” Kata Iksa.


“Ah aku lupa” Jawab Tita.


“Sebentar coba aku carikan” Kata Iksa sambil mencoba bergerak menuruni ranjang.


“ Ah tidak mau, jangan tinggalkan aku sendiri” kata Tita sambil menarik kuat-kuat lengan Iksa.


“Aduh” Tubuh Iksa jatuh menindih Tita.


“Dasar cewek bar-bar tenaga kuda” ledek Iksa.


Listrik kembali menyala. Dan posisi mereka masih sama Iksa berada di atas tubuh Tita. Cahaya yang terang membuat Iksa fokus menatap wajah Tita begitu pun Tita menatap wajah tampan Iksa, mata Iksa kemudian turun menatap bibir ranum Tita.


Iksa terpana melihat bibir itu entah sihir apa yang merasuki tubuhnya. Ia mulai tergiur untuk menempelkan bibirnya di atas bibir Tita, perlahan tapi pasti bibir mereka saling bersentuhan. Tita yang syok dengan ciuman Iksa berusaha memberontak.


Namun ciuman lembut Iksa yang dominan membuat Tita terbuai. Iksa merasakan bibir Tita yang begitu manis, dan teksturnya yang kenyal membuat Iksa makin jatuh kedalam buaian bibir Tita.

__ADS_1


Duar….. suara petir yang menyambar membuat tita tersadar, dan mendorong Iksa kuat-kuat.


“Lebih baik kamu tinggalkan kamar ini sekarang!” Teriak Tita sambil mengelap bibirnya.


__ADS_2