Same Love You

Same Love You
XII


__ADS_3

Malam hari di rumah Sam.


" Loh kenapa bibi ada di sini?" Tanya sam kepada sang bibi yang ia temui di taman sebelum memasuki rumah.


" Ah kamu sudah pulang?, iya aku dan paman mu ada keperluan, kamu pasti capek sana segera masuk, paman mu masih ada di dalam".


Sam pun masuk di ikuti dengan sang bibi.


" Kamu habis makan di luar?".


" Iya bi dengan Iksa tadi".


" Syukurlah kalau kalian akur paman dan bibi ikut senang".


" Saya juga senang bi karena sekarang bisa bertemu dengan Iksa setiap hari, karena Iksa kan sudah kembali tinggal di sini".


" Begitu ya, kan kamu juga yang sudah banyak membantunya jadi dia bisa sehebat ini, terimakasih ya Sam".


" Ah aku membantunya karena dia banyak membantu ku juga bi, bibi tidak perlu berterima kasih pada ku".


" Oh iya aku dan paman mu kesini sebenarnya karena ibu mu menelfon, ia ingin meminta saran untuk pesta pernikahan mu".


" Ah begitu ya mohon arahannya dari bibi ya".


" Aduh keponakan ku ini kasihan sekali padahal kamu sangat sibuk kerja ya..." Belum sempat menyelesaikan perkataanya sudah di potong oleh Sam.


" Bibi tak apa, setelah semuanya selesai keluarga kita akan menjadi lebih baik" Dengan ekspresi tersenyum ramah.


Malam hari di rumah Iksa.


Tita pulang tepat waktu hari ini, ia berjalan memasuki rumah dan menutup pintu secara perlahan agar tidak menimbulkan suara.


[ Tuh kan dia marah - marah dan menghawatirkan mu, walau di tutupi dengan kemarahannya tapikan kalau dia menelfon mu dan menanyakan hal - hal tersebut tandanya perhatian bukan?]


[ Iya dia langsung meledak cemburu setelah melihat kak Rendi datang ke rumah, dan bahkan ia masih merasa cemburu sampai hari ini ]


Perkataan Ria tersebut terus terngiang - ngiang di kepala Tita.


Gak mungkin kan apa yang di katakan Ria benar, masak pak tua itu benar - benar sudah jatuh cinta pada ku?.


" YA AMPUN APA INI!" Tita berteriak kaget setelah melihat foto pernikahannya dengan Iksa yang terpampang besar di ruang tamu.


" Sejak kapan ada foto sebesar ini di sini?".

__ADS_1


" Apakah pak tua itu yang memajangnya?" Tita bergumam sembari berjalan mendekat ke arah foto tersebut.


Ya ampun fotonya besar sekali di bingkai dengan cantik pula, kenapa juga dia melakukanya sampai seperti ini, apa jangan - jangan tebakan Ria kalau dia suka kepada ku sejak lama itu benar.


Dan dia sengaja mengikat ku dengan pernikahan kontrak, dia selalu meneleponku dan banyak bertanya itu juga karena menyukai ku, ah apakah benar begitu, sebenarnya sejak kapan dia mulai menyukai ku?. Aduh Tita hentikan ini kan cuma kamu yang GR dan salah paham sendiri, duh karna perkataan Rian aku jadi begini.


Aduh saat banyak pikiran kayak gini lebih baik aku cari udara segar aja deh. Tita pun keluar rumah untuk sekedar jalan - jalan santai di malam hari.


Tak beberapa lama setelah merasa agak lelah Tita mencari tempat duduk ia melihat sebah kursi di pinggir taman, kemudian ia duduk di sana.


Huh akhirnya sudah mendingan dan tak banyak pikiran tentangnya lagi.


" Tita!" Terdengar suara yang mengagetkan Tita.


" Sedang apa" Tanya Rey yang berdiri di depan nya.


Iksa yang pulang dari makan malam dan mendengar banyak berita negatif tentangnya di kantor merasa sesak dan ingin mampir ke taman sebentar.


Benar- benar ya pa kata orang - orang itu tadi demi sebuah perusahaan aku sampai rela menikahi anak di bawah umur, dasar rumor - rumor sialan. Kata Iksa dalam hati sambil turun dari mobilnya.


Iksa melihat Tita dan Rey sedang asik berbincang di taman.


" Sedang apa di sini?" Tanya Rey.


" Ah hari ini aku gak ada kelas" Sabil membuka permen lolipop yang ia bawa.


" Wah ku kira kakak mengambil mata kuliah yang sama dengan kak Abi, enaknya hari ini bisa libur dan gak ada kelas".


" Sayang banget ya, kamu mau perman gak boleh pilih salah satu" Kata Rey sambil menyodorkan beberapa bungkus permen lolipop yang ia bawa.


" Wah boleh dua gak, aku mau yang rasa coklat, sama rasa ice cream kukis".


" Ah tentu saja ambil lah".


Saat tita sedang mengambil permen tersebut tiba - tiba ada yang menarik kerah jaketnya hingga ia terseret mundur.


" Ah pak tua!!!" Spontan Tita berteriak.


" Siapa anak ini?" Tanya Iksa.


Rey yang melihatnya pun ikut kaget.


" Ah dia adalah kakak senior di jurusan ku".

__ADS_1


" Senior?".


Tita meronta - ronta untuk melepaskan dirinya dari cengkraman Iksa.


" Iya namanya Reymon ia juga tinggal di kompleks ini di rumah nomor 306".


" Kemarin kakak sepupu, sekarang kakak senior, besok kakak apa lagi?" Kata Iksa kesal.


" Ah maaf saya pamit dulu kalau begitu" Kata Rey yang buru - buru ingin meninggalkan tempat tersebut karna takut kena omelan Iksa.


Dia bilang pak tua apakah dia ayah atau paman nya?. Tanya Rey dalam hati.


" Kau itu semua orang kau anggap kak berapa kakak lagi yang kau punya, dan aku tidak mengetahuinya!" Kata Iksa masih dengan nada tinggi.


" Ih lepaskan aku dulu malu dong kalau ada yang lihat" Kata tita sambil meronta - ronta.


" Kalau begitu dah sampai jumpa" Kata Rey yang kemudian berjalan menjauhi mereka berdua.


" Ah baiklah hati - hati di jalan" Kata Tita.


Mereka berdua pun ikut pulang ke rumah, sesampainya di rumah.


Tita memasang wajah yang agak cemberut.


" Ini foto ini kamu yang pasang" Sambil menunjuk ke arah foto pernikahan meeka berdua.


" Iya",


" Dimana kau menemukan benda ini? padahal aku sudah menyembunyikannya di bagian paling pojok".


" Pertanyaan mu itu aneh, aku menemukanya di pojok lah sesuai dengan tempat kau menyembunyikan benda itu". Kata Iksa sambil melepas jas dan menggantungnya.


" Aku memang sengaja menggantung foto ini, karna kelihatanya kamu lupa kalau kamu sudah menjadi istri orang".


" Enak saja aku gak pernah lupa ya".


" Kamu memang banyak ngeles ya! Padahal kamu kan yang tiap hari tebar pesona kesana kemari ketawa - ketiwi sama cowok - cowok di sekitar".


" Terus mau mu apa aku gak boleh bersosialisasi, dan berbicara dengan cowok - cowok di sekitar" Kata Tita kesal karena selalu disalahkan oleh Iksa.


" Hari ini kau mau ngajak berantem aku terus ya!" kata Iksa yang makin kesal.


" Kamu tu yang ngajak aku berantem terus, kenapa sih akhir - akhir ini semenjak kamu pulang dari luar negri kamu mulai mengganggu semua kehidupan ku, mau ikut campur sampai mana kamu?".

__ADS_1


__ADS_2