
Tita melihat bayangan dirinya di cermin, ia mengagumi kecantikannya sendiri di dalam hati, harusnya dengan riasan dan gaun yang cantik ini Tita tertawa bahagia, tapi entah pikiran dan hatinya ke mana sehingga raut muka yang terpantul lewat cermin itu terlihat datar.
“Ah anda terlihat sangat cantik, gaun dan riasan ini sangat cocok sekali anda kenakan, calon suami anda sangat beruntung mendapatkan gadis secantik anda” kata penata rias sambil menata rambut Tita.
Tita tersenyum dengan sedikit terpaksa mendengarkan ucapan sang penata rias tersebut. Tidak tau saja penata rias ini bahwa Tita tidak menginginkan pernikahan ini. Pernikahan yang hanya digunakan sebagai formalitas kedua keluarga, entah akan berjalan seperti apa kedepannya.
“Nah sudah selesai, mari saya bantu” kata penata rias sambil membantu Tita berjalan keluar dari kamarnya. Para anggota keluarga sudah siap dan menunggu kedatangan sang mempelai wanita, dengan anggun Tita menuruni anak tangga selangkah-demi selangkah. Semua tatapan mata kini beralih ke arah tangga, memperhatikan Tita yang cantik bak bidadari itu sedang menuruni anak tangga untuk menuju aula acara.
“Ah anak mama sangat cantik hari ini” kata mama Tita seraya menghampiri Tita dan menggantikan penata rias untuk menggandeng tangan Tita.
“Ya ampun cantiknya menantu mama ini, gak salah pilih ini” kata mama Iksa. Tita hanya menanggapi ucapan tersebut dengan senyuman tipis.
Pernikahan megah bagi anak tunggal keluarga Yoga yang merupakan pebisnis sukses yang di hadiri banyak orang-orang yang berpengaruh di dunia bisnis. Iksa merupakan pewaris satu- satunya keluarga Yoga. Selain itu Iksa juga merupakan seorang pebisnis muda yang tidak bisa di anggap enteng. Lahir dari keluarga pebisnis yang ternama dan mumpuni membuat Iksa mampu mendirikan perusahaan sendiri yang tak kalah besarnya dari perusahaan sang ayah.
Wajah rupawan, kemampuan bisnis yang tidak di ragukan lagi, kekayaan yang tak perlu di tanyakan lagi, banyak juga wanita-wanita di luar sana yang berderet untuk mencoba meluluhkan hati Iksa. Meskipun selama ini banyak akun- akun gosip yang memberitakan mengenai Iksa yang memiliki kekasih seorang model terkenal, hal ini tak membuat banyak wanita yang mengejar Iksa itu menyerah.
Dengan adanya pernikahan yang dilaksanakan hari ini seolah bisa mematahkan semua gosip yang berseliweran selama ini. Iksa yang melakukan pernikahan karena adanya perjodohan antar dua keluarga. Berita yang sudah santer terdengar kemana-mana ini membuat beberapa gadis merasa iri dengan keberuntungan Tita, ada juga yang merasa senang karena ternyata berita tentang Iksa yang mengencani model terkenal itu hanya gosip belakang yang tak tau benar atau tidaknya.
__ADS_1
Mungkin karena para penggemar Iksa juga sudah tau mengenai sepak terjang Hilda sebagai model selama ini, yang terkenal dengan titel model matrealistis dan penggoda para lelaki kaya. Termasuk Iksa yang terjebak dalam rayuan Hilda.
Acara pernikahan dan akad pun sudah resmi di gelar dan telah di selesaikan. Iksa dan Tita telah sah menjadi suami istri . Tita kemudian mengecup punggung tangan Iksa, dan kemudian Iksa mengecup kening Tita. Para tamu undangan yang menjadi saksi pernikahan tersebut sontak langsung bertepuk tangan setelah mereka memamerkan cincin yang melingkar di kedua jari manis pasangan tersebut.
“ Ah sepertinya kamu bahagia sekali dapat menjadi istri ku” kata Iksa lirih kepada Tita.
“Tentu saja, aku senang karena banyak pasang mata gadis yang menatap tajam ke arahku seolah mata mereka mengeluarkan siar laser yang bisa mencabik-cabik aku menjadi berkeping- keping” jawab Tita sinis.
Mereka berdua tetap berdiri di panggung pernikahan dengan memasang senyum manis, sambil menyalami para tamu undangan yang hadir, ucapan selamat terus terdengar di barisan para tamu undangan tersebut. Di balik senyuman yang mereka berdua tampakkan itu sesekali terdapat sindiran-sindiran pedas yang keluar dari mulut mereka berdua dengan lirih. Tita tampak memasang raut wajah yang jengkel karena mendengar ejekan-ejekan yang terlontar dari mulut Iksa, akan tetapi Iksa malah menikmati raut wajah Tita yang jengkel kemudian sepersekian detik berubah menjadi senyum man manis lagi di hadapan para tamu undangan yang menyalami mereka.
“ Oh ya, memang mata mu sangat tajam untuk menilai seseorang. Kau mau belajar cara mengubah ekspresi mu, sini ku ajarkan agar para wanita-wanita yang menatap tajam ke arah ku itu makin tergila-gila kepada mu” kata Tita dengan ketus.
“ oh tentu saja aku mau, ternyata sifat unik mu ini yang membuat kekasih bodoh mu itu tergila- gila pada mu” balas Iksa.
“ hey jangan sekali-kali mulut busuk mu itu, menghina kekasih orang lain bodoh, lihatlah kekasihmu yang tampak memelas di pojokan sana, seperti pungguk yang sedang merindukan bulan. Tapi sayang rindu itu takan tersampaikan karan pak Yoga akan mengawasi mu sepanjang hari ini” kata Tita dengan tersenyum puas.
“ Gadis baik kau sangat pintar dalam mengejek orang, tak takut jika nanti malam kau akan ku terkam sebagai pembalasan tiap kata- kata yang kamu keluarkan hari ini” canda Iksa.
__ADS_1
“ Anda lupa dengan perjanjian kita, sebagai laki-laki yang berkelas setidaknya anda harus menepati tiap janji yang anda ucapakan” kata Tita lirih.
“ hem sepertinya telinga mu sedikit bermasalah, bahkan dalam akad tadi saya berjanji untuk menggauli istri saya dan memberi nafkah lahir dan batin, tak perlu ku perjelas lagi bukan?” Sindir Iksa sarkas.
“ oh halusinasi ada mulai melambung tinggi ya, sudah menembus sampai ke atas awan” bantah Tita yang mulai jengkel menghadapi sikap Iksa ini, padahal pada perjanjian awal mereka sudah di sebutkan bahwa tak akan terjadi kontak fisik di antara mereka.
Mama Iksa tang melihat obrolan itu mengira mereka berdua sedang bercanda. Mama Iksa datang menghampiri kedua pengantin baru tersebut.
“ sepertinya kalian sudah lelah, terutama Tita mama lihat kamu sudah lelah karena berdiri terus apalagi mengenakan sepatu hak tinggi ini pasti sangat merepotkan. Turunlah lagipula tamu juga sudah mulai berkurang” Kata mama Iksa.
“ Baik lah ma, aku akan membawa istri tersayang ku ini untuk istirahat” kata Iksa sambil membopong tubuh Tita dengan gaya bridal style. Sontak mata para tamu langsung memandang ke arah mereka berdua.
“Memang anak muda jaman sekarang sudah tidak sabar untuk melalui malam pertama” kata beberapa tamu yang menyaksikan drama gendong-gendongan tersebut.
“ Aku rada akting mu ter lalau berlebihan, lihat pacar anda di pojok sana, seolah-olah ingin menghunuskan pedangnya ke arah saya” Tita berbisik pelan di telinga Iksa.
“ Kau tau kan akting itu harus total sayang, aku tau kamu menikmati gendongan ini” kata Iksa mengejek.
__ADS_1